Pendidikan

Sekolah Kejuruan di Amerika

Sekolah Kejuruan di Amerika

Sekolah Kejuruan di Amerika
Sekolah Kejuruan di Amerika

Sekolah kejuruan atau vocational school banyak terdapat di Amerika bagi siswa yang tidak bermaksud melanjutkan pendidikan tinggi di universitas atau perguruan tinggi.

Sekolah kejuruan ini menekankan pendidikan praktis bagi siswa tamatan SMA. Tujuannya, supaya setelah belajar di sekolah itu, siswa bisa langsung mencari pekerjaan di bidang yang terkait.

Sekolah kejuruan bukan hanya untuk anak-anak muda yang ingin langsung bekerja, tapi juga bisa dimanfaatkan oleh orang dewasa yang sudah pensiun atau yang berhenti dari satu pekerjaan, supaya ia bisa kembali bekerja dalam bidang yang lain.
/**/ /**/ /**/ Odaliz Soto dari San Sebastian, Puerto Rico, memberi isyarat untuk menyambut siswa-siswi TK di SD Parmelee di Kota Oklahoma, 31 Juli 2015. Soso adalah satu dari 14 guru yang direkrut dari Puerto Rico oleh Sekolah Negeri Kota Oklahoma.
BACA JUGA:

AS Kekurangan Guru Berbahasa Asing

Pelajaran yang diperoleh dari sekolah kejuruan difokuskan pada kepandaian atau keterampilan untuk bekerja dalam bidang industri tertentu, tanpa harus mengambil mata-mata kuliah yang tidak berhubungan langsung dengan pekerjaan yang diminati.

Sekolah kejuruan biasanya memberikan kursus-kursus pendek selama 10 minggu atau kurang, tapi ada juga yang bisa berlangsung sampai dua tahun.

Sejumlah negara bagian menyediakan sekolah kejuruan pada apa yang disebut community college. Community college adalah semacam lembaga pendidikan non-universitas atau untuk persiapan bagi siswa yang akan melanjutkan pelajaran ke tingkat yang lebih tinggi. Untuk itu angka-angka ujian yang diperoleh di community college bisa ditransfer ke universitas sebagai syarat masuk.
Ricky Eaton, 16, sedang membuat kursi di sekolah kejuruan di Pulau Penikese, Juni 2005.
Ricky Eaton, 16, sedang membuat kursi di sekolah kejuruan di Pulau Penikese, Juni 2005.

​Community college bisa mengeluarkan sertifikat, diplom

a atau pun associate degree, yang di Amerika diartikan sebagai undergraduate degree, yang bisa diperoleh setelah belajar selama dua atau tiga tahun setelah SMA. Atau dengan kata lain, undergraduate degree adalah tingkat kualifikasi antara diploma SMA dengan diploma bachelor’s degree.

Di Indonesia ada lebih dari 20 jenis bachelor’s degree, misalnya Sarjana Psikologi, Sarjana Teknik, Sarjana Sains dan Sarjana Farmasi.

Kembali ke sekolah kejuruan atau vocational school, di Amerika biasanya pelajaran hanya dipusatkan pada satu bidang saja, seperti keterampilan automotif atau bidang perawatan kesehatan.

Sekolah kejuruan kosmetologi, misalnya, juga memberikan pelajaran dalam bidang terkait seperti penata rambut, tukang cukur, dan perawatan kuku.
/**/ /**/ /**/ Beberapa siswa SMA di California menciptakan program perdagangan saham virtual.
BACA JUGA:

Para Siswa di California Ciptakan Bursa Saham Virtual

Ada juga sekolah kejuruan yang memberikan berbagai mata pelajaran yang tidak terkait dengan pelajaran utama, seperti kursus dalam bidang pertanian, pekerjaan kantor atau keterampilan teknis.

Contoh kepandaian atau keterampilan yang bisa diperoleh dari sekolah kejuruan adalah teknik pengelasan, teknik saluran air, pertukangan kayu, tukang kunci dan tukang listrik. Kemudian ada juga pelajaran untuk menjadi montir mobil atau sepeda motor, merangkai bunga, menjadi pekerja hotel dan restoran, dan menjadi medical transcriber, yaitu orang yang menuliskan laporan-laporan lisan yang disampaikan dokter setelah memeriksa keadaan pasien. Untuk keahlian ini, orang harus tahu banyak istilah kedokteran, kata-kata singkatan dan nama-nama obat yang umum diresepkan oleh dokter.

