Dhallah Berupa Kambing dan Unta

Dhallah Berupa Kambing dan Unta

Barangsiapa mendapatkan dhallah (barang temuan) berupa kambing, maka hendaklah diamankan dan diumumkan, manakala diketahui pemiliknya maka hendaklah diserahkan kambing termaksud kepadanya. Jika tidak, maka ambillah ia sebagai miliknya. Dan, siapa saja yang menemukan dhallah berupa unta, maka tidak halal baginya untuk mengambilnya, karena tidak dikhawatirkannya (tersesat).

Telah menceritakan kepadaku Malik dari Rabi’ah bin Abu Abdurrahman dari Yazid budak Al Munba’its, dari Zaid bin Khalid AL Juhani ia berkata; “Seorang laki-laki menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya tentang Luqathah (barang temuan), beliau lalu bersabda: ‘Kenalilah tutup dan talinya, lalu umumkan selama satu tahun. Jika pemiliknya datang maka berikanlah, dan jika tidak maka itu menjadi milikmu.” laki-laki itu bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan kambing yang tersesat?” Beliau menjawab: “Kambing itu untukmu, atau untuk saudaramu, atau untuk serigala.” Laki-laki itu bertanya lagi; “Bagaimana dengan unta yang tersesat? ‘ beliau menjawab: “Apa urusanmu dengan unta, ia bisa minum dan punya kaki! Ia akan mencari minum dan makannya sendiri hingga bertemu dengan pemiliknya.”

2.14          Laqith

            Laqith adalah  menemukan anak kecil yang belum dewasa yang tersesat dijalan atau ditempat lain yang tidak diketahui siapa keluarganya. Anak itu tidak mengetahui jalan untuk pulang kepada keluarganya dan tidak mengetahui dimana orang tuanya berada. Anak yang dalam kondisi demikian kedalam istilah al Laqith. Ia dikhawatirkan akan semakin tersesat atau akan teraniaya oleh berbagai sebab.[16]

            Memungut anak yang hilang itu hukumnya mandub, sebab perbuatan yang demikian termasuk amal yang utama guna menyelamatkannya. Akan tetapi, bila dikhawatirkan anak itu akan teraniaya kalau tidak dipungut maka hukum mengambilnya menjadi fardu kifayah. Dan bila timbul kekhawatiran bahwa anak itu akan teraniaya bila tidak dipungut maka hukumnya wajib atas pihak yang menemukannya.[17]

2.15          Hukum (Barang Temuan) Berupa Makanan Dan Barang Yang Kecil nilainya

Menurut pendapat ashah tidak diharuskan mengumumkan temuan selama satu tahun bila sedikit jumlahnya, tidak begitu berharga, tidak dapat diukur dengan standart apapun, atau sesuatu yang tidak menimbulkan kesedihan mendalam dan lazimnya tidak begitu dihiraukan ketika barang itu hilang.

Sedikit banyaknya sesuatu dapat diukur dengan standart uang dirham atau dinar, hal ini sesuai pernyataan Aisyah, “ Tidak ada masalah memanfaatkan sesuatu dibawah satu dirham.” Atau dapat diukur dengan standar jumlah kekayaan yang dicuri yang tidak sampai dihukum potong tangan, yaitu seperempat dinar atau 3 dirham.

Batasan barang yang paling sedikit jumlahnya adalah sesuatu yang diduga kuat bahwa pihak yang kehilangan tidak banyak meratapinya dan umumnya pencarian barang dilakukan dalam tempo yang relatif singkat.Namun ketika pemungut menemukan sesuatu barang yang tidak berharga seperti sebiji anggur, kurma dan sejenisnya dia tidak harus mengumumkannya.[18]

 

RECENT POSTS

Posted on: July 10, 2020, by :