60 Persen Ruang Kelas di Majalengka Rusak Berat

60 Persen Ruang Kelas di Majalengka Rusak Berat

60 Persen Ruang Kelas di Majalengka Rusak Berat

60 Persen Ruang Kelas di Majalengka Rusak Berat
60 Persen Ruang Kelas di Majalengka Rusak Berat

Majalengka – Dari total sekitar 8.400 ruang belajar belajar di Kabupaten Majalengka

, 60 persen di antaranya dalam kondisi rusak berat. Sementara 20 persen dalam kondisi rusak sedang dan ringan.
Mayoritas ruang belajar yang rusak adalah sekolah dasar (SD). Hal tersebut mengemuka ketika Dinas Pendidikan (Disdik) memberikan 115 surat keterangan (SK) kepala sekolah di lingkungan Disdik Majalengka, belum lama ini.
“Jadi jelas seperti yang disampaikan Bupati tadi saya butuh data yang jelas dan dilampiri dengan foto ruang belajar yang rusak, agar jelas melaporkan kepada pimpinan jika saya bicara 60 persen sekolah rusak itu bukan main-main, betul itu,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka Ahmad Suswanto.
sekolah rusak 2.jpg
Ilustrasi sekolah rusak. (Dok.ciremaitoday)

Ahmad menjelaskan, dalam menindaklanjuti hal tersebut,

Pemkab sudah mengalokasikan Rp10 miliar untuk pembangunan ruang belajar SD dari permohonan bantuan rehabilitasi yang diajukan tahun 2019 kemarin.
“Alhamdulillah, secara langsung ketika saya melapor kepada bapak Bupati, terkait sekolah yang rusak dan dilampiri dengan foto Bupati respons dan alhamdulillah tahun ini Rp10 miliar dialokasikan khusus untuk rehabilitasi sekolah, dan sekolahnya adalah sekolah dasar (SD) lagi” tutur Ahmad.

Lebih lanjut Ahmad mengungkapkan, pihaknya tahun ini juga mendapatkan bantuan dari dana alokasi khusus

(DAK) sebesar Rp31 miliar. Angka ini turun dibandingkan dengan tahun kemarin yang menyentuh Rp38 miliar yang sebagian besar akan dialokasikan untuk renovasi sekolah.
Bukan hanya itu, kerja keras Disdik melakukan negosiasi program kepada pemerintah Provinsi Jawa Barat juga melalui Bapelitbangda dan DPDR Provinsi berbuah manis dengan turunnya anggaran di tahun 2020 sebesar Rp163 miliar atau naik dari dana tahun 2019 yang hanya Rp78 miliar.
“Alhamdulillah mereka anggota dewan sangat membantu kita yang telah meloloskan program ini. Karena kebutuhan rehab ruang belajar kita mendesak dan berhubungan dengan banyaknya program sarana dan prasarana,” tukas Ahmad Suswanto.

 

Baca Juga :

Posted on: February 4, 2020, by : 9faxj