Month: September 2019

Pengertian Moral dan Tahap-Tahap Perkembangannya

Pengertian Moral dan Tahap-Tahap Perkembangannya

dalam artikel ini, pertama-tama ditinjau secara etimologis, di mana kata moral berasal berasal dari kata mos, yang bermakna cara, adat istiadat atau kebiasaan, sedang jamaknya adalah mores. Kata moral mempunyai arti yang serupa dengan kata etos (Yunani) yang turunkan kata etika. Kata moral selamanya mengacu pada baik buruknya manusia sebagai manusia dan bukan berkenaan profesi seseorang. Misalnya sebagai dosen, tukang masak, pemain bulutangkis, penceramah, dan lain-lain.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia karangan W.J.S Purwadarminto (1957:957) moral adalah ajaran berkenaan baik jelek yang di terima umum berkenaan perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya. Moral menyesuaikan segala tingkah laku yang dinilai baik dan wajib dilakukan, dan suatu tingkah laku yang dinilai tidak baik dan wajib dihindari. Moral mengenai langsung dengan kemampuan untuk memilih benar dan yang salah. Dengan demikian, moral merupakan kendali dalam bertingkah laku.

Selain itu, moral didefinisikan pula oleh para pakar layaknya Hurlock (1993 : 74), yang mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan moral adalah tata cara, kebiasaan, dan adat di mana dalam tingkah laku dikendalikan oleh konsep-konsep moral yang berisi peraturan yang sudah jadi rutinitas bagi anggota suatu budaya dan yang memilih dalam tingkah laku yang diharapkan oleh semua anggota kelompok. Sedangkan

Driyarkara (1966:25), moral serupa bermakna dengan kesusilaan merupakan kesempunaan sebagai manusia atau kesusilaan adalah tuntutan kodrat manusia. Perilaku seseorang yang tidak cocok dengan kaidah-kaidah yang ada sanggup dikatakan seseorang berikut bersifat amoral. Dengan demikian, moral diartikan sebagai kesusilaan yang merupakan keseluruhan norma yang menyesuaikan tingkah laku manusia dalam kehidupan bermasyarakat untuk laksanakan tingkah laku yang baik dan benar dengan kaidah-kaidah moral yang ada.
Tahap-Tahap Perkembangan Moral

Dalam sejumlah literatur, dijumpai macam-macam tahapan pertumbuhan moral. Dengan diketahuinya berkenaan pertumbuhan moral anak, diharapkan pendidik atau guru sanggup memilih atau menerapkan metode sehingga anak didik terlalu mungkin untuk jelas dan menghayati nilai-nilai dan norma-norma yang terdapat dalam Pancasila. Berikut ini, tahapan pertumbuhan moral menurut para pakar (Daroeso 1989:30-36):

a. Tahapan Perkembangan Moral Piaget
Menurut Piaget pertumbuhan moral terjadi dalam dua tahapan, yakni “tahap realisme moral” dan “tahap moralitas atau jalinan timbal balik” (Daeroso 1989:30-32).
1) Tahap pertama “tahap realisme moral” , tingkah laku anak condong berpikiran kewajiban dan nilai yang menempel padanya sebagai bagian, yang berdiri sendiri dan bebas berasal dari efek akal manusia, sebagai sesuatu yang merubah sendiri tanpa melihat keadaan, di mana individu mendapatkan dirinya. Mereka mengganggap orang tua dan orang dewasa yang berwenang sebagai maha kuasa dan mengikuti peraturan yang diberikan tanpa mempertanyakan kebenarannya. Dalam langkah ini, pada pertimbangan anak berkenaan benar dan tidak benar berdasarkan konsekuensinya serta bagi anak kecil semua peraturan ini sama.
2) Tahap ke dua “tahap moralitas atau jalinan timbal balik”, anak menilai tingkah laku atas dasar obyek yang mendasarinya. Tahap ini di awali pada anak umur dua th. hingga dua belas tahun. Tingkah laku benar dan tidak benar sudah menjadi dimodifikasi. Artinya anak sudah menjadi perhitungkan suasana khusus yang mengenai langsung dengan pelanggaran moral.

b. Tahapan Perkembangan Moral Kohlberg
Dewey (Daeroso, 1989:32-36) membagi tiga tingkatan-tingkatan pertumbuhan moral yang didasarkan pada pertumbuhan kognitif. Tingkatan pertumbuhan moral menurut Dewey adalah sebagai berikut:
1) Tingkat prekonvensional
Pada langkah ini tingkah laku atau tingkah laku seseorang dimotivasi oleh stimulus sosial dan biologis.
2) Tingkat konvensional
Pada langkah ini individu menerima ukuran-ukuran yang terdapatdalam kelompoknya dengan berefleksi secara parah pada tingkat rendah.
3) Autonomi
Pada langkah ini tingkah laku atau tingkah laku dibimbing oleh asumsi atau pertimbangan individu sendiri. Apakah ukuran-ukuran yang berasal berasal dari kelompoknya itu di terima begitu saja berasal dari kelompok lain. Hal ini terkait pada dirinya.
Demikian gambaran pengertian moral baik secara etimologis maupun definisi moral menurut para ahli. Dsamping itu, dalam perkembangannya, moral mempunyai tahap-tahap pertumbuhan sebagaimana dikemukakan ke dua pakar di atas.