Syarat-syarat masuk sekolah kejuruan ini adalah umur paling rendah 16 atau 17 tahun, punya diploma sekolah menengah atas atau selesai menjalani program belajar di rumah yang diakui oleh lembaga pendidikan setempat. Sekolah kejuruan di Amerika pada umumnya adalah lembaga pendidikan swasta, walaupun ada juga yang ditawarkan oleh community college. [

 

Baca Juga :

Mewariskan Toleransi Kampung Sawah ke Anak Muda

Mewariskan Toleransi Kampung Sawah ke Anak Muda

Mewariskan Toleransi Kampung Sawah ke Anak Muda
Mewariskan Toleransi Kampung Sawah ke Anak Muda

Semangat dua puluhan siswa-siswi SMA ini tidak surut meski siang terik menerpa Kampung Sawah. Siang itu, peserta dari berbagai agama ini mengunjungi rumah-rumah ibadah dan bertemu para pemimpin agama.

Tiga rumah ibadah hadir berdampingan di Jl. Raya Kampung Sawah. Masjid Agung Jauhar Yasfi, gereja GKP Kampung Sawah, dan gereja paroki St. Servatius, membentuk apa yang warga setempat sebut “segitiga emas”.

Seorang peserta muslim, Nadya Risma, mengaku terkesan dengan perjalanan ini. Dia mengaku baru pertama kali melihat isi gereja.

“Kesan pertamanya oh gini toh gereja tuh. Oh begini cara ibadahnya. Oh begini sejarah-sejarahnya,” ujarnya kepada VOA di lokasi tur.

Di masing-masing rumah ibadah, para peserta belajar langsung sejarah rumah ibadah dan sepintas ajaran agama tersebut. Tak lupa, para pemuka agama juga mengedepankan kisah-kisah kebersamaan warga Kampung Sawah yang lintas-agama. Misalnya, gereja dan masjid saling menyediakan lahan parkir ketika ada hari raya keagamaan. Rumah-rumah ibadah ini juga saling mengatur volume pengeras suara ketika ada adzan di hari raya Kristen.
/**/ /**/ /**/ Warga Muslim menjalankan salat Jumat di masjid Istiqlal yang letaknya berseberangan dengan Gereja Katedral di Jakarta (foto: ilustrasi).
BACA JUGA:

Karena Beda Agama, Slamet Jumiarto Ditolak Tinggal di Desa Pleret Bantul

Uniknya lagi, silaturahmi warga Kampung Sawah dibalut corak budaya Betawi yang kental. Anak-anak belajar pencak silat, sementara budaya berbalas pantun terus dilestarikan dalam hari-hari besar. Baju koko dan kopiah pun, yang khas Betawi, menjadi pakaian umum bagi warga dari agama apapun.

Mendengar itu semua, Nadya mulai memahami apa itu toleransi di Kampung Sawah.

“Toleransi di Kampung Sawah itu kayaknya saling menghargai banget. Di sini kan ada tiga tempat ibadah yang berdampingan. Tadi dikasih tahu sejarah-sejarahnya. Wah, mereka bisa jaga toleransi,” ungkapnya.
Wakil Ketua Dewan Paroki Servatius, Mathius Nalih Ungin, mengatakan tur budaya ini sangat baik untuk menanamkan jiwa kebersamaan. (Foto: VOA/Rio Tuasikal)
Wakil Ketua Dewan Paroki Servatius, Mathius Nalih Ungin, mengatakan tur budaya ini sangat baik untuk menanamkan jiwa kebersamaan. (Foto: VOA/Rio Tuasikal)

Hal senada disampaikan peserta Kristen Protestan, Renata Yufian, yang mengatakan telah mempelajari banyak hal baru.

“Sebenarnya sih awalnya ikutnya karena dipaksa ya. Tapi setelah ikut ternyata bisa menambah pengalaman, ya wawasannya jadi lebih luas,” ujarnya yang mengaku terkesan dengan tempat ibadah agama lain.

Selain tiga rumah ibadah itu, mereka juga mengunjungi Vihara Tridharma Pondok Gede dan Pura Satya yang semuanya di sekitar Kampung Sawah.

Tur Kampung Sawah Berupaya Tanamkan Toleransi

 

Tur budaya ini sangat baik untuk menanamkan jiwa kebersamaan, ujar Wakil Ketua Dewan Paroki Servatius, Mathius Nalih Ungin, yang menyambut anak-anak ini di gereja katolik.

“Artinya dalam kondisi yang semuda ini sudah diajak untuk tur budaya dan religi. Karena masing-masing bisa mengunjungi tempat-tempat ibadah dari masing-masing agama khususnya yang ada di Kampung Sawah,” ungkapnya saat menyambut para peserta.
/**/ /**/ /**/ Tokoh Islam di Kampung Sawah Rahmaddin Afif (Foto: VOA/Fathiyah).
BACA JUGA:

Kerukunan Umat Beragama di Kampung Sawah

Rahmaddin Afif, tokoh Islam yang juga pengurus masjid Jauhar Yasfi, mengatakan nilai toleransi harus ditanamkan kepada kelompok muda. Sebab, mereka adalah generasi penerus.

