Fokus pada Asia

Fokus pada Asia

Fokus pada Asia

Fokus pada Asia
Fokus pada Asia

Pada tahun 1994, Starbucks Internasional dibentuk dan Howard Behar menjadi presidennya. Starbucks memaksa ekspansi internasional denangan tiga tujuan di benaknya: untuk mencegah pesaing memulai duluan, untuk membangun hasrat akan merek-merek barat, dan untuk mengambil keuntungan tingkat konsumsi kopi yang lebih tinggi di negara-negara yang berbeda. Selama tahun 1990an Starbucks mengkonsentrasikan upaya ekspansinya kebanyakan di Asia.

Starbucks di Jepang

Sebagai tujuan internasional pertamanya, Starbucks memilih Jepang karena Jepang merupakan importer kopi terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Jerman serta memiliki ekonomi terbesar di kawasan Pasifik. Di tahun 1995 Starbucks memasuki Jepang dengan Joint venture –Starbucks Coffee Japan, Ltd. dengan retailer Jepang besar dan operator restoran, Sazaby Inc. Di tahun 1996 Starbucks membuka kedai pertamanya di Ginza, Tokyo, Jepang.

Jepang telah menjadi pasar paling menguntungkan bagi Strabucks diluar Amerika Utara. Kesuksesan Starbucks dan pertumbuhan popularitas kopi mendorong pemain lain untuk memasuki Jepang. Di tahun 2002, Strabucks telah membuka lebih dari 360 kedai di Jepang. Namun ditahun yang sama Starbucks terjadi kerugian besar pada pengoperasiannya di Jepang. Menurut analisis, Starbuck membuka kedainya terlalu dekat satu sama lain, yang mempengaruhi citra mereknya. Menu makanan adalah alasan lain, bagi konsumen Jepang, makanan adalah bagian penting dari menikmati kopi. Kebijakan dilarang merokok juga menjadi alasan. Pesaing-pesaing lainnya mengambil keuntungan dari hal-hal tersebut. Harga sewa tempat yang tinggi dan biaya tenaga kerja, serta tidak memiliki fasilitas panggangan di Jepang, membuat biaya semakin membengkak.

Setelah pemotongan biaya pelatihan dan mengenalkan produk baru berdasarkan penelitian terhadap konsumen, Starbucks Jepang kembali pada keuntungannya di tahun 2004. Tahun 2006, Starbucks memiliki lebih dari 600 lokasi retail di Jepang.

Starbucks di Cina

Starbucks memasuki Cina di tahun 1999. Starbucks memutuskan  memasuki Hong Kong terlebih dahulu. Di Hong Kong, Starbucks melakukan joint venture denganCoffee Concepts (Hong Kong) Ltd, dengan Maxim’s Caterer, perusahaan makanan dan minuman yang berpengalaman 46 tahun. Setelah Hong Kong, Starbucks membuka kedai di Beijing, kemudian Shanghai. Seperti di tempat lainnya, Starbucks tidak memasarkan, mengiklankan, atau mempromosikan kedainya di Cina dan bersandar kebanyakan dari promosi word-of-mouth (dari mulut ke mulut). Starbucks memilih lokasi yang sangat terlihat dan ramai dalam membuka kedainya.

Sumber : http://ejurnal.plm.ac.id/index.php/Teknovasi/comment/view/110/1806/64359

Posted on: April 18, 2020, by :