Month: December 2019

APA KEWAJIBAN DAN HAK ANGGOTA

APA KEWAJIBAN DAN HAK ANGGOTA

APA KEWAJIBAN DAN HAK ANGGOTA
APA KEWAJIBAN DAN HAK ANGGOTA

Anggota koperasimemiliki peran ganda, sebagai pemilik sekaligus pengguna pelayanan koperasi. Sebagai pemilik, anggota berpartisipasi dalam memodali, mengambil keputusan, mengawasi, dan menanggung resiko. Sebagai pengguna, anggota berpartisipasi dalam memanfaatkan pelayanan koperasi. Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilaksanakan dan bila dilanggar, maka akan dikenakan sanksi. Sedangkan hak adalah sesuatu yang seharusnya diperoleh. Bila hak ini tidak terpenuhi, maka yang bersangkutan dapat menuntut. Tetapi bila hak tersebut tidak digunakan, maka tidak ada sanksi untuk itu.

Anggota koperasi berkewajiban :

  1. mematuhi AD dan ART serta keputusan yang telah ditetapkan dalam Rapat Anggota.
  2. menanda tangani perjanjian kontrak kebutuhan. Sehingga, anggota bemar benar sebagi pasar tetap dan potensial bagi koperasi.
  3. menjadi pelangan tetap
  4. memodali koperasi
  5. mengembangkan dan memelihara kebersamaan atas dasar kekeluargaan
  6. menjaga rahasia perusahaan dan organisasi koperasi kepada pihak luar
  7. menanggung kerugian yang diderita koperasi, proporsional dengan modal yang disetor.

Anggota koperasi berhak :

  1. Menghadiri, menyatakan pendapat dan memberikan suara dalam rapat anggota.
  2. memilih pengurus dan pengawas
  3. dipilih sebagai pengurus atau pengawas
  4. meminta diadakan rapat anggota
  5. mengemukakan pendapat kepada pengurus di luar rapat anggota, baik diminta atau tidak
  6. memnfaatka pelayanan koerasi dan mendapat pelayanan yang samadengan anggota lain,
  7. mendapat keterangan mengenai perkembangan koperasi
  8. menyetujui atau mengubah AD / ART sera ketetapan lainya.

Struktur Organisasi Koperasi

  • Rapat Anggota
  • Pengawas
  • Pengurus
  • Manajer
  • Komite

Baca Juga : 

APA SAJA JENIS KOPERASI

APA SAJA JENIS KOPERASI

APA SAJA JENIS KOPERASI
APA SAJA JENIS KOPERASI

Jenis koperasi didasrkan pada kesamaan usaha atau kepentingan ekonomi anggotanya. Dasar untuk menentukan jenis koperasi adalah kesamaan aktivitas, kepentingan dan kebutuhan ekonomi anggotanya. Jenisnya adalah :

  1. Koperasi Produsen.

Koperasi produsen beranggotakan orang orang yang melakukan kegiatan produksi (produsen). Tujuannya adalah memberikan keuntungan yang sebesar besarnya bagi anggotanya dengan cara menekan biaya produksi serendah rendahnya dan menjual produk dengan harga setinggi tingginya. Untuk itu, pelayanan koperasi yang dapat digunakan oleh anggota adalah Pengadaan bahan baku dan Pemasaran produk anggotanya.

  1. Koperasi Konsumen

Koperasi konsumen beranggotakan orang orang yang melakukan kegiatan konsumsi. Tujuannya adalah memberikan keuntungan yang sebesar besarnya bagi anggotanya dengan cara mengadakan barang atau jasa yang murah, berkualitas, dan mudah didapat. Contoh :

– koperasi simpan pinjam

– koperasi serba usaha ( konsumen)

Sumber : https://freemattandgrace.com/

UU No. 25 Tahun 1992 (Perkoperasian Indonesia)

UU No. 25 Tahun 1992 (Perkoperasian Indonesia)

UU No. 25 Tahun 1992 (Perkoperasian Indonesia)
UU No. 25 Tahun 1992 (Perkoperasian Indonesia)

Koperasi adalah Badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang beradasarkan atas dasar asas kekeluargaan.