“Tanamkan bahwa semua kita adalah sebangsa dan setanah air itu bersaudara. Itu saja pesan kita,” ujarnya selepas menyambut para peserta di masjid.

Penyelenggara tur, Koko Jali dan Yakoma PGI, berharap tur ini bisa jadi ruang perjumpaan antara jemaat di akar rumput. Sebab selama ini toleransi beragama biasanya dilakukan di level tokoh agama.

“Yang harus dilakukan itu bukan hanya tokoh-tokoh agamanya. Kalau tadi kita banyak ngobrol dan lihat, mereka selalu bilang tokoh-tokoh agamanya saja yang ketemu. Tapi jarang sekali jemaatnya untuk saling bertemu. Nah makanya ini bagian Kecil untuk terus dilestarikan,” ujar Max Andrew, panitia acara.

 

Sumber :

https://www.behance.net/ojelhtcman4fb2

Anies Baswedan: Guru Ujung Tombak Pendidikan

Anies Baswedan: Guru Ujung Tombak Pendidikan

Anies Baswedan Guru Ujung Tombak Pendidikan
Anies Baswedan Guru Ujung Tombak Pendidikan

Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan menilai guru merupakan ujung tombak

masalah pendidikan di Indonesia, sebab edukasi merupakan proses interaksi antarmanusia.

“Jika kita memperhatikan kualitas, distribusi dan kesejahteraan guru, saya rasa kita bisa menyelesaikan sebagian masalah pendidikan di Indonesia,” kata Anies dalam Diskusi Publik ‘Nasionalisme dan Masa Depan Pendidikan Kita’ yang diadakan MAARIF Institute, di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (23/10) malam.

Dia mengatakan sistem pendidikan Indonesia saat ini belum memberikan apresiasi khusus kepada guru, padahal apresiasi terhadap guru mencerminkan bagaimana seseorang mengapresiasi masa depan bangsa.

Apresiasi terhadap guru, menurut Anies, tidak selalu harus berbicara gaji, n

amun juga mengenai komponen pengembangan guru itu sendiri.

“Penanaman nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan yang sentralistik bisa terjadi apabila guru berkualitas,” kata dia.

Selain itu, menurut dia, perlu juga dilihat pendidikan sisi nonformal, yakni melalui orang tua. Anies menilai seringkali pendidikan oleh orang tua dilupakan.

“Orang tua adalah pendidik yang penting, sehingga orang tua ini perlu dijangkau oleh sistem pendidikan kita.

Sekarang orang tua diundang datang ke sekolah biasanya untuk sumbangan,

padahal sudah waktunya diundang untuk bicara bersama-sama mengenai pendidikan,” beber dia.

Dia mengatakan pembicaraan antara sekolah dengan orang tua perlu dilakukan sejak tahap sekolah dasar, sebab sekolah dasar memiliki sebaran yang sangat luas.

Sementara itu masalah-masalah lain yang tidak kalah penting, menurut dia, infrastruktur pendidikan yang saat ini masih belum mumpuni, serta materi pendidikan sekolah dasar yang dinilai bertujuan menjadikan masyarakat sebagai orang urban.

“Materi-materi di buku sekolah dasar selalu memakai contoh gedung-gedung yang tinggi, sehingga dampaknya materi dan cara mengajar berorientasi menjadikan anak didik sebagai masyarakat urban atau masyarakat perkotaan. Padahal Indonesia ini bukan hanya penduduk urban,” kata dia.

 

Sumber :

https://forums.adobe.com/people/danuaji88

pengertian motivasi

pengertian motivasi

pengertian motivasi

Pada dasarnya motivasi adalah

suatu usaha yang disadari untuk menggerakkan, menggarahkan dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu. Motivasi ini sangat penting karena merupakan salah satu faktor dalam menggerakkan diri untuk melakukan sesuatau yang ia minati.

Nasar (2004) memberikan gambaran tentang pengertian motivasi belajar yang dikemukakan oleh para ahli, yang bisa dijelaskan sebagai berikut:

Menurut Clayton Alderfer

Motivasi belajar adalah kecenderungan siswa dalam melakukan kegiatan belajar yang didorong oleh hasrat untuk mencapai prestasi atau hasil belajar sebaik mungkin

 

Menurut Frederick J. Mc Donald

Motivasi belajar adalah suatu perubahan tenaga di dalam diri seseorang (pribadi) yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan

 

Menurut Abraham Maslow

Motivasi belajar juga merupakan kebutuhan untuk mengembangkan kemampuan diri secara optimum, sehingga mampu berbuat yang lebih baik, berprestasi dan kreati

 

Sedangkan menurut Thursan Hakim (h: 26) motivasi adalah

suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan terterntu. Sedangkan menurut Amir Daim Indrakusuma (Dalam Sri Habsari, 2005) motivasi merupakan kekuatan yang dapat memberikan dorongan pada kegiatan yang di kehendaki dengan asas dan tujuan yang hendak dimaksudkan.