Sumber : https://tutorialbahasainggris.co.id/

Baca Juga :

Keunggulan dan Kelemahan Balanced Scorecard

Keunggulan dan Kelemahan Balanced Scorecard

Sebelum lebih jauh menguraikan keistimewaan dan kelemahan balanced scorecard, di dalam penjelasan pada mulanya mengenai pengertian balanced scorecard dan keempat perspektifnya telah dimengerti bahwa balanced Scorecard merupakan suatu kerangka kerja baru yang mengintegrasikan beragam ukuran yang diturunkan dari trick perusahaan. Selain ukuran finansial jaman lalu, Balanced Scorecard juga manfaatkan pendorong kinerja jaman depan. Pendorong kinerja yang meliputi perspektif pelanggan, sistem usaha internal, dan pembelajaran dan juga pertumbuhan, diturunkan dari sistem penerjemahan trick perusahaan yang ditunaikan secara eksplisit dan ketat ke di dalam beragam target dan ukuran yang nyata.

Balanced Scorecard juga selamanya menjaga beragam ukuran finansial tradisional yang hanya menyatakan beragam moment jaman lalu dan tidak lumayan untuk menuntun dan mengevaluasi perjalanan yang kudu dilewati perusahaan abad Info di dalam menciptakan nilai jaman depan melalui investasi yang ditanamkan pada pelanggan, pemasok, pekerja, proses, teknologi, dan inovasi. Balanced Scorecard melengkapi seperangkat ukuran finansial kinerja jaman lalu dengan ukuran pendorong (drivers) kinerja jaman depan.

A. Keunggulan Balanced Scorecard

Hasil evaluasi pengukuran kinerja berdasarkan balanced scorecard yang termasuk keempat perspektifnya baik keuangan maupun non-keuangan ternyata sanggup mengakibatkan rancangan strategis yang sanggup dirumuskan, ditetapkan dan dicapai di jaman yang akan berkunjung di dalam usaha memperbaiki atau menambah kinerja perusahaan. Keunggulan balanced scorecard ini tertuang di dalam empat karakteristik (Mulyadi, 2005:11-15) yaitu: komprehensif, koheren, sesuai dan terukur. Keempat karakteristik tersebut sanggup dijelaskan sebagai berikut:

1. Komprehensif

Balanced scorecard memperluas perspektif yang dicakup di dalam rencana strategik, yakni dari yang pada mulanya hanya terbatas pada perspektif keuangan, meluas ketiga perspektif yang lain seperti pelanggan, proses, dan juga pembelajaran dan pertumbuhan. Perluasan perspektif rancangan strategik ke perspektif non keuangan tersebut menghasilkan manfaat, yakni menjanjikan kinerja keuangan yang berlipat ganda dan konsisten dan juga memampukan organisasi untuk memasuki lingkungan usaha yang kompleks. Strategi-strategi yang ditetapkan ke di dalam tiap perspektif memperluas lingkup usaha perusahaan di dalam menggapai misi dan visi perusahaan. Kekomprehensifan atas sasaran strategis ini adalah respon yang tepat bagi perusahaan di dalam hadapi lingkungan usaha yang kompleks.

2. Koheren

Balanced scorecard mewajibkan personel untuk membangun jalinan sebab-akibat (causal relationship ) di antara beragam sasaran strategik yang dihasilkan di dalam rencana strategik. Setiap sasaran strategik yang ditetapkan di dalam perspektif non keuangan kudu mempunyai jalinan kausal dengan sasaran keuangan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kekoherenan antara trick dan sasarannya di beragam perspektif akan sanggup memperbaiki kinerja keuangan yang terlalu dibutuhkan oleh perusahaan yang berada atau yang akan memasuki iklim usaha yang turbulen.

3. Seimbang

Keseimbangan sasaran strategik yang dihasilkan oleh sistem rencana strategik perlu untuk menghasilkan kinerja keuangan berkesinambungan.

4. Terukur

Keterukuran sasaran strategik yang dihasilkan oleh sistem rencana strategik menjanjikan ketercapaian beragam sasaran strategik yang dihasilkan oleh sistem tersebut. Balanced scorecard mengukur sasaran-sasaran strategik yang sukar untuk diukur