Itulah beberapa pengertian mengenai Koperasi, yang sudah menjelaskan pengertian pengertian koperasi dari berbagai sisi. Namun jika hanya sebatas pengertian tidak akan cukup untuk lebih mengenal koperasi, maka akan dicoba menjelaskan selanjutnya mengenai hal hal apa saja yang ada di dalam manajemen koperasi.

2.1 Kurangnya pemahaman anggota/masyarakat terhadap koperasi dan Lebih Mengenal Koperasi…

APA KOPERASI ITU ?

Koperasi adalah Asosiasi orang orang yang bergabung dan melakukan usaha bersama atas dasar prinsip prinsip koperasi, sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar dengan biaya rendah melalui perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara demokratis oleh anggotanya. Asosiasi berbeda dengan kelompok, asosiasi terdiri dari orang orang yang memiliki kepentingan yang sama, lazimnya yang menonjol adalah kepentingan ekonomi.

Tujuan koperasi yaitu menjadikan kondisi sosial dan ekonomi anggotanya lebih baik dibanding sebelum bergabung dengan koperasi.

APA PRINSIP KOPERASI ?

(UU No. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian indonesia)

  1. Keanggotaanya sukarela dan terbuka. Yang keanggotaanya bersifat sukarela terbuka bagi semua orang yang bersedia mengunakan jasa jasanya, dan bersedia menerima tanggung jawab keanggotaan tanpa membedakan gender.
  2. Pengawasan oleh anggota secara Demokratis. Anggota yang secara aktif menetapkan kebijakan dan membuat keputusan. Laki laki dan perempuan yang dipilih sebagai pengurus atau pengawas bertanggung jawab kepada rapat anggota. Dalam koperasi primer, anggota memiliki hak suara yang sama (satu anggota satu suara). Pada tingkatan lain koperasi juga dikelola secara demokratis.
  3. Partisipasi anggota dalam kegiatan ekonomi. Anggota menyetorkan modal mereka secara adil dan melakukan pengawasan secara demokratis. Sebagian dari modal tersebut adalah milik bersama. Bila ada balas jasa terhadap modal diberikan secara terbatas. Anggota mengalokasikan SHU untuk beberapa atau semua tujuan seperti di bawah ini :

– mengembangkan koperasi. Caranya dengan membentuk dana cadangan, yang sebagian dari dana itu tidak dapat dibagikan.

– Dibagikan kepada anggota. Caranya seimbang berdasarkan trnsaksi mereka dengan koperasi.

– Mendukung kegiatan lainnya yang disepakati dalam rapat anggota.

  1. Otonomi dan kemandirian. Koperasi adalah organisasi yang otonom dan mandiri yang di awasi oleh anggotanya. Dalam setiap perjanjian dengan pihak luar ataupun dalam, syaratnya harus tetap menjamin adanya upaya pengawasan demokratis dari anggota dan tetap mempertahankan otonomi koperasi.
  2. Pendidikan, Pelatihan, dan Informasi. Tujuanya adalah agar mereka dapat melaksanakan tugas dengan lebih efektif bagi perkembangan koperasi. Koperasi memberikan informasi kepada masyarakat umum, mengenai hakekat dan manfaat berkoperasi.
  3. Kerja sama antar koperasi. Dengan bekerja sama secara lokal, nasional, regional dan internasional maka gerakan koperasi dapat melayani anggotanya dengan efektif serat dapat memperkuat gerakan koperasi.
  4. Kepedulian terhadap masyarakat. Koperasi melakukan kegiatan untuk pengembangan masyarakat sekitarnya secara berkelanjutan melalui kebikjakan yang diputuskan oleh rapat anggota.

Sumber : https://merpati.co.id/

PT Kereta Cepat Belum Juga Buatkan Gedung Baru SDN Tirtayasa

PT Kereta Cepat Belum Juga Buatkan Gedung Baru SDN Tirtayasa

PT Kereta Cepat Belum Juga Buatkan Gedung Baru SDN Tirtayasa
PT Kereta Cepat Belum Juga Buatkan Gedung Baru SDN Tirtayasa

Sekitar dua pekan sejak rampungnya masalah pembebasan lahan, gedung baru Sekolah Dasar Negeri

(SDN) Tirtayasa, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, belum juga mulai dibangun.

Lahan seluas 1.240 meter persegi di Kampung Taman Cimekar, Desa Cibiruhilir, Kecamatan Cileunyi, itu masih terlihat kosong tanpa aktivitas apapun.

