ANGGOTA OKI

ANGGOTA OKI

ANGGOTA OKI

ANGGOTA OKI

  1. Afganistan  (1969)
  2. Aljazair (1969)
  3. Chad (1969)
  4. MESIR (1969)
  5. Guinea (1969)
  6. Indonesia (1969)
  7. Iran (1969)
  8. Yordania (1969)
  9. Kuwait (1969)
  10. Lebanon (1969)
  11. Libya (1969)
  12. Malaysia (1969)
  13. Mali (1969)
  14. Mauritania (1969)
  15. Maroko (1969)
  16. Niger (1969)
  17. Pakistan (1969)
  18. Palestina (1969)
  19. Arab Saudi (1969)
  20. Yaman(1969)
  21. Senegal (1970)
  22. Sudan (1970)
  23. Somalia(1970)
  24. Tunisia(1970)
  25. Turki(1970
  26. Bahrain (1970)
  27. Oman (1970)
  28. Qatar (1970)
  29. Suriah (1970)
  30. Uni Emirat Arab(1970)
  31. Sierra Leone(1972)
  32. Bangladesh(1974)
  33. Gabon(1974)
  34. Gambia(1974)
  35. Guinea-Bissau(1974)
  36. Uganda(1974)
  37. Burkina Faso(1975)
  38. Kamerun(1975)
  39. Komoro(1976)
  40. Irak(1976)
  41. Maladewa(1976)
  42. Djibouti(1978)
  43. Benin(1982)
  44. Brunei(1984)
  45. Nigeria(1986)
  46. Albania(1991)
  47. Azerbaijan(1992)
  48. Kirgizstan(1992)
  49. Tajikistan (1992)
  50. Turkmenistan(1992)
  51. Mozambik(1994)
  52. Kazakhstan(1995)
  53. Uzbekistan(1995)
  54. Suriname(1996)
  55. Togo(1997)
  56. Guyana(1998)
  57. Pantai Gading(2001)

UU RI NO. 37 TAHUN 1999

Sesuai UU RI No. 37 Tahun 1999 tentang hubungan luar negeri, organisasi internasional diartikan sebagai organisasi antar pemerintah. Tugas dari organisasi internasional adalah sebagai media untuk melakukan kerja sama antarnegara di dunia. Sedangkan pengertian organisasi internasional sendiri adalah organisasi yang dibentuk oleh negara-negara di dunia untuk mencapai tujuan tertentu.

Indonesia sebagai negara yang menjalankan politik bebas aktif, selalu aktif dalam menjadi bagian dari organisasi internasional. Organisasi internasional ini menjadi pilar utama dalam menjembatani kebutuhan-kebutuhan dari negara di dunia.

Dalam pembentukkan organisasi internasional terdapat empat aspek yang menjadi faktor terpenting. Keempat aspek tersebut adalah

  1. Aspek filosofi, merupakan aspek pembentukkan organisasi internasional yang berkenaan dengan falsafah atau tema-tema pokok suatu organisasi internasional, misalnya: tema keagamaan, tema perdamaian, tema penentuan nasib sendiri, tema kerjasama ekonomi.
  2. Aspek hukum, adalah aspek yang berkenaan dengan permasalahan-permasalahan konstitusional dan prosedural, misalnya: diperlukannya constituent instrument, dapat bertindak sebagai pembuat hukum, mempunyai personalitas dan kemampuan hukum.
  3. Aspek asministratif, adalah aspek yang berkenaan dengan administrasi internasional, misalnya: adanya sekretariat tetap, adanya pejabat sipil internasional, mempunyai anggaran.
  4. Aspek struktural, adalah aspek yang berkenaan dengan permasalahan kelembagaan yang dimiliki oleh organisasi internasional.

Baca Juga :

Posted on: July 18, 2020, by :