Sedangkan (Rangkuti, 2012: 94) sebagian keistimewaan utama sistem Balanced scorecard di dalam menopang sistem manajemen trick antara lain:
Memotivasi personel untuk berpikir dan melakukan tindakan strategis. Untuk menambah kinerja keuangan perusahaan, personel kudu menempuh langkah-langkah strategis di dalam perihal pemodalan yang perlu cara besar berjangka panjang. Selain itu sistem ini juga menuntut personel untuk melacak inisiatif-inisiatif strategis di dalam mewujudkan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan.
Menghasilkan program kerja yang menyeluruh. Sistem Balanced scorecard merumuskan sasaran strategis melalui keempat perpektif. Ketiga perspektif non keuangan hendaknya dipicu dari segi keuangan.
Menghasilkan business plan yang terintegrasi. Sistem Balanced scorecard sanggup menghasilkan dua macam integrasi, yakni (1) Integrasi antara visi dan misi perusahaan dengan program , dan (2) Integrasi program dengan rancangan menambah profit bersih.
Dengan keunggulan-keunggulan yang dimiliki Balanced Scorecard maka dewasa ini jadi banyak perusahaan jadi menerapkan metode ini sebagai dasar pengukuran kinerja perusahaannya, otomatis keperluan atas para pakar yang menguasai metode ini pun ikut meningkat.
Ada sebagian segi yang memacu perlunya perusahaan untuk mengimplementasikan Balance Scorecard. Faktor-faktor tersebut yakni:
Lingkungan usaha yang dimasuki oleh organisasi terlalu kompetitif dan turbulen. Lingkungan usaha ini menuntut kekuatan organisasi untuk (a) Membangun keistimewaan kompetitif (b) Membangun dan secara konsisten mewujudkan jaman depan organisasi (c) Menempuh langkah-langkah strategik di dalam membangun jaman depan organisasi (d) Mengerahkan dan memusatkan kekuatan dan komitmen semua personel di dalam membangun jaman depan organisasi.
Sistem manajemen yang digunakan oleh perusahaan tidak tepat dengan tuntutan lingkungan usaha yang dimasuki oleh perusahaan.
B. Kelemahan Balanced Scorecard

Balanced scorecard sebagai sistem pengukuran kinerja perusahaan mempunyai sebagian kelemahan menurut Anthony dan Govindarajan (2005:180) adalah sebagai tersebut :

1. Korelasi yang jelek antara ukuran perspektif non-finansial dan hasilnya.

Tidak ada jaminan bahwa keuntungan jaman depan akan mengikuti pencapaian target di dalam perspektif non-finansial. Mungkin ini adalah persoalan terbersar di dalam Balanced scorecard karena terdapat anggapan bahwa keuntungan jaman depan tidak mengikuti atau perihal dengan pencapaian target non-finansial.

2. Terpaku pada hasil keuangan (fixation on financial result)

Manajer adalah yang paling bertanggung jawab pada kinerja keuangan. Hal ini sebabkan manajer lebih pikirkan pada segi finansial dibandingkan segi lainnya.

3. Tidak ada mekanisme perbaikan (no mechnism for improvement)

Banyak perusahaan di dalam makin besar target mereka tidak punyai alat untuk meningkatkannya. Ini adalah keliru satu kelemahan Balanced scorecard. Tanpa metode untuk peningkatan, peningkatan tidak disukai untuk berlangsung biarpun sebaik apa-pun target baru tersebut.

4. Ukuran-ukuran tidak diperbaharui (measures are not up to date)

Banyak perusahaan tidak punyai mekanisme formal untuk meng-update ukuran untuk mencocokkan dengan perubahan strategi. Hasilnya perubahan tetap manfaatkan ukuran yang berbasis strategis lama.

5. Terlalu banyak pengukuran (measurement overload)

Tidak ada jawaban untuk pertanyaan seberapa kronis ukuran yang seseorang manajer sanggup ukur pada pas bersamaan tanpa kehilangan fokus. Jika terlalu sedikit manajer akan mengabaikan ukuran yang terlalu perlu di dalam menggapai sukses. Bila terlalu banyak, akan mengakibatkan dampak manajer sanggup kehilangan fokus dan coba untuk laksanakan terlalu banyak perihal di dalam pas bersamaan.

6. Kesulitan di dalam menentukan trade-off (difficult in estabilishing trade off)

Beberapa perusahaan memadukan ukuran non-finansial dengan finansial di dalam satu laporan dan menambahkan bobot pada masing-masing ukuran . Tapi Balanced scorecard tidak menampilkan bobot yang tahu pada masing-masing ukuran. Tidak terdapatnya bobot tersebut, jadi terlalu sukar untuk memadukan segi finansial dan non-finansial.

Balanced scorecard merupakan sistem pengukuran kinerja yang sesuai digunakan di dalam manajemen kontemporer yang manfaatkan secara teknologi Info di dalam bisnis. Teknologi Info tidak memilih apa yang kudu ditunaikan pekerja namun teknologi ini sediakan kebebasan dan kemudahan bagi pemakainya untuk mewujudkan kreativitas mereka. Dalam zaman teknologi Info ukuran kinerja kudu tidak ulang ditujukan untuk mengendalikan tindakan personel, namun diarahkan untuk pemotivasian personel.

Disamping itu, cii-ciri Balanced scorecard yang memperluas perspektif yang dicakup (komprehensif) mewajibkan personel untuk membangun jalinan karena akibat (koheren) menyeimbangkan sasaran trick yang dihasilkan oleh sistem rencana trick (seimbang) dan memudahkan pencapaian sasaran trick karena sifatnya yang sanggup diukur (terukur) menjadikan Balanced scorecard suatu alat ukur kinerja yang terlalu menopang pihak perusahaan di dalam memantau semua komponennya.