Kepala SDN Tirtayasa, Cicih Yuningsih, mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali berkomunikasi dengan pihak PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC).

“Mereka belum memastikan kapan pembangunan dimulai, namun janjinya Desember 2019 beres,

” ujarnya, saat dihubungi wartawan, Senin (12/8/2019).

Cicih berharap, PT KCIC segera merealisasikan janji tersebut dengan dimulainya proses pembangunan.

Soalnya, ia tak ingin molornya pembangunan membuat para guru dan siswa harus lebih lama lagi beraktivitas di tempat penampungan sementara yang jauh dari kata nyaman.

Seperti diketahui, dikebutnya trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) oleh PT KCIC membuat bangunan lama SDN Tirtayasa tak lagi layak digunakan untuk tempat belajar dan mengajar.

Selain suara bising yang mengganggu konsentrasi belajar, debu dan gangguan lain juga membuat kesehatan dan keselamatan para siswa dan guru dipertaruhkan.

Oleh karena itu, sejak tahun ajaran baru 2019-2020, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung pun mengungsikan siswa dan guru SDN Tirtayasa ke dua lokasi penampungan sementara, yaitu SDN 10 Cibiru Hilir dan SDN Mekarbiru. Jaraknya sekitar dua kilometer dari sekolah asal.

Menurut Cicih, siswa dan guru sejak awal merasa tidak nyaman berada di tempat

penampungan sementara itu. Bahkan kondisi tersebut membuat sekitar 20 siswa memutuskan pindah sekolah.

“Mungkin walau bagaimana pun para siswa merasa lebih betah di tempat sendiri daripada menumpang di perpustakaan dan rumah dinas sempit milik sekolah lain. Hal itu juga dirasakan oleh kami para guru dan kepala sekolah,” tutur Cicih.

Bagi guru, ketidaknyamanan jelas terasa karena di tempat penampungan sementara tidak tersedia ruang guru dan ruang kepala sekolah. Hanya ada ruangan kecil di belakang perpustakaan untuk berkumpul para guru.

Saking sempitnya ruangan tersebut, tak ada satu pun meja dan kursi yang bisa ditempatkan di sana.

“Akibatnya kami para guru biasanya duduk lesehan di lantai ketika memeriksa tugas atau pekerjaan rumah para siswa,” ujarnya.

Jika ingin sedikit lebih nyaman, kata Cicih, para guru memilih bekerja di meja di ruang belajar para siswa yang sempit. Atau ketika masjid kosong, mereka pun tak jarang memanfaatkannya untuk bekerja dengan lebih tenang.

 

Baca Juga :

SDN 62 Bengkulu Harus Bayar Lahan, Ratusan Siswa ‘Mengemis’ di Jalanan

SDN 62 Bengkulu Harus Bayar Lahan, Ratusan Siswa ‘Mengemis’ di Jalanan

SDN 62 Bengkulu Harus Bayar Lahan, Ratusan Siswa ‘Mengemis’ di Jalanan
SDN 62 Bengkulu Harus Bayar Lahan, Ratusan Siswa ‘Mengemis’ di Jalanan

| SD Negeri 62 Kota Bengkulu harus membayar ganti rugi

lahan setelah tidak ada kepastian dari Pemda setempat. Untuk menggalang dana, ratusan murid terpaksa mengemis di jalan.
Berita Terkait
Wakil Rektor Universitas Tertua di Dunia Kunjungi Indonesia
Xiaomi Siap Kembangkan Smart Pesantren
PGRI Respon Positif Kebijakan Menag Hapus Materi Khilafah di Buku Agama Islam

Salah satunya Rafael Juliano, murid kelas VI SDN 62 Bengkulu, yang rela berpanas-panasan di persimpangan Jalan Meranti.

Dia mengatakan, aksi mengemis itu terpaksa dilakukan untuk menggugah hati nurani para pihak yang terus memelihara konflik atas lahan sekolah.

“Kami hanya butuh tempat sekolah yang nyaman dan tenang, jangan korbankan kami,” katanya di Bengkulu, Jumat (23/8/2019).

Murid sekolah ini terus berada di pusaran polemik sejak hari pertama

masuk sekolah tahun ajaran 2019-2020 awal bulan Juli lalu.

