Pendidikan

Ciri Kecanduan Media Sosial dan Cara Mengatasinya

Ciri Kecanduan Media Sosial dan Cara Mengatasinya

Ciri Kecanduan Media Sosial dan Cara Mengatasinya
Ciri Kecanduan Media Sosial dan Cara Mengatasinya

Menggunakan Smartphone Lebih Banyak untuk “Sosialisasi”

Cek aplikasi apa saja yang ada di smartphone anda. Hmm, WhatsApp, Twitter, YM, Line, Kaskus, G-Talk, Mirc… Wow! Banyak juga ternyata! Kalau anda baru sadar bahwa aplikasi media sosial anda sangat banyak di smartphone (dan semuanya aktif), maka PG yakin bahwa anda kemungkinan mulai overdosis media sosial.

Seperti yang disinggung PG pada bagian sebelumnya, media sosial memang dirancang agar memberi stimulus pada syaraf anda agar susah melepaskan diri dari kecanduan menggunakan media sosial, apalagi pada smartphone, dimana anda bisa dimana saja menggunakan aplikasi tersebut dengan bebas!

Bila terdapat fakta bahwa anda banyak menggunakan media sosial di smartphone daripada berbagai software lain yang mendukung produktivitas anda, maka kemungkinan anda sudah mulai overdosis media sosial.

 

Berbagi segalanya di media social

Punya mp3 baru? Tunjukkan ke teman-teman lewat Last.fm. Ada video lucu di YouTube, langsung tampilkan di Forum…

Bila itu adalah kebiasaan anda, maka PG rasa anda mulai kecanduan media sosial. Ini tampak dari keterlibatan anda yang erat dengan elemen media sosial dan menjadi suka berbagi dengan teman-teman online. Adanya media sosial memang memudahkan kita untuk berbagi, namun ini sekaligus juga menjadi ciri bahwa anda mulai overdosis media sosial.

 

mengakses media sosial di sela-sela pekerjaan

Pagi hari penuh semangat anda menyalakan PC, menekan tombol router agar komputer anda terkoneksi dengan Internet, siap untuk mengerjakan tugas kantor yang bertumpuk-tumpuk. Oke, booting selesai… Cek Twitter… ah, ada mention; cek Facebook… Hey, komentarku kemarin dapat 500-an like!; cek Kaskus… wah, trit yang dibikin kemarin ramai ya!… Lirik jam… APA?! Sudah hampir Maghrib?!

Bila anda sering terkena sindrom semacam itu, sepertinya anda mulai overdosis media sosial. Sebagaimana yang pernah diteliti oleh pakar teknologi Nicholas Carr, Website di Internet memang pada dasarnya merangsang stimulus yang menjadikan seseorang di hadapannya memiliki kecenderungan untuk tertarik melakukan klik atau berputar-putar di website tersebut. Terlebih lagi media sosial yang menawarkan sosialisasi dengan teman-teman lama serta banyak figur yang susah anda temui di dunia nyata.

 

Secara Reguler memeriksa Akun-Akun Media Sosial , Padahal Tidak Ada Notifikasi

Apakah anda sering sekali berpindah dari Twitter ke Facebook ke WhatsApp dan seterusnya padahal sama sekali tidak ada notifikasi yang menunjukkan pesan masuk?

Ini berarti anda mulai masuk tahap akut kecanduan. Terlebih lagi bila anda kebanyakan bengong bila tidak ada tanggapan dari berbagai aktivitasmu di media sosial.

 

Lebih Bersifat Sosial Secara Online daripada Nyata

Salah satu yang menyenangkan dari media sosial adalah, anda tidak perlu bertatap muka untuk ‘bersosialisasi’ dengan banyak orang. Ini kemudian menyebabkan banyak orang yang ‘melepaskan’ kepribadian mereka umumnya serta menjadi sosok yang benar-benar berbeda saat online. Mungkin anda menjumpai ada teman anda yang ‘cerewet’ di Twitter, tapi pada dasarnya adalah pendiam akut di dunia nyata. Ini merupakan salah satu ciri bahwa ia overdosis media sosial!

 

Berikut cara mengatasi kecanduan media social:

  1. Hapus aplikasi media social pada smartphone anda

Smartphone yang semakin beragam dan terjangkau membuat orang sering mengakses media sosial dari perangkat pintar mereka yang mudah dibawa kemana saja. Untuk itu, bagi Anda yang sering mengakses berbagai media sosial dari smartphone cobalah hapus aplikasi-aplikasi media sosial yang sudah Anda instal.