Demikian gambaran perihal dengan keistimewaan dan kelemahan balanced scorecard, singkatnya Balanced scorecard adalah satu rancangan pengukuran kinerja yang sebetulnya menambahkan kerangka komprehensif untuk menjabarkan visi ke dalamsasaran-sasaran strategik. Sasaran strategik yang komprehensif sanggup dirumuskan karena Balanced scorecard manfaatkan empat perspektif yang satu sama lainnya saling terkait dan tidak sanggup dipisahkan. Namun disisi lain, tak hanya keistimewaan tersebut, pasti juga terdapat sebagian kelemahan balanced sorecard.

Baca Juga :

Wagub Jabar: Dukung Anak Usia Sekolah Raih Pendidikan

Wagub Jabar: Dukung Anak Usia Sekolah Raih Pendidikan

Wagub Jabar Dukung Anak Usia Sekolah Raih Pendidikan
Wagub Jabar Dukung Anak Usia Sekolah Raih Pendidikan

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meminta agar tidak ada pihak

yang mengganggu anak usia sekolah untuk mendapat pendidikan. Anak usia sekolah wajib bersekolah untuk masa depannya.

Demikian dikatakan Uu saat ditemui usai acara launching trailer film pendidikan berjudul ‘Anak Batas’ di Hotel Grand Asrilia, Kota Bandung, Selasa (30/7/19).

“Yang namanya pendidikan ini penting. Tidak ada lagi yang penting untuk masa depan anak kita kecuali dengan pendidikan,” katanya.

“Makanya jangan ada gangguan buat anak di saat usia 17 atau 18 tahun ke bawah

alias usia produktif sekolah, harus sekolah untuk mencari ilmu,” tambahnya.

Film ‘Anak Batas’ didasarkan pada kisah nyata. Ceritanya tentang seorang anak perempuan usia sekolah yang tidak bisa bersekolah karena keterbatasan ekonomi, sehingga dia harus membantu neneknya membuat gula merah dan menjualnya.

Film ini dibintangi langsung oleh Uu yang berperan sebagai guru. Dikisahkan bahwa guru ini berjuang keras agar anak perempuan tersebut bisa bersekolah. Selain itu, ada pula aktris senior Alicia Djohar dan Yati Surachman.

Uu pun berharap film ini bisa menjadi inspirasi dan teladan bagi masyarakat. “

Harapan kami film ini tidak hanya ramai ditonton, tetapi menjadikan pendidikan, jadi suri tauladan, menjadi ibroh kepada masyarakat bahwa pendidikan itu penting,” ucapnya.

Sutradara film ‘Anak Batas’ Bangun Cahyono menuturkan, produksi film ‘Anak Batas’ merupakan hal yang patut untuk disyukuri.

“Saya mau mengajak bahwa produksi film ‘Anak Batas’ ini — ayo kita sadari bahwa ini adalah rezeki dari Allah SWT. Mari kita sikapi dengan santun bersyukur, karena rezeki juga adalah sebuah ujian,” tutur Cahyono.

Cahyono mengaku bahwa awal mula film ini dibuat karena ada keinginan dari sebuah sanggar non-komersil yang ingin membuat film pendidikan. “Awalnya dari sebuah sanggar non-komersil, yang punya keinginan buat film pendidikan,” ujarnya.

 

Baca Juga :

 

 

Sekda Minta Pelajar Tak Bawa Kendaraan ke Sekolah

Sekda Minta Pelajar Tak Bawa Kendaraan ke Sekolah

Sekda Minta Pelajar Tak Bawa Kendaraan ke Sekolah
Sekda Minta Pelajar Tak Bawa Kendaraan ke Sekolah

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan menyebutkan

, peran orang tua kurang maksimal dalam menekan anak-anaknya (siswa) agar tidak menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah. Khususnya yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Hal itu disampaikan Dikdik usai membuka kegiatan Sosialisasi Safety Riding di Selasar Aula Gedung B Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Kamis (8/8). Kegiatam rutin setiap tahun itu diikuti 130 pelajar dari 26 SMA/SMK sederajat di Kota Cimahi.

”Artinya ada peran orang tua yang tidak berjalan dengan baik,” ucap Dikdik.

Para pelajar sendiri menjadi penyumbang angka pelanggaran di Kota Cimahi. Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kota Cimahi yang dihimpun dari pihak kepolisian, jumlah pelanggaran sepanjang tahun 2018 mencapai 3.000 kasus.

Dengan jumlah kasus pelanggaran lalu lintas yang terjadi kepada para siswa, kata Dikdik

, artinya peran orang tua tentunya sangat vital dalam mencegah kecelakaan. Sebab, dengan mereka tidak memberikan izin bagi anak-anaknya terutama yang belum memiliki SIM untuk berkendara, jelas itu akan mencegah terjadinya pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

”Ini sangat disayangkan. Ada semacam ketidakpahaman dari para orang tua terkait aspek-aspek yang harus dipenuhi ketika kita berkendara,” katanya.

Selain peran orang tua, ujar Dikdik, peran sekolah juga sangat dibutuhkan untuk memberikan pemahaman kepada para siswanya tentang tertib berlalu lintas. Untuk itu dia mengimbau kepada sekolah agar memberikan pemahaman kepada para siswanya untuk tidak membawa kendaraan bermotor ke sekolah.

