Pendidikan

FK Unair Gelar Simposium Internasional Pengaplikasian Stem Cell sebagai Metode Pengobatan Penyakit Degenaratif

FK Unair Gelar Simposium Internasional Pengaplikasian Stem Cell sebagai Metode Pengobatan Penyakit Degenaratif

FK Unair Gelar Simposium Internasional Pengaplikasian Stem Cell sebagai Metode Pengobatan Penyakit Degenaratif
FK Unair Gelar Simposium Internasional Pengaplikasian Stem Cell sebagai Metode Pengobatan Penyakit Degenaratif

Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR menggelar simposium internasional bertajuk

“1st International Conference and Workshop (ICW) 2019”. Acara tersebut mengangkat tema “Stem Cell and Tissue Engineering Regenerative Medicine From Basic Science to Clinical Application”.

Simposium diselenggarakan selama dua hari, yakni pada Sabtu (26/1) dan Minggu (27/1) di Hotel Wyndham Surabaya. Acara dihadiri oleh perwakilan Rektor dan Dekan FK UNAIR, Direktur RSUD Dr. Soetomo, dan mengundang dua pembicara dari dua kampus internasional, Prof. Ludovic Vallier dari Cambridge University serta Prof. Delvac Oceandy, MD., PhD dari Manchaster University.

Diskusi sesi pertama dipandu oleh dr. Sulis Bayusentono ditemani tiga orang pembicara

, dr. Ferdiansyah Mahyudin Yunus, SpOT, Dr. Asra Al Fauzi, SE., MM., SpBS(K), FICS, IFAANS dan Prof. Dr. Fendik A. Rantam, drh.
Baca Juga:

Pakar UNAIR: Masa Kampanye, Presiden Petahana Harusnya Cuti
UNAIR Terima 763 Mahasiswa Bidikmisi Jalur SNMPTN-SBMPTN
FKM Unair-Pemkab Probolinggo Kerjasama Atasi Stunting
UNAIR Buka Pendaftaran 22 Prodi untuk Jalur Vokasi Gelombang II

Ketua pelaksana ICW 2019, Dr. Achmad Chusnu Romdhoni, dr., SpTHT.,KL(K) menyebutkan konferensi ini diselenggarakan sebagai upaya FK UNAIR dalam studi pengembangan teknologi stem cell, khususnya untuk mengatasi masalah degeneratif seperti parkinson, stroke, diabetes, dan sebagainya. Bahkan, teknologi stem cell diklaim mampu membantu pertumbuhan tulang yang diamputasi akibat tumor.

“Degeneratif itu kan permasalahan kesehatan yang berkaitan dengan pergantian sel.

Sel yang rusak diganti dengan sel baru. Tapi memang ada beberapa sel yang tidak bisa beregenerasi, contohnya sel syaraf. Dengan adanya teknologi baru semacam stem cell ini diharapkan sel-sel tersebut dapat tumbuh kembali,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, hingga saat ini pengaplikasian stem cell sebagai salah satu metode pengobatan di Indonesia belum banyak dilakukan.

“Proses pengobatan menggunakan stem cell di Indonesia belum dikomersilkan. Di RSUD Dr. Soetomo sendiri masih sebatas studi dan penelitian. Semuanya masih dalam tahap pengawasan. Jika ke depan hasilnya bagus, maka teknologi stem cell bisa diaplikasikan,” imbuhnya.

Di luar negeri, metode penyembuhan menggunakan stem cell atau sel punca telah banyak dikembangkan. Sementara itu di Indonesia, aplikasi stem cell dalam dunia kedokteran masih mengalami sejumlah hambatan maupun tantangan.

Diantaranya terkait masalah regulasi dan standarisasi. Bahkan jumlah rumah sakit yang mendapat izin untuk mengembangkan stem cell di Indonesia masih sangat sedikit. Dr. Achmad juga tak menampik bahwa pengobatan menggunakan stem cell membutuhkan biaya yang cukup besar.

Kendati demikian ia berharap teknologi stem cell dapat segera direalisasikan di Indonesia.Rencananya ICW akan menjadi event tahunan yang rutin diselenggarakan oleh FK UNAIR bekerjasama dengan RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

 

Baca Juga :

3 Sekolah di Kabupaten Mojokerto Dapat Bantuan dari Kemenag RI

3 Sekolah di Kabupaten Mojokerto Dapat Bantuan dari Kemenag RI

 

3 Sekolah di Kabupaten Mojokerto Dapat Bantuan dari Kemenag RI
3 Sekolah di Kabupaten Mojokerto Dapat Bantuan dari Kemenag RI

Sebanyak tiga sekolah di Kabupaten Mojokerto mendapatkan bantuan dari Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenang RI).

Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia (RI) Gugus Joko Waskito menyerahkan secara khusus ke tiga sekolah tersebut.

Tiga sekolah tersebut yakni, Taman Kanak-kanak (TK) Dharma Wanita Eka Sapta di Desa Randubangu, Kecamatan Mojosari, SMPN 1 Mojosari dan SMAN 1 Sooko. Bantuan bertujuan untuk pembangunan sarana dan prasarana keagamaan.

“Terima kasih kepada Mas Gugus (Staf Khusus Menteri Agama RI, red) yang sudah

berkenan membantu sarana keagamaan di TK Eka Sapta. Saya juga berharap di tahun-tahun berikutnya juga ada bantuan untuk TK Eka Sapta dan TK lainnya,” ungkap salah satu TK Eka Sapta, Supijarniwati, Rabu (30/01/2019).

Masih kata Supijarniwati (66), Hugur merupakan alumni TK Eka Sapta lulusan tahun 1982/1983. Gugus dikenal sebagai anak pendiam, tidak nakal, pintar, penurut, kreatif, kepada orang yang lebih tua hormat dan patuh kepada kedua orang tua.

Sedangkan ditempat lain, Kepala Sekolah SMPN 1 Mojosari, Didik Mujiantoro menambahkan, bantuan dari Kemenag RI akan dipergunakan untuk kegiatan keagamaan baik sarana dan prasarana. “Bantuan dari Kemenag senilai Rp 50 juta, akan dipergunakan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Hal yang sama disampaikan Kepala SMAN 1 Sooko, Nur Hidayat

. “Ini bantuan untuk kerohanian siswa. Ada ekstrakulikuler remaja masjid kerohanian islam, bantuan ini digunakan untuk berbagai kegiatan dan sarana prasarana untuk kegiatan siswa,” tuturnya.

Di SMAN 1 Sooko, Gugus yang merupakan alumni SMAN 1 Sooko mendapatkan kejutan dari teman sekolahnya yang datang ke SMAN 1 Sooko khusus menyambut kedatangan Gugus. Gugus sendiri berasal dari Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

“Alhamdulillah hari ini saya bisa silaturrahim dengan bapak ibu guru saya di TK Eka Sapta,

SMPN 1 Mojosari, SMAN Sooko Mojokerto. Haru ketika saya bisa sungkem beliau-beliau, menetes air mata saya ketika bapak ibu guru mendoakan saja. Ditambah ada teman yang datang,” urainya.

Gugus, berharap bantuan dari Kemenag RI bisa bermanfaat bagi sekolah yang menerima. Pasalnya, yang disampaikan tersebut merupakan wujud dari kepedulian pemerintah untuk kegiatan sarana prasarana ibadah di sekolah-sekolah.

 

Sumber :

https://www.ram.co.id/

Dindik Berharap Pemkab Malang Segera Kucurkan Bosda

Dindik Berharap Pemkab Malang Segera Kucurkan Bosda

Dindik Berharap Pemkab Malang Segera Kucurkan Bosda
Dindik Berharap Pemkab Malang Segera Kucurkan Bosda

Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang berharap, alokasi dana bantuan operasional sekolah daerah

(Bosda) yang berasal dari pemerintah daerah melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah aatau APBD, segera dikucurkan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, M Hidayat mengatakan, Bosda sangat penting sebagai pendamping dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang selama ini sudah rutin dikucurkan pemerintah pusat.

“Untuk SD jumlahnya Rp 800 ribu per siswa per tahun. Untuk SMP Rp 1 juta per siswa per tahun.

Keberadaan BOS untuk Kabupaten Malang belum mampu memenuhi standar minimal sekalipun untuk operasional lembaga sekolah. Dari jumlah yang sebesar itu, tidak bisa walaupun seminim mungkin, jadi tidak memenuhi syarat,” kata Hidayat di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (30/1/2019).

Menurutnya, sejumlah daerah sudah mendapat alokasi dana Bosda sebagai pendamping dana BOS. Sementara di Kabupaten, ada sejumlah kendala yang dihadapi pemerintah daerah untuk mengalokasikan dana tersebut.

