Bangun dari rukuk (I’tidal)

Bangun dari rukuk (I’tidal)

Bangun dari rukuk (I’tidal)

Bangun dari rukuk (I’tidal)

I’tidal ialah berdri tegal yang memisahkan antara ruku’ dan sujud.

Berdasarkan sabda Nabi Muhammad saw:

Kemudian rukuklah sampai kamu tuma’ninah dalam rukuk, kemudian bangunlah dari rukuk sampai kamu berdiri tegak lurus,” (HR Bukhari: 8/69, 169).

  1. Sujud

Menurut syara’, definisi ialah menempelnya kening orang shalat pada tempat sujud.

  1. Bangun dari Sujudatau Duduk diantara dua sujud

Berdasarkan sabda Nabi Muhammad saw. kepada orang yang shalatnya tidak benar:

Kemudian bersujudlah sampai kamu tuman’ninah dalam sujudmu, kemudian bangunlah dari sujud sampai kamu tuma’ninah dalam keadaan duduk,” (HR Bukhari: 8/69, 169).

  1. Duduk Yang Terakhir
    Yang dimaksud ialah duduk pada akhir rakaat yang terakhir dari shalat itu, yang dipungkasi dengan salam.
  1. Tuman’ninah ketika Rukuk, Sujud, Berdiri, dan Duduk

Berdasarkan sabda Nabi Muhammad saw. kepada orang yang shalatnya tidak benar. Beliau menyebutkan hal itu kepadanya dalam hal rukuk, sujud, dan duduk di antara dua sujud, sedangkan beliau menyebutkan i’tidal (tegak lurus) kepadanya dalam hal berdiri. Atau bisa diperjelas dengan menegakkan punggung ketika mengangkat kepala dari keduanya. Seseorang yang rukuk itu sejak ia menundukkan diri sampai tegak. Sujudnya adalah sejak ia turun dari berdiri,atau dari duduk, hingga sampai kembali tegak.

Hakikat tuma’ninah adalah seseorang yang melakukan rukuk, sujud, duduk diantara dua sujud, dan berdiri setelah semua anggota badannya tegak lurus, itu berdiam kira-kira seukuran lama membaca, “Subhana Rabbiyal Adziim” (Mahasuci Rabbku yang Mahaagung). Sebanyak satu kali bacaan. Adapun jika lebih dari satu kali, maka itu adalah sunnah. Dijelaskan juga dalam sebuah hadis mengenai ketuma’ninahan :

“Shalat tidaklah sempurna sampai salah seorang di antara kalian menyempurnakan wudhu, kemudian bertakbir, lalu melakukan ruku’ dengan meletakkan telapak tangan di lutut sampai persendian yang ada dalam keadaan thuma’ninah dan tenang.” HR. Ad-Darimi no. 1329. Syaikh Husain Salim Asad mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.

RECENT POSTS

 

Posted on: July 15, 2020, by :