Gojek tegaskan bukan startup Singapura

Gojek tegaskan bukan startup Singapura

Gojek tegaskan bukan startup Singapura

Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita menegaskan Gojek

adalah perusahaan rintisan asli Indonesia yang terdaftar di Indonesia dengan nama PT Aplikasi Karya Anak Bangsa dan bukan perusahaan asal Singapura.

“Gojek adalah perusahaan rintisan Indonesia, dengan head office di Indonesia dan 90 persen pegawai kami adalah orang asli Indonesia,” kata Nila lewat keterangan resminya yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

Nila mengatakan seluruh penanaman modal dan investasi Gojek telah ditanamkan dan dibukukan penuh di perusahaan di Indonesia.

“Kami tidak memiliki perusahaan Singapura sebagai induk perusahaan. Kami selalu melaporkan penanaman modal tersebut sesuai amanat yang diberikan oleh BKPM,” katanya.

Penegasan Gojek sebagai perusahaan asal Indonesia itu disampaikan

menyusul pernyataan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong yang menyebut empat unicorn Indonesia, termasuk Gojek diklaim milik Singapura berdasarkan riset Google dan Temasek tentang pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara.

Baca juga: Thomas Lembong beberkan mengapa 4 unicorn Indonesia diklaim Singapura

Gojek menyampaikan investasi mereka disalurkan untuk mengembangkan usaha dan ekosistem di Indonesia dengan merangkul hingga dua juta mitra driver, 400 ribu merchants dan puluhan ribu mitra penyedia layanan GoLife di Indonesia.

Tom, sapaan akrab Thomas Lembong, mengatakan empat unicorn

Indonesia yakni Gojek, Traveloka, Bukalapak, dan Tokopedia menerima pendanaan lewat Singapura karena induk perusahaan itu terdapat di Singapura.

Kepala BKPM, melalui akun Twitternya, lantas meminta maaf dan meralat pernyataan itu karena tiga startup unicorn yang disebutnya sudah memberikan klarifikasi.

 

sumber :

https://www.kuliahbahasainggris.com/seva-mobil-bekas/

Posted on: May 17, 2020, by :