“Permasalahannya, di beberapa daerah ada Bosda, khususnya di pemerintah kota

. Sedangkan di pemerintah kabupaten jarang sekali yang ada Bosda, termasuk di Kabupaten Malang. Kalaupun ada, hanya tertentu saja, yang PAD (Pendapatan Asli Daerah)-nya tinggi,” terangnya.

Mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Malang ini menambahkan, dibandingkan Pemkot Malang, Batu ataupun Surabaya, yang PAD-nya tinggi, Kabupaten Malang masih belum mampu menutupi atau mencukupi dana di sektor pendidikan serta pelayanan dasar lainnya.

“Kalau belum mampu memenuhi pelayanan dasar itu seharusnya ada pengampunan dari Mahkamah Agung, seharusnya itu dilakukan. Tapi itu tidak pernah terjadi dan dilakukan seluruh kepala daerah di Indonesia. Beda kalau pemerintah Kota Malang, Kota Batu dan Surabaya, itu PAD-nya tinggi. Jadi bisa ini (menutupi kekurangan) dana BOS,” tegasnya.

Hidayat melanjutkan, saat ini alokasi dana Bosda itu masih digodok Pemerintah Kabupaten Malang. Meski, anggota DPRD Kabupaten Malang juga sudah menyetujui adanya dana tersebut.

 

Sumber :

https://situsiphone.com/

Faktor Yang Mempengaruhi Elastisitas Harga Permintaan

Faktor Yang Mempengaruhi Elastisitas Harga Permintaan

Faktor Yang Mempengaruhi Elastisitas Harga Permintaan
Faktor Yang Mempengaruhi Elastisitas Harga Permintaan

Ada beberapa faktor yang menentukan elastisitas harga permintaan :

  1. Tersedia atau tidaknya barang pengganti di pasar
  2. Jumlah pengguna/tingkat kebutuhan dari barang tersebut
  3. Jenis barang dan pola preferensi konsumen
  4. Periode waktu yang tersedia untuk menyesuaikan terhadap perubahan harga/periode waktu penggunaan barang tersebut.
  5. Kemampuan relatif anggaran untuk mengimpor barang

Elastisitas akan besar jika :

  1. terdapat banyak barang subsitusi yang baik
  2. harga relatif tinggi
  3. ada banyak kemungkinan-kemungkinan penggunaan barang lain

Elastisitas umumnya akan kecil, jika:

  1. benda tersebut digunakan dengan kombinasi benda lain
  2. barang yang bersangkutan terdapat dalam jumlah banyak, dan dengan harga-harga yang rendah.
  3. Untuk barang tersebut tidak terdapat barang-barang substitusi yang baik, Dan benda tersebut sangat dibutuhkan.

2.2.2 Elastisitas Silang (The Cross Price Elasticity of demand)

Elastisitas yang dikaitkan dengan harga barang lain. Elastisitas silang (Ec) mengukur persentase perubahan permintaan suatu barang sebagai akibat perubahan harga barang lain sebesar satu persen.

Untuk mengukur besarnya kepekaan permintaan suatu barang jika harga barang lain yang berubah, yaitu harga barang yang ada kaitanya dengan barang tersebut yang berupa barang komplementer dan dapat berupa barang subtitusi.

2.2.3 Elastisitas Pendapatan (The Income Elasticity of Demand)

Suatu perubahan (peningkatan/penurunan) daripada pendapatan konsumen akan berpengaruh terhadap permintaan berbagai barang, besarnya pengaruh perubahan tersebut diukur dengan apa yang disebut elastisitas pendapatan.

Elastisitas pendapatan ini dapat dihitung dengan membagi persentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan persentase perubahan pendapatan.

2.3 Elastisitas Penawaran
Didefinisikan sebagai ukuran kepekaan jumlah penawaran suatu barang dengan harga barang itu sendiri. Elastisitas penawaran mengukur persentase perubahan jumlah penawaran yang terjadi akibat persentase perubahan harga. Sebagai contoh, jika harga sebuah barang naik 10%, jumlah penawarannya naik 20%, maka koefesien elastisitas permintaannya adalah 20%/10% = 2. (Case & Fair, 1999: 119).

Pengertian Elastisitas

Pengertian Elastisitas

Pengertian Elastisitas
Pengertian Elastisitas

Pengertian Elastisitas

Dalam ilmu ekonomi, elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.