Dengan mengapus aplikasi maka Anda akan sedikit kesulitan mengakses media sosial lewat smartphone dan lama kelamaan perhatian Anda tidak akan terfokus pada media sosial saja.

  1. Buat jadwal akses media social

Biasanya anda membuka media social kapan saja. Kini untuk mengatasi kecanduan ada harus beberapa jam atau kapan saja anda boleh membuka akun media social. Anda dapat mengaturnya secara manual ataupun dengan menggunakan aplikasi – aplikasi produktivitas yang banyak tersedia.

  1. Hentikan kebiasaan curhat di dunia maya

Jika anda mau curhat sebaiknya jangan didunia maya. Lebih baik langsung kepada teman dekat anda.

  1. Matikan koneksi internet anda

Entah itu laptop atau komputer, jika ada koneksi internetnya, seringklai begitu menggoda dan memancing anda untuk bermain internet, browsing, download dan tentu saja bermain facebook. Untuk mencegah anda teringat dan terpancing membuka facebook, secara ekstrim anda bisa mencoba mematikan dulu koneksi internet anda jika memang hal itu memungkinkan. 

Sumber : https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/2Vny/understanding-and-examples-of-explanatory-texts

Pendidikan Vokasi Jangan Dianggap Nomor Dua

Pendidikan Vokasi Jangan Dianggap Nomor Dua

Pendidikan Vokasi Jangan Dianggap Nomor Dua
Pendidikan Vokasi Jangan Dianggap Nomor Dua

Stigma masyarakat terkait pendidikan kejuruan atau vokasi kurang bergengsi ketimbang perguruan tinggi sulit dihindari. Padahal, lulusan vokasi jauh lebih terampil dan siap tembus ke pasar kerja. Masalah lainnya, pendidikan vokasi (SMK dan Politeknik) dinilai masih belum mampu menjawab kebutuhan pasar kerja nasional.

Setidaknya ada 3 faktor yang menyebabkan lulusan pendidikan vokasi belum dapat diserap oleh pasar kerja, yaitu program, tenaga pengajar dan sarana pendidikan. Pelatihan vokasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kompetensi SDM.

“Pelatihan vokasi atau pelatihan kerja bukan hanya di Balai Latihan Kerja (BLK)

kami dorong partisipasi swasta dan training center perusahaan,” tegas Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dalam Pameran Industri dan Job Market Fair di Balai Latihan Kerja (BLK) Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (7/9).
Pendidikan Vokasi Jangan Dianggap Nomor Dua
Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri (Rieska Virdhani/.com)

Hanif mengungkapkan dunia swasta di negara maju bahkan sudah melakukan 70 persen dalam investasi SDM. Hal itu menjadi tantangan bagi pemerintah Indonesia untuk memfasilitasi angkatan kerja 2 juta per tahun.

“Pelatihan vokasi yang diselenggarakan oleh BLK-BLK

akan menjadi alternatif utama dalam meningkatkan kualitas SDM,” katanya.

Namun sayangnya, kondisi BLK yang ada di seluruh Indonesia juga belum begitu menggembirakan. Dari 301 BLK yang ada di seluruh Indonesia, hanya ada 82 BLK (27 persen) yang kondisinya tergolong baik. Untuk meningkatkan kualitas lulusan pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi, Presiden mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK.

“Salah satu tugas yang diemban BLK berkaitan dengan Inpres tersebut adalah memberikan kemudahan bagi siswa SMK untuk melakukan praktek kerja di Balai Latihan Kerja (BLK),” jelas Hanif.

Hanif menyebutkan jika melihat angkatan kerja dari tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan

, terdapat 61 persen angkatan kerja hanya berpendidikan lulus SMP. Kondisi ini cukup memprihatinkan karena hal ini menunjukan bahwa gap antara tenaga kerja skilled dan unskilled terlalu besar.

“Salah satu kebijakan pemerintah untuk mempercepat peningkatan kompetensi tenaga kerja unskilled adalah dengan tidak mensyaratkan umur serta pendidikan sebagai syarat bagi peserta pelatihan di BLK-BLK.Mengingat saat ini kita telah memasuki kompetisi global, terlebih lagi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” tandasnya.

