Sistem Bilangan Hexadesimal

Sistem Bilangan Hexadesimal

Sistem Bilangan Hexadesimal Hexadesimal (Basis 16), Hexa berarti 6 dan Desimal berarti 10 adalah Sistem Bilangan yang terdiri dari 16 simbol yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A(10), B(11), C(12), D(13), E(14), F(15). Pada Sistem Bilangan Hexadesimal memadukan 2 unsur yaitu angka dan huruf. Huruf…
Asuransi Kredit

Asuransi Kredit

Asuransi Kredit Dalam hal ini, asuransi yang dikaitkan dengan dunia perbankan dan lebih dititik beratkan pada asuransi jaminan kredit merupakan bidang asuransi kerugian (general insurance) yang meliputi : Asuransi kebakaran (fire insurance) Asuransi pengangkutan laut (marine insurance) Asuransi kendaraan bermotor (motor vehicle insurance) Oleh karena itu, asuransi kredit mempunyai kaitan erat dengan perbankan terutama di…
Persatuan Indonesia

Persatuan Indonesia

Persatuan Indonesiaj Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan Serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Rumusan VI: Konstitusi RIS Pendudukan wilayah Indonesia oleh NICA menjadikan wilayah Republik Indonesi semakin kecil dan terdesak. Akhirnya pada akhir 1949 Republik Indonesia yang berpusat di Yogyakarta (RI…
Peninjauan Metode Kecemasan

Peninjauan Metode Kecemasan

Peninjauan Metode Kecemasan Dengan metode kecemasan, manajer risiko memilih keputusan yang dalam jangka waktu lama (long run) yang kan menghasilkan kerugian rata-rata per tahun yang paling rendah. Termasuk di dalam kerugian tersebut adalah suatu nilai yang dibebankan untuk menanggung kecemasan sebab dengan fluktuasi kerugian lebih dari tahun ke tahun. Nilai…
Matrik Kerugian

Matrik Kerugian

Matrik Kerugian Untuk menggambarkan konsep kerugian matrik kerugian anggaplah bahwa sebuah gedung yang dimilki oleh suatu perusahaan dihadapkan pada suatu kerugian karena kebakaran dan yang akan terjadi adalah kerugian total atau sama sekali tidak ada kerugian. Selanjutnya anggaplah bahawa manajer risiko harus memutuskan antara 3 perangkat tindakan yaitu : Untuk…
Pendekatan Dalam Penanganan & Penyelesaian Konflik

Pendekatan Dalam Penanganan & Penyelesaian Konflik

Pendekatan Dalam Penanganan & Penyelesaian Konflik 1. Pendekatan KAPOW (Knowledge, Authority, Power, Other, Winning) KNOWLEDGE (Pengetahuan): Sejauh mana anda mengetahui isu pihak lain?, Sejauh mana pihak lain mengetahui isu anda?. dan Sejauh mana anda mengetahui masalahnya? AUTHORITY (Wewenang): Apakah anda punya wewenang untuk mengambil keputusan?, Apakah pihak lain punya wewenang untuk mengambil keputusan? POWER (Kekuatan): Sejauh mana…
Gaya Dalam Penyelesaian Konflik

Gaya Dalam Penyelesaian Konflik

Gaya Dalam Penyelesaian Konflik Perlu kita ingat bahwa dalam memilih style yang akan dipakai oleh seseorang atau organisasi di dalam pengelolaan konflik akan sangat bergantung dan dipengaruhi oleh persepsi, kepribadian/karakter (personality), motivasi, kemampuan (abilities) atau pun kelompok acuan yang dianut oleh seseorang atau organisasi. Dapat dikatakan bahwa pilihan seseorang atas gaya mengelola konflik merupakan fungsi…
Cara agar menciptakan pergaulan yang sehat pada remaja

Cara agar menciptakan pergaulan yang sehat pada remaja

Cara agar menciptakan pergaulan yang sehat pada remaja Ada beberapa cara. Diantaranya adalah : ·          Adanya kesadaran beragama bagi remaja – Bagi anak remaja sangat diperlukan adanya pemahaman, pendalaman, serta ketaatan terhadap ajaran-ajaran agama. Dalam kenyataan sehari-hari menunjukkan, bahwa anak-anak remaja yang melakukan kejahatan sebagian besar kurang memahami norma-norma agama. Oleh…
Teori Tempat Pusat

Teori Tempat Pusat

Teori Tempat Pusat Teori ini dikemukakan oleh Walter Christaller pada tahun 1933 dalam bukunya yang berjudul Central Places In Southern Germany. Dalam buku ini Christaller mencoba menjelaskan bagaimana susunan dari besaran kota, jumlah kota, dan distribusinya di dalam satu wilayah Tempat pusat (central place) merupakan suatu tempat dimana produsen cenderung mengelompok di lokasi…
Teori Lokasi Industri

Teori Lokasi Industri

Teori Lokasi Industri Teori lokasi industri pertama kali diungkapkan oleh ahli ekonom Jerman pada tahun 1929, yakni Alfred Weber. Menurut teori Weber, pemilihan lokasi industri didasarkan atas prinsip minimisasi biaya. Weber menyatakan bahwa lokasi setiap industri tergantung pada total biaya transportasi dan tenaga kerja, dimana penjumlahan keduanya harus minimum. Tempat…