2.2. Elastisitas Permintaan

Pada dasarnya ada 3 hal yang mempengaruhi,yaitu :

Elastisitas harga Permintaan
Elastisitas Silang
Elastisitas Pendapatan
2.2.1 Elastisitas harga Permintaan

Elastisitas harga permintaan adalah suatu alat/konsep yang digunakan untuk mengukur derajat kepekaan/ respon perubahan jumlah/ kualitas barang yang dibeli sebagai akibat perubahan faktor yang mempengaruhi.

Elastisitas harga permintaan merupakan perbadingan daripada persentasi perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan pada harga di pasar, sesuai dengan hukum permintaan, dimana jika harga naik, maka kuantitas barang turun Dan sebaliknya.

Elastisitas yang dikaitkan dengan harga barang itu sendiri. Elastisitas harga(Ep) mengukur berapa persen permintaan terhadap suatu barang berubah bila harganya berubah sebesar satu persen.

elastisitas harga ini besar indeksnya/koefisiennya dapat kurang dari, sama dengan lebih besar dari satu Dan merupakan angka mutlak (absolute), sehingga permintaannya dapat dikatakan :

Tidak elastisitas (in elastic)
Unitari (unity) dan
Elastis (elastic)
Ada tiga bentuk elastisitas harga permintaan:

Apabila perubahan harga mengakibatkan perubahan yang lebih besar dari jumlah barang yang diminta, disebut dengan elastisitas yang elastis (elastic), dimana besar koefisiennya adalah lebih besar dari satu (Eh>1). Bentuk kurva permintaannya lebih landai.[ % ΔP > % Δ Q].
Apabila persentase perubahan harga sama besarnya dengan persentase perubahan jumlah barang yang diminta, disebut dengan elastisitas yang unity (unitari), dimana besar koefisiennnya adalah sama dengan satu (eh=1), bentuk kurva permintaannya membentuk sudut 45 derajat dari titik asal [% ΔP = % Δ Q].
Apabila persentase perubahan harga mengakibatkan perubahan kenaikan jumlah barang yang diminta yang lebih kecil,disebut dengan elastisitas yang in elastic dimana besar keofisiennya lebih kecil dari satu (Eh<1). Bentuk kurva permintaannya lebih vuram.. [ % ΔP < % Δ Q].
Disamping tiga bentuk elastisitasharga permintaan diatas, ada dua lagi elastisitas harga permintaan, yaitu :

Permintaan yang elastis sempurna (perfectly Elastic), ini merupakan tingkat yang paling tinggi dari kemungkinan elastisitas, dimana respon yang paling besar dari jumlahbarang yang diminta terhadap harga.
Kurva permintaan yang tidak elastis sempurna (perfectly inelastic), ini merupakan tingkat paling rendah dari elastisitas, dimana respon yang jumlah permintaan barang terhadap perubahan harga adalah sangat kecil.

Sumber : http://levitra.college/best-education-teacher-training-courses/

PERMINTAAN DAN PENAWARAN

PERMINTAAN DAN PENAWARAN

 

PERMINTAAN DAN PENAWARAN
PERMINTAAN DAN PENAWARAN
  • Teori penawaran dan permintaan

(bahasa Inggris: supply and demand) dalam ilmu ekonomi, adalah penggambarkan atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual dari suatu barang. Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisa ekonomi mikro terhadap perilaku para pembeli dan penjual, serta interaksi mereka di pasar. Ia juga digunakan sebagai titik tolak bagi berbagai model dan teori ekonomi lainnya. Model ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi antara harga dan kuantitas. Model ini mengakomodasi kemungkian adanya faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan, yang kemudian akan ditampilkan dalam bentuk terjadinya pergeseran dari permintaan atau penawaran.

Dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain.

  • Pengertian/Arti Definisi Permintaan dan Penawaran

Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.

Contoh permintaan adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot.

  • Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran

Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.

Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.

  • Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan & Penawaran

A. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan

1. Perilaku konsumen / selera konsumen

2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap

3. Pendapatan/penghasilan konsumen

4. Perkiraan harga di masa depan

5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen

B. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suply)

1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan

2. Tujuan Perusahaan

3. Pajak

4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap

5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan

Sumber : http://ledesire.shop/essential-skills-and-qualities-every-education-lecturer-needs/

Kedubes Prancis Beri Tawaran Beasiswa untuk Mahasiswa UMM

Kedubes Prancis Beri Tawaran Beasiswa untuk Mahasiswa UMM

Kedubes Prancis Beri Tawaran Beasiswa untuk Mahasiswa UMM
Kedubes Prancis Beri Tawaran Beasiswa untuk Mahasiswa UMM

Lembaga penyedia informasi beasiswa, Campus France dan Institut Français D’indonésie

, berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (23/4/2019). Kehadiran dua lembaga di bawah naungan kedutaan besar (Kedubes) Republik Prancis ini dalam rangka mensosialisaikan beasiswa studi negara di Eropa Barat ini.