 

Baca Juga :

Fikom TV Unitomo Ini Siaran Enam Jam Sehari

Fikom TV Unitomo Ini Siaran Enam Jam Sehari

Fikom TV Unitomo Ini Siaran Enam Jam Sehari
Fikom TV Unitomo Ini Siaran Enam Jam Sehari

Selasa (5/9) menjadi hari spesial untuk seluruh civitas academica Universitas Dr Soetomo

(Unitomo). Fikom TV –yang dulu bernama TV Fikom– sudah resmi di-launching. Peresmian berlangsung di halaman Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom).

Acara itu turut dihadiri pelaku industri pertelevisian hingga Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Timur (PWI Jatim). Peluncuran secara simbolis dilakukan langsung oleh Rektor Unitomo Bahrul Amiq, Dekan Fikom Redi Panuju, dan Prof Sam Abede Pareno. Ketiganya membuka tirai di depan laboratorium Fikom yang di baliknya terdapat TV.

Tayangan perdananya adalah video-video karya mahasiswa Unitomo. Mulai dokumentasi mata kuliah fotografi, event kampus, hingga travel vlog. Nantinya, Fikom TV menjadi wadah kreativitas dan informasi dari dan untuk seluruh mahasiswa.

Fikom TV Unitomo Ini Siaran Enam Jam Sehari

TALK SHOW PERDANA: Rektor Unitomo Bahrul Amiq (kiri, kemeja putih) menjadi narasumber Selasa

(5/9) saat peluncuran Fikom TV. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos/JawaPos.com)

Televisi tersebut akan melakukan siaran selama enam jam sehari. Memang, masih sebatas di lingkungan Unitomo. Saat ini, ada tiga titik penyiaran Fikom TV. Yakni, di gedung A rektorat, kantin, dan gedung C. Redi Panuju mengatakan, itu terjadi karena proses izin penyiaran yang rumit dan berbelit.

Meski demikian, lanjut dia, mimpi untuk mengudara tentu ada. Namun, saat ini, Fikom TV akan difokuskan untuk media pembelajaran mahasiswa. ’’Setidaknya ini jembatan untuk menghubungkan dunia teoretis kampus ke dunia profesional,” terangnya.

Studio yang menjadi dapur Fikom TV berukuran 4 x 5 meter

. Ketika rektor dan tamu undangan menilik ruangan tersebut, ada Mahda Vika dan Niko Demus yang sedang menjajal siaran. Kegiatan itu disaksikan langsung oleh Bahrul Amiq.

Karena pengalaman pertama, dua mahasiswa semester 5 itu masih tegang. Berkali-kali Vika dan Niko salah mengucap kata. Hal itu langsung mengundang tawa Bahrul Amiq dan para undangan. ’’Ini belum live kan?” ucap Bahrul. Setelah itu, Bahrul didapuk untuk tampil di depan kamera. Dia menjalani talk show perdana yang membahas tentang peluncuran Fikom TV itu.

 

Sumber :

http://www.pearltrees.com/danuaji88/item261349768

Pemerintah Bakal Batasi Penggunaan Gadget pada Anak

Pemerintah Bakal Batasi Penggunaan Gadget pada Anak

Pemerintah Bakal Batasi Penggunaan Gadget pada Anak
Pemerintah Bakal Batasi Penggunaan Gadget pada Anak

Pemerintah mewacanakan akan adanya pembatasan penggunaan telepon selular atau handphone pada anak. Tujuannya agar anak tidak terjerumus kepada hal-hal negatif yang bisa merusak pikiran akibat kecanduan handphone.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana

Susana Yembise mengatakan, usulan tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Menteri Kominfo telah menyampaikan ke saya. Kami bertiga akan membuat satu keputusan tiga menteri, yang isinya tentang pembatasan penggunaan handphone pada anak,” ujar Yohana saat melakukan temu wicara dengan kader Posdaya Desa Kayuambon Kecamatan Lembang, Bandung Barat.

Yohana menyatakan, pembatasan penggunaan telepon selular pada anak harus secepatnya diterapkan. Ia beralasan, penggunaan gatget pada anak sangat berbahaya jika tak dikontrol. Terutama dengan banyaknya konten negatif yang bisa ditiru anak.

“Saya belum tahu batas usia anak yang tidak boleh menggunakan handphone. Nanti akan dibicarakan dalam rapat bersama tiga menteri. Tapi saya harap bisa secepatnya diterapkan,” tuturnya.