Dari berbagai keterangan di atas dapat di simpulkan bahwa motivasi adalah  adalah kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu dengan senang dan sungguh-sungguh, yang pada gilirannya akan terbentuk sikap mental positif untuk melakukan sesuatu halyang terbaik.

Baca Juga :

Peranan Peserta Didik Dalam Pendidikan

Peranan Peserta Didik Dalam Pendidikan

Peranan Peserta Didik Dalam Pendidikan
Peranan Peserta Didik Dalam Pendidikan

Dalam dunia pendidikan peserta didik berperan sebagai organisme

yang rumit yang mempunyai  kemampuan luar biasa untuk tumbuh. Peranan peserta didik adalah belajar bukan untuk mengatur pelajaran. Peserta didik dituntut aktif belajar dalam rangka mengkontruksi pengetahuannya, dan karena itu peserta didik sendirilah yang harus bertanggung jawab atas hasil belajarnya. (Wahyudin, 2002).


Implikasi dari konsep perkembangan individu terhadap pendidikan antara lain:

  1. Sebab perkembangan individu semenjak lahir tidak mengalir ibarat aliran air melainkan berlangsung secara bertahap, yang mana setiap tahap perkembangan mempunyai sifatnya sendiri, memunculkan masalah atau krisis-krisis tertentu yang berbeda dari tahapan sebelumnya, setiap tahap mengandung tugas-tugas perkembangan tertentu yang harus diselesaikannya, yang mana jika tugas-tugas perkembangan pada tahapannya tidak diselesaikan dengan baik maka akan berakibat negatif terhadap perkembangan selanjutnya maka individu memerlukan pendidikan untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas perkembangan sesuai tahap perkembangannya, dan sebab itu pula individu akan dapat didik.
  2. Dalam konteks ini maka pendidikan merupakan upaya membantu peserta didik untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas perkembangan sesuai dengan tahap perkembangannya

Tahap perkembangan peserta didik

mengandung tugas-tugas perkembangan yang harus diselesaikannya, serta mengimplikasikan kemampuan dan kesiapan belajarnya. Karena itu, keberhasilan pendidik dalam melaksanakan peranannya akan dipengaruhi oleh pemahamannya tentang perkembangan peserta didik serta emampuan mengaplikasikannya dalam praktik pendidikan.

 

Karena keberhasilan peserta didik menyelesaikan tugas-tugas

perkembangan pada tahapannya akan mempengaruhi keberhasilan penyelesaian tugas-tugas perkembangan pada tahap perkembangan selanjutnya maka pendidikan yang dilaksanakan menyimpang dari tahapan dan tugas-tugas perkembangan individu peserta didik. (Wahyudin, 2002)

Sumber : https://uberant.com/article/556687-definition-of-text-review-and-examples/

Pengertian Manajemen

Pengertian Manajemen

Pengertian Manajemen
Pengertian Manajemen

Menurut Effendi (dalam Mulyono, 2008)

manajemen berasal dari kata kerja “manage”. Kata ini, menurut kamus the random house dictinary og the english language, callege edition, berasal dari kata  bahasa italia “managg (iare)” yang bersumber dari bahasa latin “manus” yang berarti “tangan”. Secara hafiah manegg (iare) berarti “manangani atau melatih kuda”. Sementara secara maknawiah berarti “memimpin, membimbing atau mengatur”.

Kerja bahasa inggris “to manage

Ada juga yang berpendapat bahwa manajemen berasal dari kata kerja bahasa inggris “to manage” yang sinonim dengan to hand, to control, dan to guide (menguras, memeriksa, dan memimpin). Untuk itu dari kata ini manajemen dapat diartikan pengurus, pengendalian, memimpin atau membimbing.

Dibawah ini beberapa pendapat tentang menjelaskan tentang pengertian manajemen :

  1. George R. Terry menyatakan “management is a distince process consisting og planning, org
  2. anizing, actuating, and controllin georformen to determine and accomplish stated objectives by use of human being an other resources (manajemen merupakan proses yang khas, yang terdiri dari tindakan, perencanaan pengorganisasian, penggiatan dan pengawasan, yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai pemanfaatn sumber daya manusia dan sumber-sumber lain).
  3. Sandang P. Siogian mengatakan “manajemen adalah kemampuan dan ketrampilan untuk memperoleh hasil dalam rangka mencapai tujuan melalui kegiatan orang lain.
  4. Melayu S.P Hasibuan menyatakan “manajemen adalah Ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya yang lain secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan tertentu (Mulyono, 2008).

Sedangkan Menurut H. Koonez & O’Dannel

dalam bukunya principles of management dikemukakan bahwa manajemen berhubungan dengan pencapaian tujuan yang dilakukan melalui orang lain (Purwoko: 2008)

Dengan demikian, dapat dipahami bahwa manajemen adalah sudut proses yang khas terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan serta evaluasi bersama dengan memberdayakan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.