Ines Schmitt, koordinator nasional Campus France untuk Indonesia mengungkapkan Prancis saat ini memiliki 325 ribu mahasiswa asing dari berbagai negara di dunia. Pada 2027, Prancis memproyeksikan akan ada 500 ribu mahasiswa internasional yang menempuh pendidikan tinggi.

“Sistem pendidikan di Prancis relatif sama dengan negara lainnya, yakni PhD ditempuh tiga tahun

, Master 2 tahun, Sarjana 3 tahun dan BTS/DUT atau lebih dikenal dengan bac+2 selama dua tahun. Prancis menjadi negara terbesar keempat yang menerima mahasiswa asing di dunia. Ini peluang besar,” katanya.

Ia menuturkan banyak beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah Prancis maupun institusi beasiswa lain. Seperti MOPGA, Eiffel Scholarship maupun Erasmus Mundus. Adapun, Prancis memiliki 3500 institut, 73 Universitas dan 220 Sekolah Bisnis.

“Beasiswa pemerintah juga diberikan kepada mahasiswa yang berminat sekolah di Prancis

,” paparnya.

Sementara Wakil Rektor I UMM, Syamsul Arifin, mengatakan saat ini UMM sedang melakukan penataan dan percepatan kualitas sumber daya manusia. Orientasi tenaga pendidik kedepan, menurut Syamsul, haruslah guru besar. Studi di Prancis, lanjutnya, merupakan kesempatan yang baik untuk jenjang karir yang gemilang

 

Baca Juga :

ITS Fasilitasi Kolaborasi Internasional Penelitian Energi Terbarukan

ITS Fasilitasi Kolaborasi Internasional Penelitian Energi Terbarukan

ITS Fasilitasi Kolaborasi Internasional Penelitian Energi Terbarukan
ITS Fasilitasi Kolaborasi Internasional Penelitian Energi Terbarukan

Didasari oleh penelitian bersama tentang energi terbarukan skala internasional, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) didapuk oleh Global Challenge Research Fund (GCRF) melalui Queen Mary University of London (QMUL) dari Inggris sebagai tuan rumah workshop Renewable Energy Production and Storage from Waste Biomass, mulai Rabu (24/4) hingga Jumat (26/4).

Bertempat di Ruang Sidang Utama Rektorat ITS, gelaran ini juga dihadiri oleh Prof Alan Drew dari QMUL selaku project leader dari GCRF. Workshop ini menghadirkan para peneliti dari Inggris, Indonesia dan Malaysia untuk melakukan kolaborasi internasional penelitian tentang produksi energi terbarukan dan penyimpanannya dari limbah biomassa.

Ketua panitia workshop, Prof Dr Darminto MSc menjelaskan, kegiatan workshop ini

didukung sepenuhnya oleh GCRF untuk mengembangkan kolaborasi penelitian internasionalnya yang terjalin antara antara QMUL, Universiti Sains Malaysia (USM), dan RIKEN Nishina Center. Termasuk pendanaan untuk penyelenggaraan workshop dan penelitian yang dilakukan nantinya.

Penelitian ini salah satunya akan dilakukan di wilayah Asia Tenggara, sehingga diharuskan menggandeng juga partner di Asia Tenggara untuk bisa melakukan penelitiannya. “Karena penelitian ini juga harus menggandeng perguruan tinggi di Asia Tenggara, maka RIKEN Nishina Center mengajak untuk menggandeng perguruan tinggi di Indonesia yang sudah menjadi konsorsiumnya selama ini,” terang guru besar Fisika ITS ini

Darminto melanjutkan, RIKEN Nishina Center sendiri merupakan badan riset di Jepang.

Terdapat lima perguruan tinggi di Indonesia yang telah membentuk konsorsium dan melakukan kerja sama dengan badan riset tersebut. Yakni ITS, Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). “Oleh sebab itu, kelima PTN tersebut ikut serta dalam workshop ini dan terlibat dalam penelitian,” ujar lelaki yang ahli dalam bidang superkonduktivitas dan nanomaterial tersebut.