Menurut dia, penggunaan handphone bagi anak harus dibatasi. Handphone hanya

bisa digunakan atas seizin guru sekolah. Seperti untuk mencari bahan atau materi pembelajaran dari internet. Dia juga meminta orang tua mendukung pembatasan handphone. Jangan sampai seluruh waktu anak dihabiskan untuk bermain handphone.

Menurutnya, harus terbentuk hubungan antara anak dan orang tua. Anak harus diajak mengalihkan perhatiannya terhadap handphone. Contohnya seperti mengajaknya ke taman, berenang ataupun kegiatan positif lainnya.

“Kalau tak seperti itu, anak-anak akan terbiasa seperti ini dan sangat disayangkan,” bebernya seperti dinlansir Pasundan Ekspres (Jawa Pos Group).

Dia menyatakan, upaya itu juga dilakukan agar Indonesia bebas dari kekerasan kepada anak dan perempuan pada tahun 2030. Guna mendukung langkah tersebut, pihaknya juga akan memberdayakan keberadaan Satgas PPA yang tugasnya menghentikan, mendeteksi, dan melaporkan ketika ada kejadian kekerasan pada anak dan perempuan.

Selain masalah ketergantungan anak terhadap handphone, lanjut Yohana, Kementerian PPA

juga tengah menyoroti tingginya angka perceraian di Indonesia yang menyebabkan anak mengalami kasus kekerasan.

Oleh karena itu, pihaknya menyambut baik penerbitan perda ketahanan keluarga untuk membangun komitmen pemerintah dengan masyarakat sehingga bisa mempertahankan hubungan harmonis di keluarga.

“Harus diakhiri kekerasan terhadap anak dan perempuan, semua kabupaten/kota di Indonesia harus menjadi daerah layak anak dan perempuan. Tingginya angka kekerasan pada perempuan karena biasanya mental yang belum siap menikah, akhirnya terjadi perceraian, imbasnya dialami anak-anak,” terangnya.

 

Sumber :

http://www.pearltrees.com/danuaji88/item261349768

Tunjangan Guru Naik Tahun Depan

Tunjangan Guru Naik Tahun Depan

Tunjangan Guru Naik Tahun Depan
Tunjangan Guru Naik Tahun Depan

Tren kenaikan anggaran tunjangan profesi guru (TPG) terus berlanjut. Tahun

depan anggaran TPG direnca­nakan sebesar Rp 79,6 triliun atau naik sekitar Rp 4,4 triliun dibanding tahun ini. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengingatkan akan potensi masalah pencairan karena polemik beban mengajar.

Total anggaran TPG tahun ini sekitar Rp 75,2 triliun. Dengan porsi paling besar untuk guru pegawai negeri sipil daerah (PNSD) yang mencapai Rp 52,8 triliun. Tahun depan rencananya anggaran TPG untuk PNSD bertambah menjadi Rp 58,3 triliun atau naik Rp 5,5 triliun. Dengan target sasaran penerima adalah 3,9 juta guru PNSD.

Setelah dikurangi alokasi untuk PNSD, sisa anggaran TPG tahun depan masih ada Rp 21,3 triliun. Anggaran itu didistribusikan untuk tiga kelompok guru. Antara lain guru PNS Kementerian Agama (Kemenag) sebanyak 257.209 guru dengan anggaran Rp 11,6 triliun. Lalu untuk guru swasta Kemenag Rp 4,8 triliun serta guru swasta pemda yang anggarannya dikelola Kemendikbud Rp 4,9 triliun.

Mendikbud Muhadjir Effendy menyatakan, kenaikan anggaran TPG tersebut

merupakan komitmen pemerintah untuk me­ningkatkan kualitas pendidikan tanah air. Kenaikan itu, lanjut dia, terjadi karena jumlah guru penerima TPG bertambah. Selanjutnya, juga ada kenaikan pangkat guru PNSD yang otomatis diikuti kenaikan besaran TPG-nya.

Muhadjir berharap kenaikan TPG tersebut dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Dalam program penguatan pendidikan karakter (PPK), misalnya, guru dituntut tidak hanya mendampingi siswa di kelas atau pada jam belajar. Tetapi juga harus ikut mengawasi siswa ketika mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. “Anggaran TPG itu sangat besar. Wajar jika guru harus bekerja lebih baik,” tuturnya.

Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Unifah Rosyidi menyambut baik

kenaikan alokasi anggaran TPG itu. Dia me­nyampaikan beberapa masukan untuk perbaikan pencairan TPG tahun depan.

Di antaranya adalah masih terjadi silang pendapat soal beban kerja guru. Beban kerja guru dia harapkan harus klir sebelum masuk tahun anggaran 2018. Beban kerja itu cukup krusial karena menjadi syarat penyaluran TPG selain sertifikat profesi pendidik.

Saat ini di lapangan beban kerja guru masih memakai patokan minimal 24 jam tatap muka dalam sepekan karena masih merujuk pada PP 19/2017 tentang Guru. Sedangkan di Permendikbud 23/2017 tentang Hari Sekolah diatur hari sekolah ber­langsung lima hari dalam sepekan dan berdurasi delapan jam per hari. “Jadi harus dipastikan. Patokan beban guru menggunakan 24 jam tatap muka sepekan atau delapan jam per hari,” tuturnya.

 

Sumber :

https://works.bepress.com/m-lukito/2/

Mahasiswa Kelas Internasional Wisuda di Tiongkok

Mahasiswa Kelas Internasional Wisuda di Tiongkok

Mahasiswa Kelas Internasional Wisuda di Tiongkok
Mahasiswa Kelas Internasional Wisuda di Tiongkok

Perguruan tinggi di Indonesia berlomba-lomba menghadirkan kelas internasional untuk meningkatkan kualitas lulusannya. Beragam cara dan pola pendidikan yang diterapkan, agar atmosfer kelas internasional itu sesuai dengan kualitas yang diharapkan.

Universitas Esa Unggul misalnya. Perguruan tinggi swasta (PTS) itu menggelar wisuda

untuk mahasiswa kelas internasional di Tiongkok. Sebelum diwisuda di negeri tirai bambu tersebut, para mahasiswa merasakan kuliah di negara tersebut untuk empat beberapa semester.

Direktur Kampus Internasional Universitas Esa unggul Fransiskus Adikara mengatakan, pihaknya baru saja meluluskan 58 mahasiswa program internasional. 16 orang di antaranya diwisuda di Tiongkok pada Sabtu (21/6) lalu. Tepatnya di Nanjing XiaoZhuang University (NXU). “Ini merupakan wisuda kelima mahasiswa program internasional,” ujar Fransiskus Adikara dalam keterangan resminya, Kamis (27/6).

Meski sudah diwisuda di Tiongkok, mereka juga tetap mengikuti wisuda di Indonesia pada September mendatang, karena bagian dari program join degree. Artinya mahasiswa itu mendapatkan dua gelar yakni, di Indonesia dan Tiongkok.

Fransiskus menuturkan, kelas internasional belakangan ini semakin banyak diminati

mahasiswa Indonesia. Mereka memilih di berbagai perguruan tinggi. Baik yang negeri maupun swasta. Untuk PTS berupaya menghadirkan beragam atmosfer yang bisa mendorong kualitas mahasiswa ke las internasional seperti yang diharapkan.

Untuk di Esa Unggul, imbuh Frans–begitu dia disapa, para mahasiswa diberikan kesempatan untuk pengalaman belajar di negeri orang. Cara belajar seperti itu diharapkan dapat memperluas jaringan dan kesempatan berkarir secara global.

Kuliah di Tiongkok itu didapatkan karena Esa Unggul menyiapkan 2 program. Yaitu, Joint Degree dan International Class. Untuk Joint Degree, para mahasiswanya mengenyam pendidikan dua tahun di Indonesia dan dua tahun di Tiongkok. Mereka mendapatkan dua gelar. Baik dari Esa Unggul maupun dari perguruan tinggi mitra di Tiongkok.

Sementara International Class, mahasiswanya kuliah dan belajar memang di Indonesia

selama empat tahun. Tapi, bahasa bahasa pengantarnya, bahasa Inggris. Dalam program ini mahasiswa dapat mengikuti program pertukaran pelajar ke Tiongkok.

Frans menyebut, saat ini pihaknya telah bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Tiongkok. Yakninya Jiangsu Second Normal University (JSNU), North China Electric Power University (NCEPU), dan Nanjing XiaoZhuang University (NXU)

“Dengan berkuliah di program internasional, mahasiswa memiliki kesempatan untuk merasakan berkuliah di luar negeri di universitas yang bermitra dengan kami,” ujarnya. Menyoal Tiongkok, kata Frans, saat ini negara tersebut merupakan lokomotif dunia dan diprediksi akan menjadi negara adidaya baru menggantikan Rusia, Eropa, dan Amerika Serikat (AS).