Pagar gerbang sekolah yang ditutup seng hanya dibuka setengah untuk akses murid dan dewan guru masuk ke halaman sekolah. Itupun hanya diberi waktu seminggu, setelah itu kembali ditutup total.

Pemerintah Kota Bengkulu, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, mengambil langkah memindahkan mereka ke sekolah sementara untuk numpang belajar di SDN 51 dan SDN 59, yang berjarak lebih dari 2 kilometer dari SDN 62, dengan jam sekolah dimulai pukul 13.00 WIB.

Murid lalu disediakan kendaraan Bus Sekolah untuk mengantarkan mereka dari sekitar rumah mereka ke sekolah sementara tersebut.

Tetapi dalam tiga hari ke belakang, bus tersebut tidak lagi melayani mereka dengan beragam alasan.

Iskandar (50), salah seorang wali murid, mengatakan

, informasi yang mereka terima, bakal ada pungutan untuk membiayai operasional bus sekolah tersebut.

Mereka keberatan dan meminta anak mereka dikembalikan saja ke lokasi sekolah yang lama.

“Selesaikan saja masalah ini, jangan mental anak-anak kami dikorbankan,” ujar Iskandar.

Polemik yang terus terjadi di SDN 62 Kota Bengkulu membuat para murid kelas VI yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) meradang. Mereka mengaku tidak bisa berkonsentrasi belajar dengan kondisi saat ini.

 

Sumber :

https://educacao.telessaude.ifes.edu.br/eportfolios/45/Pgina_inicial/Understanding_Stimulation_Objectives_Benefits_and_According_to_Experts

OKI Kembali Raih Juara Umum Kompetisi Sains Madrasah se-Sumsel

OKI Kembali Raih Juara Umum Kompetisi Sains Madrasah se-Sumsel

OKI Kembali Raih Juara Umum Kompetisi Sains Madrasah se-Sumsel
OKI Kembali Raih Juara Umum Kompetisi Sains Madrasah se-Sumsel

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kembali meraih Juara Umum

dalam Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Tahun 2019. Capaian ini mengulang prestasi yang dicapai pada tahun sebelumnya.

KSM 2019 se-Sumsel digelar selama dua hari, 14-15 Agustus 2019. Even berlangsung di tiga lokasi, yakni: MTsN 2 Palembang, MAN 2 Palembang, dan MAN 3 Palembang.

Kabupaten OKI menjadi juara umum karena berhasil meraih Juara I Bidang Fisika atas nama M. Labib Alfaraby, Juara II Bidang Fisika atas nama Azmi Dasa, Juara 1 Bidang Kimia atas nama Gading Widiansyah, Juara 1 Bidang Biologi atas nama Faris Anwar Zaky, Juara 1 Bidang Ekonomi atas nama M. Dugi Alfaro Putra, Juara 2 Bidang Ekonomi M. Fadhil Mahendra dan Juara 1 Bidang Geografi atas nama Aulia Afifatuz Zulfa.

Mewakili Kakanwil, Kamis (15/8), Kabag TU Kanwil Kemenag Sumsel

, H. Abadil, S.Ag., M.Si  mengaku bangga dengan prestasi Kontingen OKI. Apalagi, ini merupakan kali kedua OKI meraih juara umum.

Kepala MAN IC OKI, Kiagus Faisal yang ikut mendampingi siswanya, bersyukur, prestasi kembali meraih juara umum.

“Insya Allah pada KSM tingkat Nasional nanti kami akan lebih siap lagi,” ujarnya.

Faisal menambahkan, juara KSM di tingkat Provinsi ini akan mewakili Sumsel

di tingkat Nasional, September mendatang.

“Semoga kita bisa menorehkan prestasi yang terbaik di Manado, Sulut,  nantinya,” harapnya.

Terkait persiapan, Faisal mengatakan anak-anak yang lolos ini akan melakukan super intensif untuk mempersiapkan KSM Nasional dengan lebih matang.

 

Sumber :

https://my.mac.edu/ICS/Campus_Life/Campus_Groups/MacMurray_College_Choir/Discussion.jnz?portlet=Forums&screen=PostView&screenType=change&id=6ac110c3-9423-45b0-8977-6c5342bff9cf