”Kita sudah lalukan imbauan ke sekolah, memberikan pemahaman kepada siswanya

agar tidak membawa kendaraan kalau yang bersangkutan tidak membawa SIM,” ujarnya.

Sementara upaya dari Pemkot Cimahi melalui Dinas Perhubungan, lanjut Dikdik, ialah melalui kegiatan Safety Ridding. Sebab dalam agenda rutin itu, para siswa diberikan edukasi tentang tata cara tertib berlalu lintas, sehingga menjadi pelopor berlalu lintas.

”Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, informasi keselamatan berlalu lintas bisa disebarluaskan, bisa dipahami terutama oleh siswa,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang menambahkan, mengantisipasi kecelakaan lalu lintas terhadap pelajar, pihaknya juga kerap melakukan berbagai antisipasi. Di antaranya dengan sosialisasi terhadap guru dan pelajar langsung.

Selain itu, dia mengaku, pihaknya juga sudah memberikan simulasi cara berkendara yang aman atau safety ridding kepada siswa. Dalam safety ridding itu, siswa diberikan pengetahuan bagaimana cara berkendara yang aman.

 

Sumber :

https://revistas2.uepg.br/index.php/ahu/comment/view/11260/0/24178

Uji Kompetensi Kepala Sekolah

Uji Kompetensi Kepala Sekolah

Uji Kompetensi Kepala Sekolah
Uji Kompetensi Kepala Sekolah

Untuk mengetahui kompetensi para Kepala Sekolah diseluruh pelosok Jawa Barat (Jabar),

Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar melaksanakan evaluasi kinerja dengan menguji kompetensi para Kepala Sekolah (Kepsek).

Dikutip dari majalahsora.com, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) pada Disdik Jabar, Asep Suhanggan menyebutkan, evalusai kinerja diikuti sekitar 700-an Kepsek Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Kepsek Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri se- Jabar.

”Kegiatan ini berbasis komputer. Kita laksanakan serentak di 13 Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Jabar,” sebur Asep, disela-sela kegiatan, di SMK Negeri 3 Kota Bandung, Jalan Solontongan, Kamis (29/8).

Menurutnya, pelaksanaan evalusai dilakukan di sekolah yang ditunjuk berdasarkan

ketersediaan sarana dan prasarana (saparas) yang menunjang.

”Khusus Cadisdik wilayah VII yang meliputi Cimahi-Bandung kita laksanakan di SMKN 3 ini,” ujarnya.

Asep menjelaskan, dalam kegiatan ini ada lima kompetensi yang dievaluasi, yaitu kompetensi manajerial, supervisi akademis, kewirausahaan, sosial dan kepribadian. Selain itu, lanjutnya, ada juga tes Bahasa Inggris sebagai penunjang tambahan dalam mengahadapi era globalisasi.

”Intinya, kegiatan ini bertujuan untuk pemetaan kompetensi Kepala Sekolah. Khususnya

Kepala Sekolah Negeri,” jelas Asep.

Dia mengaku, ke depan evaluasi ini akan ditindaklanjuti dalam bentuk pembinaan. ”Bisa melalui bimbingan teknik, penguatan, pelatihan dan lain-lain,” ucapnya.

Dia menuturkan, kegiatan evaluasi kerja tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal itu menimbang dari masih adanya Kepsek yang belum menyusun rencana strategis sekolah dalam rangka penjaminan mutu sekolah.

”Tes ini kita gelar hanya satu hari. Untuk materi ada 120 soal pilihan ganda dan esai yang harus diisi selama dua jam. Evaluasi Kepsek baru sekali ini dilakukan sebagai base line untuk pembinaan-pembinaan berikutnya,” pungkas Asep.(ziz)

 

Sumber :

https://revistas2.uepg.br/index.php/ahu/comment/view/11260/0/24179

Melatih Bibit Atlet Unggul lewat IPB Tennis Competition 2018

Melatih Bibit Atlet Unggul lewat IPB Tennis Competition 2018

Melatih Bibit Atlet Unggul lewat IPB Tennis Competition 2018
Melatih Bibit Atlet Unggul lewat IPB Tennis Competition 2018

Sebuah pertandingan merupakan hal yang menantang bagi sebuah organisasi olahraga.

Pertandingan yang digelar akan menghasilkan bibit-bibit baru atlet yang akan mengharumkan organisasi dan negara mereka.

Hal itulah yang dikatakan oleh Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tenis IPB, Dr. Muhammad Findi Alexandi, SE, M.E terkait penyelenggaran IPB Tennis Competition 2018.

“Acara ini sangat baik untuk dilakukan secara reguler tiap tahun karena akan memunculkan bibit baru petenis IPB yang akan terjun ke pertandingan antar perguruan tinggi di level nasional,” ungkapnya.

Hal ini juga berlaku untuk dosen dan pegawai di IPB.

“Acara ini juga dapat menjadi ruang pemanasan untuk tampil di kejuaraan tenis

antar instansi atau Pekan Olahraga Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia (PORNAS KORPRI),” jelas Staf Pengajar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB.