Sumber : https://insightmaker.com/article/170742/How-To-Prevent-Air-And-Soil-Pollution

Pelaksanaan Politik Liberal

Pelaksanaan Politik Liberal

Pelaksanaan Politik Liberal

Tenaga Kerja

Penanaman modal di Indonesia, sebagian besar diarahkan untuk pembangunan perkebunan-perkebunan yang dapat menghasilkan komoditi yang diperlukan bagi bahan dasar industri. Lalu dibangunlah perkebunan- perkebunan yang sebagian besar dibangun di daerah Jawa dan Sumatera. Pembangunan perkebunan ini membutuhkan tenaga kerja yang akan digunakan untuk mengurus perkebunan. Dengan demikian, banyak penduduk yang diangkat menjadi tenaga kerja perkebunan, bahkan untuk perkebunan di Sumatera diangkat tenaga kerja yang berasal dari Jawa. Terjadilan arus transmigrasi dari pulau Jawa ke Sumatera yang dilakukan secara paksa. Bahkan ada di antara orang-orang Jawa ini yang dikirim ke daerah Madagaskar dan Suriname.

Eksploitasi yang dilakukan oleh para kapitalis terhadap penduduk Indonesia dilakukan dengan gaya baru. Para pekerja dipaksa untuk bekerja di perkebunan-perkebunan dengan upah yang sangat minim dengan beban kerja yang sangat tinggi. Mereka tidak bisa menghindar dari ketentuan tersebut karena mereka terikat kontrak kerja. Pada tahun 1881, pemerintah kolonial Belanda mengeluarkan undang-undangKoelie Ordonantie yang mengatur para pekerja. Berdasarkan undang-undang tersebut, para kuli bekerja sesuai dengan kontrak. Bagi mereka yang melanggar ketentuan tersebut akan dijatuhkan hukuman berupa poenale sanctie. Para pengusaha diberikan kewenangan dan hak yang besar untuk memperlakukan dan menjatuhkan hukuman para pekerja sesuai dengan keinginannya.

Untuk mendukung program perkebunan tersebut, pemerintah kolonial Hindia Belanda membangun berbagai prasarana, seperti irigasi, waduk, jalan raya, jalan kereta api, serta pelabuhan-pelabuhan. Pembangunan sarana-sarana tersebut seringkali memakan korban jiwa yang sangat banyak dari penduduk Indonesia karena mereka dipekerjakan secara paksa. Akan tetapi dengan pembangunan prasarana tersebut, terutama pembangunan jaringan jalan raya telah menimbulkan pengaruh bagi tumbuhnya mobilitas penduduk. Pembangunan jalan raya dan kereta api memungkinkan pertumbuhan dan hubungan antarkota secara cepat. Dampaknya adalah lahirnya kota-kota baru di daerah pedalaman seperti Malang, Bandung, Sukabumi, dan sebagainya. Lahirnya kota-kota baru tersebut memicu pertumbuhan urbanisasi yaitu gerak perpindahan penduduk dari desa ke kota.

 

Kemajuan Ekonomi

Selama zaman Liberal (1870–1900), usaha-usaha perkebunan swasta Barat mengalami kemajuan pesat dan mendatangkan keuntungan yang besar bagi pengusaha. Kekayaan alam Indonesia mengalir ke Negeri Belanda. Akan tetapi, bagi penduduk pribumi, khususnya di Jawa telah membawa kemerosotan kehidupan dan kemunduran tingkat kesejahteraan. Hal ini sangat terasa sejak adanya krisis perkebunan tahun 1885 yang mengakibatkan uang sewa tanah dan upah pekerja di pabrik serta perkebunan menurun.

 

Akibat Politik Liberal

Tahun 1885 perkembangan tanaman perdagangan mulai berjalan lamban dan terhambat, karena jatuhnya harga-harga gula dan kopi di pasaran dunia. Dalam tahun 1891 harga tembakau turun drastis, sehingga membahayakan perkebunan-perkebunan tembakau di Deli, Sumatera Timur. Krisis tahun 1885 mengakibatkan terjadinya reorganisasi dalam kehidupan ekonomi Hindia-Belanda. Perkebunan-perkebunan besar tidak lagi sebagai usaha milik perseorangan, tetapi direorganisasi sebagai perseroan-perseroan terbatas. Pimpinan perkebunan bukan lagi pemiliknya secara langsung, tetapi oleh seorang manager, artinya seorang pegawai yang digaji dan langsung bertanggungjawab kepada direksi perkebunan yang biasa dipilih dan diangkat oleh pemilik saham.

