Dodin: Lima Unit SMK Dibangun Tahun Ini

Dodin Lima Unit SMK Dibangun Tahun Ini

Dodin: Lima Unit SMK Dibangun Tahun Ini

Dodin Lima Unit SMK Dibangun Tahun Ini
Dodin Lima Unit SMK Dibangun Tahun Ini

ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun lima unit SMK.  Kepala Bidang Pendidikan

Menengah Kejuruan (PMK) Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dodin Rusmin Nuryadin mengatakan lima unit sekolah tersebut berada di daerah Kalipucang Pangandaran, Panumbangan Kabupaten Ciamis, Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya, Sukabumi dan Kuningan.

Dodin mengatakan pihaknya telah bertemu dengan pihak ketiga yang akan bekerjasama dalam pembangunan tersebut. Pemerintah menargetkan pembangunan unit sekolah baru selama 90 hari atau 3 bulan. Rencananya sekolah akan selesai pada 25 Desember 2018 mendatang.

“Ini waktunya terbatas, sudah bertemu dengan pihak ketiga. Pokoknya buat schedule

dan progress pekerjaan dari sekarang, supaya terukur. Perminggunya sudah berapa persen pembangunan, nanti kita cek. Terget saya sebelum 15 Desember 2018, walaupun kontrak sampe 25 Desember 2018, akan tetapi lebih baik kalau sudah jadi lebih cepat, ” ujar Dodin saat ditemui di kantornya, Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Dr. Rajiman No.6, Kota Bandung, pada Rabu, 10 Oktober 2018.

Tujuan pembangunan sekolah di lima daerah tersebut adalah, tingginya antusiasme masyarakat terhadap pendidikan. Dodin mengatakan, ada beberapa sekolah yang sudah berdiri, akan tetapi bergabung dengan sekolah lain (sekolah satu atap). Dengan adanya unit sekolah baru, masyarakat akan lebih mudah mendapatkan akses pendidikan, apalagi sekolah dibangun berdasarkan kebutuhan masyarakat.

“Contoh sekolah yang sudah dibangun dan mendapatkan apresiasi masyarakat

adalah di Cisarua. Dulu karena sekolahnya ‘menempel’, jumlah peserta didiknya hanya 100 orang paling banyak. Begitu dibangun pada 2016, jumlah peserta didik melonjak hingga 600 persen. Dari sekolah yang dibangun, rata-rata sama ada lonjakan peserta didik, artinya kita tepat membangun sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Dodin menjelaskan.

Kompetensi yang ada untuk sekolah yang akan dibangun, akan dipertimbangkan berdasarkan potensi daerah dan harus memiliki konsep keterkaitan dan kesepadanan (link and match) dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Dodin berharap, dengan adanya pembangunan ini, tingkat partisipasi masyarakat akan meningkat. Selain itu, pelayanan dan mutu sekolah pun akan meningkat.

“Kompetensinya tergantung dengan daerahnya. Karena membuka kompetensi sekolah itu harus sesuai dengan potensi daerahnya dan link and match dengan pekerjaan. Misalnya di Pangandaran gak lebih-lebih dari kelautan dan pariwisata,” ujar Dodin. ***

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/niat-mandi-wajib/

Posted on: August 30, 2019, by : 9faxj