 

Baca Juga :

 

 

Lebaran Jadi Momentum Lanjutkan Pengendalian Diri

Lebaran Jadi Momentum Lanjutkan Pengendalian Diri

Lebaran Jadi Momentum Lanjutkan Pengendalian Diri
Lebaran Jadi Momentum Lanjutkan Pengendalian Diri

Sama-sama terlahir dari kelarga Shibab, Najeela memiliki kesibukan yang hampir sama sibuknya dengan adiknya Najwa Shihab. Walaupun keduanya menekuni dunia profesionalisme yang berbeda.

Najeela Shihab fokus ke dunia pendidikan, sedangkan sang adik di bidang jurnalistik. Bicara soal Ramadan dan Idul Fitri, Najeela yang merupakan pendidik pendiri sekolah Cikal berpendapat bahwa bulan suci ini adalah momentum latihan untuk evaluasi diri. Sementara, Lebaran merupakan kelanjutan atau kontinyuitas dari seluruh latihan yang dilakukan.

Perempuan dengan latar belakang pendidikan psikologi itu mengatakan, latihan yang dilakukan saat berpuasa sebaiknya konsisten dilakukan saat setelah Lebaran. Sebab, jangan sampai apa yang sudah dilakukan menjadi sia-sia.
Najeela Shihab: Lebaran Jadi Momentum Lanjutkan Pengendalian Diri
Praktisi pendidikan, Najeela Shihab (Marieska Virdani/.com)

“Ramadan kan sarana latihan, latihan macam-macam termasuk latihan empati

mengendalikan emosi. Bagaimana Lebaran itu jadi momentum melanjutkan pengendalian diri. Jangan setelah Lebaran usahanya bubar jalan, selesai begitu saja,” ungkapnya kepada JawaPos.com.

Lebih jauh perempuan yang fokus pada bidang Pendidikan Anak itu mengatakan, sehingga pada hari raya Idul Fitri tidak dijadikan sebagai ajang balas dendam atas apa yang sudah ditahan selama Ramadan.

“Apa yang dilakukan saat Ramadan sudah disiplin termasuk menahan makan minum dan salat Tarawih. Jangan justru menjadi kendur sesudahnya,” ungkapnya.

Tentu dalam momentum Lebaran, Najeela lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarga. Agenda keluarganya, justru selalu seru setiap tahun. Apalagi sang ibunda memiliki belasan bersaudara.

“Pokoknya seru deh bisa ratusan orang kalau Lebaran itu kumpul. Dan tiap tahun saking banyaknya anggota keluarga, itu harus hapalin lagi satu-satu. Ada yang baru nikah, ada yang baru punya anak, atau lagi hamil, pokok ya seru,” katanya tertawa.

Kebetulan rumah keluarga mereka berdekatan antara kakak beradik termasuk dengan Najwa Shihab

. Sehingga anjangsana saling berkunjung keluarga tentu tak hanya dilakukan saat berlebaran.

“Kami sih kumpul-kumpul ramai saja maaf-maafan. Tak ada tradisi sungkem, enaknya ya karena rumah kami berdekatan,” jelas Najeela.

Bahkan untuk menambah kemeriahan suasana Lebaran bagi anak-anak di keluarganya, seringkali digelar pula perlombaan atau sejenis games. Bahkan ada pula doorprize atau hadiah bagi yang beruntung.

“Makanya ramai banget deh seru. Tujuannya menjalin silaturahmi dan keakraban di antara keluarga. Sedangkan kalau kumpul sama teman-teman lama biasanya masih dalam momentum Lebaran di hari-hari berikutnya,” tutur Najeela.

Selama ini dia memang dikenal sebagai tokoh perempuan dan pendidik

. Tak hanya lewat pendidikan formal, Najelaa juga aktif di berbagai kegiatan non formal seperti mendirikan inibudi.org sebagai jembatan edukasi untuk guru mendapatkan konten materi pembelajaran, serta menggagas terbentuknya Pesta Pendidikan.