Krisis perdagangan tahun 1885 juga mempersempit penghasilan penduduk jawa, baik uang berupa upah bagi pekerjaan di perkebunan-perkebunan maupun yang berupa sewa tanah. Politik kolonial baru yaitu colonial-liberal, semakin membuat rakyat menjadi miskin. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor :

  1. Kemakmuran rakyat ditentukan oleh perbandingan antara jumlah penduduk dan faktor – faktor produksi lainnya seperti tanah dan modal.
  2. Tingkat kemajuan rakyat belum begitu tinggi, akibatnya mereka menjadi umpan kaum kapitalis. Mereka belum mengenal sarekat kerja dan koperasi untuk memperkuat kedudukan mereka.
  3. Penghasilan rakyat masih diperkecil oleh system voorschot (uang muka)
  4. Kepada rakyat Jawa dipikulkan the burden of empire (pajak /beban kerajaan). Sebagai akibat politik tidak campur tangan Belanda terhadap daerah luar jawa, pulau Jawa harus membiayai ongkos-ongkos pemerintahan gubernmen diseluruh Indonesia.
  5. Keuntungan mengalir di negeri Belanda, pemerintah juga tidak menarik pajak dari keuntungan – keuntungan yang didapat para pengusaha kapaitalis. Pemerintah menganut system pajak regresif, yang sangat memberatkan golongan berpendapatan rendah.
  6. Meskipun system tanam paksa telah dihapuskan tetapi politik batig-slot belum ditinggalkan.
  7. Krisis tahun 1885 mengakibatkan terjadinya pinciutan dalam kegiatan pengusaha-pengusaha perkebunan gula, yang berarti menurunnya upah kerja sewa tanah bagi penduduk. Krisis ini diperberat dengan timbulnya penyakit sereh pada tanaman tebu, sehingga akhirnya pulau Jawa dalam waktu lama dijauhi oleh kaum kapitalis Belanda.

Baca Juga : 

Indonesia Masa Pendudukan kolonial Belanda

Indonesia Masa Pendudukan kolonial Belanda

Indonesia Masa Pendudukan kolonial Belanda
Indonesia Masa Pendudukan kolonial Belanda

Pelaksanaan politik kolonial liberal di Indonesia

tidak terlepas dari perubahan politik Belanda. Pada tahun 1850, golongan liberal di negeri Belanda mulai memperoleh kemenangan dalam pemerintahan. Kemenangan itu diperoleh secara mutlak pada tahun 1870, sehingga tanam paksa dapat dihapuskan. Mereka berpendapat bahwa kegiatan ekonomi di Indonesia harus ditangani oleh pihak swasta. Pemerintah hanya mengawasi saja, yaitu hanya sebagai polisi penjaga malam yang tidak boleh campur tangan dalam bidang ekonomi. Sistem ini akan menumbuhkan persaingan dalam rangka meningkatkan produksi perkebunan di Indonesia. Dengan demikian pendapatan negara juga akan bertambah banyak.

Untuk mewujudkan sistem tersebut, pada tahun 1870 di Indonesia dilaksanakan politik kolonial liberal atau sering disebut “politik pintu terbuka” (open door policy). Sejak saat itu pemerintahan Hindia Belanda membuka Indonesia bagi para pengusaha swasta asing untuk menenemkan modalnya, khususnya di bidang perkebunan. Pelaksanaan sistem liberal ini ditandai dengan keluarnya Undang-Undang De Waal, yaitu Undang-undang Agraria dan Undang-Undang Gula. Undang-Undang Gula (Agrarische Wet) menjelaskan, bahwa semua tanah di Indonesia adalah milik pemerintah kerajaan Belanda.

Sistem Pelaksanaan Politik Liberal adalah sebagai berikut :

  1. Penghapusan Sistem Tanam Paksa
  2. Memperluas Penanaman Modal Pengusaha Swasta Belanda
  3. Diberlakukan undang-undang baru pada tahun 1870 untuk menunjang usaha perkebunan, antara lain: UU Agraria(Agrarische Wet), Pernyataan Hak Tanah (Domein Verklaring, dan UU Gula (Suiker Wet)
  4. Mengubah status kepemilikan tanah dan tenaga kerja Tanah dan tenaga kerja dianggap sebagai milik perorangan (pribadi). Tanah dapat disewakan dan tenaga kerja dapat dijual. Jadi, ada kebebasan dalam memanfaatkan tanah dan tenaga kerja.
  5. Meluaskan peredaran uang
  6. Mulai dikenal sistem upah yang diperoleh bila mereka menyewakan tanah dan bekerja di perkebunan dan pabrik.
  7. Membangun sarana perhubungan Perhubungan darat dan laut dikembangkan untuk memudahkan pengangkutan hasil perkebunan. Jalan raya, jalan kereta api, jembatan, pelabuhan, dan sarana lainnya dibangun untuk mempercepat pengangkutan dan perpindahan penduduk ke tempat lain.