Sementara itu, menurut Prof Alan Drew, kolaborasi project penelitian dengan mitra

perguruan tinggi di Indonesia ini merupakan kali pertamanya dilakukan oleh QMUL. “Kami sudah banyak melakukan kerjasama penelitian dengan sejumlah perguruan tinggi di berbagai negara, dan ini kali pertamanya dengan perguruan tinggi di Indonesia,” jelasnya. Ke depannya, ia juga berencana untuk menggandeng perguruan tinggi di Vietnam dan Thailand untuk pengembangan penelitiannya tersebut.

Penelitian tentang energi terbarukan ini sendiri merupakan project dari QMUL yang mendapatkan pendanaan dari Pemerintah Inggris yang disalurkan melalui GCRF. Selanjutnya, QMUL menggandeng sejumlah mitra perguruan tinggi di berbagai negara untuk mengembangkan penelitiannya tersebut. Termasuk dengan perguruan tinggi di Indonesia melalui RIKEN Nishina Center yang juga merupakan mitra riset QMUL.

 

Sumber :

https://s.id/890cK

Setelah Nilai Keluar, Ini yang Harus Dilakukan Peserta UTBK

Setelah Nilai Keluar, Ini yang Harus Dilakukan Peserta UTBK

Setelah Nilai Keluar, Ini yang Harus Dilakukan Peserta UTBK
Setelah Nilai Keluar, Ini yang Harus Dilakukan Peserta UTBK

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2019 memiliki format

yang relatif berbeda. Jika tahun-tahun sebelumnya, seleksi dilakukan bersamaan dan peserta dapat menentukan tujuan kampus yang diinginkan.

Dalam format terbaru tahun ini, peserta diminta tes dulu bertahap dalam beberapa sesi

dengan model berbasis komputer untuk kemudian nilainya digunakan mendaftar di jurusan dan PTN yang diinginkan.

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) memiliki banyak keunggulan, selain lebih transparan dan terukur secara proses, nilai juga dapat diketahui lebih cepat, hanya kurang lebih 10 hari setelah tes. Bagi peserta yang mengikuti UTBK sesi pertama 13 April 2019, sudah bisa mendapatkan nilainya.

Slamet Setiawan, P.hd, Koordinator Pelaksana UTBK Unesa, mengatakan

, mulai banyak peserta yang ingin tahu terkait dengan kelanjutan pendaftaran. Melalui laporan tim humas, ia mengaku menerima banyak pertanyaan tentang kapan nilainya, berapa standar nilai dan lain terkait kelanjutan pasca tes.

 

Sumber :

https://s.id/8909H

Ratusan Guru Diniyah Berebut Beasiswa S2 IAIN Jember

Ratusan Guru Diniyah Berebut Beasiswa S2 IAIN Jember

Ratusan Guru Diniyah Berebut Beasiswa S2 IAIN Jember
Ratusan Guru Diniyah Berebut Beasiswa S2 IAIN Jember

Ratusan orang guru madrasah diniyah berebut kesempatan memasuki program Pasca Sarjana Institut Agama Islam Negeri Jember

untuk Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) tahun ini.

Sebanyak 332 otang mendaftarkan diri, dan tak hanya berasal dari Jawa Timur tapi juga luar Jawa. “Kami dipercaya menjadi mitra Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menyelenggarakan program beasiswa bagi guru madrasah diniyah,” kata Rektor IAIN Jember Babun Suharto, sebagaimana dilansir Humas dan Protokol IAIN Jember, Selasa (23/7/2019).

Mereka mengikuti ujian tulis berbasis komputer kemarin. Tujuannya agar tidak ada proses titipan.

“Semuanya berjalan dengan transparan. Tidak ada subjektifitas dalam proses ujian ini,” kata Babun.
Baca Juga:

IAIN Jember Boleh Pakai Nama KH Achmad Shiddiq, Asal…
UIN KHAS Jember Integrasikan Iptek dan Ilmu Agama
Forum Rektor PTKIN Tidak Usulkan Nama Calon Menag ke Presiden
Rektor IAIN Jember: Tolak People Power, NKRI Harga Mati

Selain tes berbasis komputer, calon mahasiswa juga akan menjalani tes wawancara

Mereka akan mempresentasikan naskah proposal tesis maupun disertasi di depan para penguji. Nanti nilainya akan digabung. “Nanti akan terlihat sejauh mana kesiapan masing- masing peserta dalam proses wawancara tersebut,” tambah Babun.

Dari ratusan pelamar, akan diambil 20 orang pada tahap akhir. Pengumuman diserahkan kepada Pemprov Jatim.

 

Baca Juga :