 

Sumber :

https://rushor.com/materi-simantik-dan-etimologi/

Biskuit Tempe Milik Mahasiswa FTP Ini Lolos Kompetisi Pangan Dunia

Biskuit Tempe Milik Mahasiswa FTP Ini Lolos Kompetisi Pangan Dunia

Biskuit Tempe Milik Mahasiswa FTP Ini Lolos Kompetisi Pangan Dunia
Biskuit Tempe Milik Mahasiswa FTP Ini Lolos Kompetisi Pangan Dunia

Lima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) berhasil mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia dengan membawa produk asli Malang, yakni olahan tempe.

Mereka berhasil menjadi finalis kompetisi pangan dunia, The International Union of Food Science and Technology (IUFoST) Product Development Competition 2018 yang akan dilangsungkan di CIDCO Exhibition Centre, Mumbai India pada 23-27 Oktober 2018 mendatang.

Kelima mahasiswa tersebut yakni Ngesti Ekaning Asih, Af’idatul Lutfita Shofiatur Rizka, Susi Wardani, Nur Afida Nuzula dan Lusia Kartika Ratri. Mahasiswa jurusan Teknologi Hasil Pertanian FTP UB agkatan 2015 itu mengusung YUKI atau Yummy Cookie. Yakni biskuit yang dibuat untuk mengatasi kelaparan dan malnutrisi.
Inovasi Mahasiswa
INOVASI TEMPE: Tim FTP UB menjadi finalis kompetisi pangan dunia. (Istimewa)

Ketua Tim, Ngesti Ekaning Asih memaparkan, YUKI merupakan biskuit berbahan dasar tempe, bekatul dan tepung ganyong (Canna edulis) yang kaya protein, kalori serta serat. Dia menerangkan, berdasarkan data FAO (Food and Agriculture Organization), menunjukkan terdapat 124 juta manusia di dunia yang terancam kelaparan sepanjang 2017.

Data tersebut juga menunjukkan adanya kenaikan jumlah manusia sedunia yang terancam kelaparan setiap tahunnya.

Selain itu, lanjut dia, FAO juga memperkirakan bahwa terdapat 19,4 juta penduduk Indonesia

yang menderita kekurangan gizi sepanjang 2014-2016.

“Ini yang melatari kami selaku anak muda apalagi yang juga menekuni ilmu pangan di bangku kuliah untuk mencari inovasi atas permasalahan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, di Kota Malang sendiri memang cukup terkenal akan industri tempenya. Mereka pun berfikir untuk mengolah tempe tersebut menjadi bahan pangan yang fungsional sekaligus sesuai tren masa kini.

“Jika biasanya tempe hanya disajikan dalam bentuk gorengan, kali ini mereka olah sebagai cookies dengan penambahan tepung ganyong dan bekatul untuk memperkaya nutrisinya,” papar Ngesti.

Lebih lanjut, Ngesti juga memaparkan, pemilihan sajian cookies ini dipilih selain karena bentuknya yang unik dan praktis, juga memperpanjang umur simpan serta tampilan packaging yang lebih menarik.

Dia menjelaskan, proses pembuatan YUKI ini juga relatif sederhana. Yakni, setelah tempe,

bekatul dan ganyong mengalami proses pengeringan dan penepungan, selanjutnya ditambah telur maupun bahan lain untuk kemudian diolah seperti pembuatan cookies pada umumnya.

“Yuki cookies kami ini juga aman bagi penderita autis karena tidak menggunakan terigu sama sekali sehingga bersifat non gluten. Jadi ibaratnya kami ini sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui,” kata dia.

Selain mengoptimalkan pengolahan komoditas lokal, tempe, ganyong dan bekatul, Ngesti menambahkan, inovasi mereka juga bermanfaat bagi penderita autis dan malnutrisi. Selain itu juga bisa mengatasi wabah kelaparan dunia karena kandungan kalorinya yang tinggi.

Sebagai informasi, The International Union of Food Science and Technology (IUFoST)

Product Development Competition 2018 merupakan kompetisi ilmiah dua tahunan tingkat dunia di bidang pengembangan produk pangan. IUFoST yang dididirikan sejak 1962 ini memiliki motto Food Science Fighting Hunger.

Untuk tahun 2018, tema yang diangkat kali ini adalah 25 Billion Meals a Day by 2025 with Healthy, Nutritious Safe and Diverse Food. Ngesti bersama timnya dari FTP Universitas Brawijaya, Indonesia berhasil menyisihkan tiga ribu kontestan lain dari 70 negara dan maju sebagai finalis bersama delapan tim lainnya dari China, Amerika Serikat, Brazil, India, Uganda, Kenya, United Kingdom dan Perancis.