Acara ini, sebagai bagian dari rangkaian acara Dies Natalis IPB 2018 ke-55, diselenggarakan pada Sabtu-Minggu (22-23/9) di Stadun Tenis Kampus IPB Dramaga. Para peserta pertandingan ini tidak hanya diikuti oleh civitas akademika IPB, melainkan juga dari universitas lain.

“Acara ini mengundang dan diikuti petenis dari perguruan tinggi lain yaitu petenis dari Universitas Indonesia (UI),” terang Dr. Findi. Minat terhadap tenis lapang tidak hanya terbatas kepada mahasiswa saja.

“Kami dosen dan pegawai secara rutin berlatih tenis bersama mahasiswa. Minat

dosen dan pegawai untuk berlatih tenis cukup tinggi, karena didukung oleh fasilitas stadion tenis IPB Dramaga yang bertaraf nasional,” lanjut Dr. Findi.

Menurut Rauzul Rudiansyah Rizki, Ketua Pelaksana IPB Tennis Competition 2018, ada keunikan dalam sistem kejuaraan tenis kali ini.

“Untuk ganda putra dan tunggal putra, kami menggunakan sistem juara satu bersama, karena faktor cuaca yang tidak memungkinkan,” kata Rauzul.

Kompetisi ini memunculkan beberapa nama sebagai pemenangnya. Linggar dan M. Findi (IPB), ditambah Andi dan Muflih (UI) menjadi Juara Satu Bersama pada ganda putra. Pasangan Bisman-Jonathan (IPB) dan Budi-Zwageri (UI) meraih gelar Juara Ketiga Bersama.

Kategori tunggal putra mengeluarkan Andi P. (UI) dan Linggar Seno (IPB) sebagai Juara Satu Bersama.
Juara Tiga Bersama Tunggal diraih oleh M Findi (IPB) dan Muflih (UI). Juara Satu pada kategori ganda putri berhasil direbut oleh pasangan Lutfiah-Zahra (IPB), Juara Dua diambil oleh Aulia-Fitri dari IPB, dan Juara Tiga Bersama didapatkan Ollyvia-Vina (IPB) dan Amalia-Maulia dari UI. (RP/ris)

 

Baca Juga :

Bekali Siswa dengan Keterampilan, SMAN 2 Kota Bogor Kembangkan PKW

Bekali Siswa dengan Keterampilan, SMAN 2 Kota Bogor Kembangkan PKW

Bekali Siswa dengan Keterampilan, SMAN 2 Kota Bogor Kembangkan PKW
Bekali Siswa dengan Keterampilan, SMAN 2 Kota Bogor Kembangkan PKW

Setiap sekolah harus mempersiapkan lulusannya agar bisa bersaing. Sebab,

generasi masa depan dituntut untuk tidak hanya menjadi pegawai, namun mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Hal itu pulalah yang mulai diterapkan SMAN 2 Kota Bogor. Sejak Tahun Ajaran 2018/2019, siswa kelas X khususnya diberikan pelajaran sekaligus pemahaman baru soal kewirausahaan lewat Program Kewirausahaan (PKW) Smanda.

Hasil pembelajaran PKW selama ini pun dipamerkan dalam Entrepreneurship

Bazaar of Smanda “Festival Kuliner dan Seni Karya Siswa Smanda Bisa Maju Bersama Hebat Semua”, Rabu (21/11/2018).

Ketua PKW Smanda, Agus Rusman mengatakan, sedianya pembelajaran PKW telah dilaksanakan sejak 2013, namun untuk kelompok usaha atau program kewirausahaan sekolah baru dilaksanakan tahun ajaran 2018/2019. Ini terkait dengan program pemerintah pusat, bahwa SMAN 2 mendapatkan bantuan untuk program penyelenggaraannya.

“Siswa harus diberikan kecakapan tersendiri sesuai dengan kompetensi mereka. Yakni, dengan keunggulan lokal dan harus dikembangkan. Kegiatan ini diselenggarakan atas tantangan masa depan agar mereka (siswa, red) menjadi entrepreneur dan bermanfaat bagi orang lain. Program ini dilaksanakan sejak Agustus dan bazaar ini adalah puncak kegiatannya,” katanya.

Lebih lanjut Agus menerangkan, produk yang ditampilkan tidak terbatas pada kuliner,

namun juga bisa fashion hingga karya seni. Di awal, kata Agus, setelah dibagi dalam kelompok, siswa diberikan pembekalan bagaimana membuat perencanaan, membuat sebuah usulan dalam proposal, pengelolaan hingga laporan pertanggungjawaban.

“Dalam proses pembekalan kami juga memanggil para entrepreneur untuk memotivasi siswa yang mereka juga adalah lulusan SMAN 2. Segala proses, ide jualan dan lainnya itu bertumpu dari siswa, kami hanya memberikan pendampingan,” jelasnya.

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/

Penting Sarapan Pagi, Siswa SMAN 1 Citeureup Diminta Selalu Jaga Kesehatan

Penting Sarapan Pagi, Siswa SMAN 1 Citeureup Diminta Selalu Jaga Kesehatan

Penting Sarapan Pagi, Siswa SMAN 1 Citeureup Diminta Selalu Jaga Kesehatan
Penting Sarapan Pagi, Siswa SMAN 1 Citeureup Diminta Selalu Jaga Kesehatan

Tidak seperti biasanya pelaksanaan upacara bendera yang berlangsung di SMAN 1 Citeureup,

Senin (19/11/2018).