Lahirnya Undang-Undang Agraria

Pada tahun 1860-an politik batig slot (mencari keuntungan besar) mendapat   pertentangan   dari   golongan   liberalis   dan   humanitaris. Kaum   liberal   dan   kapital   memperoleh   kemenangan   di   parlemen. Terhadap   tanah   jajahan   (Hindia   Belanda),   kaum   liberal   berusaha memperbaiki   taraf kehidupan   rakyat   Indonesia.   Keberhasilan tersebut   dibuktikan   dengan   dikeluarkannya   Undang-Undang Agraria tahun 1870. Pokok-pokok UU Agraria tahun 1870 berisi:

  1. Pribumi diberi hak memiliki tanah dan menyewakannya kepada pengusaha  swasta.
  2. Pengusaha   dapat   menyewa   tanah   dari   gubernemen   dalam jangka waktu 75 tahun.

Dikeluarkannya UU Agraria ini mempunyai tujuan yaitu

untuk memberi kesempatan dan jaminan kepada swasta asing (Eropa) untuk membuka usaha dalam bidang perkebunan di Indonesia, dan melindungi hak atas tanah penduduk agar tidak hilang (dijual).
UU Agraria tahun 1870 mendorong pelaksanaan politik pintu terbuka yaitu membuka Jawa bagi perusahaan swasta. Kebebasan dan keamanan para pengusaha dijamin. Pemerintah kolonial hanya memberi kebebasan para pengusaha untuk menyewa tanah, bukan untuk membelinya. Hal ini dimaksudkan agar tanah penduduk tidak jatuh ke tangan asing. Tanah sewaan itu dimaksudkan untuk memproduksi tanaman yang dapat diekspor ke Eropa.

Selain UU Agraria 1870, pemerintah Belanda juga mengeluarkan   Undang-Undang Gula (Suiker Wet) tahun 1870. Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada para pengusaha perkebunan gula. Isi dari UU ini yaitu:

  1. Perusahaan-perusahaan gula milik pemerintah akan dihapus secara bertahap.
  2. Pada   tahun   1891   semua   perusahaan   gula   milik   pemerintah harus sudah diambil alih oleh swasta.

Dengan adanya UU Agraria dan UU Gula tahun 1870, banyak swasta asing yang menanamkan modalnya di Indonesia, baik dalam usaha perkebunan maupun pertambangan. Berikut ini beberapa perkebunan asing yang muncul di Indonesia :

  1. Perkebunan tembakau di Deli, Sumatra Utara.
  2. Perkebunan tebu di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
  3. Perkebunan kina di Jawa Barat.
  4. Perkebunan karet di Sumatra Timur.
  5. Perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara.
  6. Perkebunan teh di Jawa Barat dan Sumatera Utara.

Politik pintu terbuka yang  diharapkan   dapat   memperbaiki kesejahteraan rakyat, justru membuat rakyat semakin menderita. Eksploitasi terhadap sumber-sumber pertanian maupun tenaga manusia semakin hebat. Rakyat semakin menderita dan sengsara. Adanya UU Agraria memberikan pengaruh bagi kehidupan rakyat, seperti   berikut:

  1. Dibangunnya fasilitas perhubungan dan irigasi.
  2. Rakyat menderita dan miskin.
  3. Rakyat  mengenal   sistem   upah   dengan   uang,   juga   mengenal barang-barang ekspor dan impor.
  4. Timbul  pedagang  perantara, Pedagang-pedagang tersebut pergi ke  daerah   pedalaman,   mengumpulkan   hasil   pertanian dan menjualnya kepada grosir.
  5. Industri   atau   usaha   pribumi   mati   karena   pekerja-pekerjanya banyak yang pindah bekerja di perkebunan dan pabrik-pabrik.

Sumber : https://topsitenet.com/article/213046-definition-of-text-review-and-examples/

Dampak Positif dan Negatif Penyemprotan Pestisida

Dampak Positif dan Negatif Penyemprotan Pestisida

Dampak Positif dan Negatif Penyemprotan Pestisida
Dampak Positif dan Negatif Penyemprotan Pestisida

Apa sih Pestisida itu?

  • Pestisida adalah substansi kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama.

 

Tujuannya?

  • Penggunaan pestisida ditujukan bukan untuk memberantas atau membunuh hama, namun lebih dititikberatkan untuk mengendalikan hama sedemikian rupa hingga berada dibawah batas-ambang.

(Faizal, 2010).

 

Dampak Positif Pestisida:

  • Dapat diaplikasikan dengan mudah.
  • dapat diaplikasikan hampir di setiap waktu dan setiap tempat.
  • Hasilnya dapat dirasakan dalam waktu singkat.
  • Dapat diaplikasikan dalam areal yang luas dalam waktu singkat.
  • Mudah diperoleh dan memberikan keuntungan ekonomi terutama jangka pendek.