 

Sumber :

https://icanhasmotivation.com/kata-penghubung/

Trend Ke Depan Telematika

Trend Ke Depan Telematika

Trend Ke Depan Telematika
Trend Ke Depan Telematika

 

TREND KEDEPAN TELEMATIKA

            Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) juga tidak akan kalah dengan perkembangan TIK saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memori dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan faktor baru dari perkembangan teknologi.

 

Antarmuka pun sudah semakin bersahabat

lihat saja software Microsoft, desktop Ubuntu, GoogleApps, YahooApps Live semua berlomba menampilkan antarmuka yang terbaik dan lebih bersahabat dengan kecepatan akses yang semakin tinggi. Hal ini ditunjang oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh penggunanya.

 

Pada akhirnya, era robotic akan segera muncul.

Segenap mesin dengan kemampuan adaptif dan kemampuan belajar yang mandiri sudah banyak dibuat dalam skala industri kecil dan menengah, termasuk di tanah air. Jadi, dengan adanya teknologi manusia akan terus berkembang sehingga akan ada harapan-harapan tentang masa depan yang lebih baik.

Perkembangan telematika

dari tahun ke tahun semakin terus berkembang, ini menandakan bahwa telematika terus mengikuti perkembangan teknologinya. Dengan terus berkembangnya telematika, maka akan mempermudah aktivitas manusia dalam melakukan pekerjaannya.

Sumber : https://jeffmatsuda.com/pengertian-diskusi/

pengertian arsitektur pada client dan server

pengertian arsitektur pada client dan server

pengertian arsitektur pada client dan server
pengertian arsitektur pada client dan server

 

Client-server adalah

 suatu bentuk arsitektur, dimana client adalah perangkat yang menerima yang akan menampilkan dan menjalankan aplikasi (software komputer) dan server adalah perangkat yang menyediakan dan bertindak sebagai pengelola aplikasi, data, dan keamanannya.

Dengan arsitektur client/server

query data ke server dapat terlayani dengan lebih cepat karena yang ditransfer bukanlah file, tetapi hanyalah hasil dari query tersebut. RPC (Remote Procedure Calls) memegang peranan penting pada arsitektur client/server. Arsitektur Client-Server Telematika terdiri dari 2 buah arsitektur yakni, arsitektur sisi client dan sisi server-nya.

 

Arsitektur Sisi Client

Istilah ini merujuk pada pelaksanaan atau penyimpanan data pada browser (koneksi HTPP atau client) sisi koneksi HTTP. JavaScript adalah sebuah contoh dari sisi eksekusi client dan Cookie adalah contoh dari sisi penyimpanan pada Client. Lihat Cookie, Server Side.

Karakteristik Client

Selalu memulai permintaan ke server.

Menunggu balasan.

 

Menerima balasan.

Biasanya terhubung ke sejumlah kecil dari server pada satu waktu.

Biasanya berinteraksi langsung dengan pengguna akhir dengan menggunakan  antarmuka pengguna seperti antarmuka pengguna grafis.

Khusus jenis klien mencakup: web browser, e-mail klien, dan online chat klien

Arsitektur Sisi Server

Sebuah eksekusi sisi server adalah server Web khusus eksekusi yang melampaui standar metode HTTP itu harus mendukung. Sebagai contoh, penggunaan CGI script sisi server khusus tag tertanam di halaman HTML; tag ini memicu tindakan terjadi atau program untuk mengeksekusi.

Karakteristik Server

Selalu menunggu permintaan dari salah satu klien.

Melayani klien permintaan kemudian menjawab dengan data yang diminta ke klien.

Sebuah server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan klien.

Jenis server khusus mencakup: web server, FTP server, database server, E-mail server, file server, print server. Kebanyakan web layanan ini juga jenis server.

Jadi, secara umum Arsitektur Client-Server atau jaringan komputer adalah sebuah aplikasi terdistribusi arsitektur yang partisi tugas atau beban kerja antara penyedia layanan (server) dan pelayanan pemohon, disebut klien. Sering kali klien dan server beroperasi melalui jaringan komputer pada hardware terpisah.

Sumber : https://jeffmatsuda.com/arti-sinonim-antonim-dan-homonim/