Kalau biasanya pembina upacara mingguan itu dipimpin langsung kepada sekolah (kepsek) atau guru, kali ini mereka mendapatkan tamu kehormatan bidan Sefitri dari UPT Puskesmas Citeureup.

Petugas kesehatan dari UPT Puskesmas Citeureup ini sengaja diundang untuk memberikan sumbang saran kepada siswa siswi dan guru SMAN 1 Citeureup.

Di hadapan para peserta upacara, Sefitri memberikan penyuluhan kesehatan tentang pentingnya meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan.

”Sudah lama kami ingin mengundang petugas kesehatan untuk memberikan pembinaan

kepada siswa akan pentingnya menjaga kesehatan,” ujar Wakil Kepala Bidang Humas SMAN 1 Citeureup, Endang Misbach Kurniawan.

Adu Kreativitas Siswa, SMAN 1 Citeureup Kembali Adakan SRCC

Dia mengatakan, setiap siswa disarankan selalu sarapan pagi setiap hari sebelum berangkat ke sekolah.

Sebab, sarapan pagi sangat penting demi menjaga stamina. ”Kalau stamina siswa baik, tentu mencerna pelajaran dari guru akan lebih baik,” terangnya.

Sebab, kalau siswa belajar dalam kondisi perut kosong atau lapar, bagaimana mereka bisa menerima pelajaran dengan baik. Selain itu, makanan yang dikonsumsi setiap harinya harus sehat agar tidak mudah terjangkit penyakit.(pin/*)

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/

Mengamankan Sistem Informasi

Mengamankan Sistem Informasi

Mengamankan Sistem Informasi
Mengamankan Sistem Informasi

Pada umunya, pengamanan dapat dikategorikan menjadi dua jenis: pencegahan (preventif) dan pengobatan (recovery). Usaha pencegahan dilakukan agar sistem informasi tidak memiliki lubang keamanan, sementara usaha-usaha pengobatan dilakukan apabila lubang keamanan sudah dieksploitasi.Mengatur akses (Access Control).Salah satu cara yang umum digunakan untuk mengamankan informasi adalah dengan mengatur akses ke informasi melalui mekanisme “authentication” dan “access control”.

Implementasi dari mekanisme ini antara lain dengan menggunakan “password”.Menutup servis yang tidak digunakanSeringkali sistem (perangkat keras dan/atau perangkat lunak) diberikan dengan beberapa servis dijalankan sebagai default. Sebagai contoh, pada sistem UNIX servis-servis berikut sering dipasang dari vendornya: finger, telnet, ftp, smtp, pop, echo, dan seterusnya. Servis tersebut tidak semuanya dibutuhkan. Untuk mengamankan sistem, servis yang tidak diperlukan di server (komputer) tersebut sebaiknya dimatikan.Memasang Proteksi. Untuk lebih meningkatkan keamanan sistem informasi, proteksi dapat ditambahkan. Proteksi ini dapat berupa filter (secara umum) dan yang lebih spesifik adalah firewall. Filter dapat digunakan untuk memfilter e-mail, informasi, akses, atau bahkan dalam level packet.FirewallFirewall merupakan sebuah perangkat yang diletakkan antara Internet dengan jaringan internal. Informasi yang keluar atau masuk harus melalui firewall ini. Tujuan utama dari firewall adalah untuk menjaga (prevent) agar akses (ke dalam maupun ke luar) dari orang yang tidak berwenang (unauthorized access) tidak dapat dilakukan.Pemantau adanya serangan. Sistem pemantau (monitoring system) digunakan untuk mengetahui adanya tamu tak diundang (intruder) atau adanya serangan (attack). Nama lain dari sistem ini adalah “intruder detection system” (IDS). Sistem ini dapat memberitahu administrator melalui e-mail maupun melalui mekanisme lain seperti melalui pager. Pemantau integritas system Pemantau integritas sistem dijalankan secara berkala untuk menguji integratitas sistem. Salah satu contoh program yang umum digunakan di sistem UNIX adalah program Tripwire. Program paket Tripwire dapat digunakan untuk memantau adanya perubahan pada berkas.Audit: Mengamati Berkas LogSegala (sebagian besar) kegiatan penggunaan sistem dapat dicatat dalam berkas yang biasanya disebut “logfile” atau “log” saja. Berkas log ini sangat berguna untuk mengamati penyimpangan yang terjadi. Kegagalan untuk masuk ke sistem (login), misalnya, tersimpan di dalam berkas log. Untuk itu para administrator diwajibkan untuk rajin memelihara dan menganalisa berkas log yang dimilikinyaBackup secara rutinSeringkali tamu tak diundang (intruder) masuk ke dalam sistem dan merusak sistem dengan menghapus berkas-berkas yang dapat ditemui. Jika intruder ini berhasil menjebol sistem dan masuk sebagai super user (administrator), maka ada kemungkinan dia dapat menghapus seluruh berkas.Penggunaan Enkripsi untuk meningkatkan keamananSalah satau mekanisme untuk meningkatkan keamanan adalah dengan menggunakan teknologi enkripsi. Data-data yang anda kirimkan diubah sedemikian rupa sehingga tidak mudah disadap. Banyak servis di Internet yang masih menggunakan “plain text” untuk authentication, seperti penggunaan pasangan userid dan password. Informasi ini dapat dilihat dengan mudah oleh program penyadap atau pengendus (sniffer).Keamanan Server WWWKeamanan server WWW biasanya merupakan masalah dari seorang administrator. Dengan memasang server WWW di sistem anda, maka anda membuka akses (meskipun secara terbatas) kepada orang luar. Apabila server anda terhubung ke Internet dan memang server WWW anda disiapkan untuk publik, maka anda harus lebih berhati-hati sebab anda membuka pintu akses ke seluruh dunia.Membatasi akses melalui Kontrol AksesSebagai penyedia informasi (dalam bentuk berkas-berkas), sering diinginkan pembatasan akses. Misalnya, diinginkan agar hanya orang-orang tertentu yang dapat mengakses berkas (informasi) tertentu. Pada prinsipnya ini adalah masalah kontrol akses.Proteksi halaman dengan menggunakan passwordSalah satu mekanisme mengatur akses adalah dengan menggunakan pasangan userid (user identification) dan password. Untuk server Web yang berbasis Apache[6], akses ke sebuah halaman (atau sekumpulan berkas yang terletak di sebuah directory di sistem Unix) dapat diatur dengan menggunakan berkas “.htaccess”.Mengetahui Jenis ServerInformasi tentang web server yang digunakan dapat dimanfaatkan oleh perusak untuk melancarkan serangan sesuai dengan tipe server dan operating system yang digunakan.Keamanan Program CGICommon Gateway Interface (CGI) digunakan untuk menghubungkan sistem WWW dengan software lain di server web. Adanya CGI memungkinkan hubungan interaktif antara user dan server web.Keamanan client WWWDalam bagian terdahulu dibahas masalah yang berhubungan dengan server WWW. Dalam bagian ini akan dibahas masalah-masalah yang berhubungan dengan keamanan client WWW, yaitu pemakai (pengunjung) biasa. Keamanan di sisi client biasanya berhubungan dengan masalah privacy dan penyisipan virus atau trojan horse.