 

Dampak Negatif Pestisida:

  • Pencemaran terhadap ekosistem sungai, kolam, rawa/danau dan perairan.
  • Pencemaran terhadap ekosistem lahan sayuran holtikultura.
  • Pencemaran terhadap keadaan populasi hama, patogen dan musuh alami.
  • Pemanasan global.
  • Pencemaran terhadap kesehatan manusia.

 

Pencemaran Terhadap Kesehatan Manusia:

  • Pestisida meracuni manusia tidak hanya pada saat pestisida itu digunakan, tetapi juga saat mempersiapkan, atau sesudah melakukan penyemprotan. Kecelakaan  akibat pestisida pada manusia sering terjadi, terutama dialami oleh orang yang langsung melaksanakan penyemprotan.

 

Gejala yang terjadi saat Keracunan Pestisida:

Antara lain :

  • Pusing ketika sedang menyemprot maupun sesudahnya,
  • Muntah,
  • Mulas,
  • Mata Berair,
  • Kulit terasa gatal-gatal dan menjadi  luka,
  • Kejang-kejang,
  • Pingsan,
  • dan tidak sedikit kasus berakhir dengan kematian.

“Kejadian diatas umumnya disebabkan kurangnya perhatian atas keselamatan kerja  dan kurangnya kesadaran bahwa pestisida adalah racun”.

 

Secara Spesifik Bahaya Pestisida Bagi Manusia :

  • Kulit

Hal ini dapat terjadi apabila pestisida terkena pada pakaian atau langsung pada kulit. Ketika petani memegang tanaman yang baru saja disemprot, ketika pestisida terkena pada kulit atau pakaian, ketika petani mencampur pestisida tanpa sarung tangan, atau ketika anggota keluarga mencuci pakaian yang telah terkena pestisida. Untuk petani atau pekerja lapangan, cara keracunan yang paling sering terjadi adalah melalui kulit.

  • Pernafasan

Hal ini paling sering terjadi pada petani yang menyemprot pestisida atau pada orang-orang yang ada di dekat tempat penyemprotan. Perlu diingat bahwa beberapa pestisida yang beracun tidak berbau.

  •                    •  Mulut

Hal ini terjadi bila seseorang meminum pestisida secara sengaja ataupun tidak, ketika seseorang makan atau minum air yang telah tercemar, atau ketika makan dengan tangan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah berurusan dengan pestisida.

  • Sistem Syaraf

Banyak pestisida yang digunakan di bidang pertanian sangat berbahaya bagi otak dan syaraf. Bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi sistem syaraf disebut neurotoksin. Beberapa gejala dari penyakit pada otak yang disebabkan oleh pestisida adalah masalah ingatan yang gawat, sulit berkonsentrasi, perubahan kepribadian, kelumpuhan, kehilangan kesadaran dan koma.

 

Hati / Liver

Karena hati adalah organ tubuh yang berfungsi menetralkan bahan-bahan kimia beracun, maka hati itu sendiri sering kali di rusak oleh pestisida. Hal ini dapat menyebabkan hepatitis.

 

Perut

Muntah-muntah, sakit perut dan diare adalah gejala umum dari keracunan pestisida. Banyak orang yang bekerja dengan pestisida selama bertahun-tahun, mengalami masalah sulit makan. Orang-orang yang menelan pestisida (baik sengaja atau tidak) efeknya sangat buruk pada perut dan tubuh secara umum. Pestisida merusak langsung melalui dinding-dinding perut.

Sistem Kekebalan

Reaksi alergi adalah gangguan sistem kekebalan tubuh manusia. Hal ini adalah reaksi yang diberikan tubuh kita terhadap bahan-bahan asing. Pestisida bervariasi dalam mengakibatkan reaksi alergi, setiap orang memberi reaksi berbeda untuk derajat penggunaan pestisida yang berbeda pula. Beberapa jenis pestisida telah diketahui dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh manusia dengan cara yang lebih berbahaya. Beberapa jenis pestisida dapat melemahkan kemampuan tubuh untuk menahan dan melawan infeksi. Ini berarti tubuh kita menjadi lebih mudah terkena infeksi. Atau, jika telah terjadi infeksi penyakit ini menjadi lebih serius dan makin sulit untuk disembuhkan.

Kesimpulan:

“Penggunaan  pestisida di sektor pertanian selain dapat membasmi atau mengendalikan hama, sehingga membantu petani meningkatkan produktivitasnya, membuat pertanian lebih efisien, dan ekonomis. Juga berakibat menimbulkan terjadinya kerusakan lingkungan dan Pencemaran terhadap kesehatan mahluk hidup”.

 

“Untuk itu diperlukan penanganan yang baik & tepat dalam penggunaan pestisida dilahan pertanian”.

Sumber : https://www.kitabisa.com/orang-baik/92887