Baca Juga :

Dasar Membuat Web dengan HTML

Dasar Membuat Web dengan HTML

Dasar Membuat Web dengan HTML

Hallo para pembaca sekalian, pernahkah anda melihat sebuah web yang bagus dan menarik tampilannya? Jika sudah pernah, terpikirkah oleh anda bagaimana cara membuat web-web seperti itu? Pada kesempatan ini saya akan sedikit membahas dasar-dasar pembuatan web berbasis HTML.

Seperti yang kita ketahui, selain dengan HTML, kita juga bisa menggunakan macromedia dreamweaver, PHP dll. Saya memilih menggunakan HTML dikarenakan kita tidak perlu menginstal suatu bermacam-macam software tetapi kita hanya menggunakan Notepad dan sebuah browser entah itu google, mozilla ataupun internet explorer.

Tidak perlu berlama-lama mari kita mulai dasar-dasar pembuatan web. Dalam HTML kita bagi menjadi 3 struktur dasar yaitu <html>, <head>, <body> :

<html>

<head>

   ======>……………                                 diisi untuk judul pada website

</head>

<body>

   ======>……………                                 diisi oleh suatu informasi yang akan ditampilkan

</body>

</html>

Jangan lupa kesemua struktur dasar tersebut harus diakhiri dengan nama struktur itu sendiri seperti contoh diatas.

Didalam HTML terdapat sintaks pengeditan suatu kalimat yaitu:

<h1>                            :  ukuran kalimat paling besar

<h2>                            :  ukuran sedang

<h3>                            :  ukuran kecil

<p>                              :  untuk membuat paragraf baru

<br>                            :  untuk membuat baris baru

<align =”center”>       :  membuat rata tengah, bisa kita ganti left atau right

<font color>               :  memberikan warna pada kata

<hr width=…. align=…… size=… color=”…”>  : membuat ukuran,tebal & warna pada garis

<i>,<b>,<u>                :  untuk memiringkan, menebalkan & garis bawah kalimat

Patut diingat semua sintaks diatas harus diakhiri dengan sintaks itu sendiri dan hanya sintaks yang harus didalam tanda <> sedangkan kalimat / kata tidak.

CONTOH SINTAKS HTML :

<html>

<head>

<title> My first Website </title>

<head>

<body>

<br><h1 align=”center”><font color=”blue”>| Belajar Dasar-Dasar Website |</font></h1>

<hr width=100% align=center size=5% color=”brown”>

<h2> HALLLO SELAMAT DATANG </h2>

<br><b>Ini adalah contoh cetak tebal</b>

<br><i>Ini adalah contoh cetak miring</i>

<br><u>Ini adalah contoh garis bawah</u>

<h3><u>BIODATA</u></h3>

<p> Nama  : Agus Sulaiman

<br>Kelas : 2KA22

<br>NPM   : 10112400 </p>

</body>

</html>

Sumber : https://downloadapk.co.id/