Karakteristik Ideologi Tertutup

Karakteristik Ideologi Tertutup

Karakteristik Ideologi Tertutup

Karakteristik Ideologi Tertutup

1. Budaya yang Dipaksakan

Ideologi tertutup bukanlah budaya yang muncul dari masyarakat melainkan budaya yang muncul dari kelompok yang memiliki kekuasaan. Budaya yang hasilkan oleh kelompok atau kelompok yang berkuasa harus dipatuhi karena setiap anggota masyarakatnya terpaksa menerapkan dan menafsirkan ideologi ini dalam hidupnya. Berakibat negatif apa bila ideolgi tertutup ini dipaksakan kedalam masyarakat dengan kebudayaan sendiri yang berbeda dengan falsafah kehidupan yang terdapat pada ideologi tertutup tersebut.
2. Datang dari Pemerintah / Kelompok Masyarakat
Ideologi tertutup berasal dari pemerintah atau kelompok penguasa suatu wilayah. Hanya pemerintah atau kelompok penguasa yang bisa menentukan perubahan atau perkembangan ideologi itu sendiri. Penguasa bertindak sebagai pemegang kendali, dan masyakarakatlah yang dikendalikan. Ikut campur dalam pembahasan ideologi merupakan hal yang tidak boleh dilakukan oleh masyarakat.
3. Kaku dan Otoriter
Kaku dan otoriter merupakan sifat menonjol dari ideologi tertutup. Semua warga negara harus tunduk pada peraturan negara yang mengacu pada ideologi tersebut.
4. Keterbatasan Kebebasan
Kebebasan dalam ideologi tertutup sangat dibatasi dan bahkan ada yang dilarang. Apa yang dilakukan oleh masyarakat harus sesuai dengan ideologi yang dianut. Dalam sebuah ideologi tertutup, kebebasan masyarakat begitu terkendali sehingga tidak ada gejolak yang bisa memecah ideologi tertutup yang terjadi di wilayah tertentu.
5. Keragaman Tidak di Biarkan Berkembang
Dalam sebuah ideologi tertutup, keragaman dan kemajuan tidak dibiarkan berkembang sesuai dengan zamannya. Istilah keragaman dan pluralitas tidak diketahui dalam ideologi ini. Ideologi tertutup mengasumsikan bahwa keragaman dan pluralitas dapat mengganggu stabilitas pemerintahan atau tatanan yang berlaku untuk wilayah tertentu.
6. Hasil Dari Pemikiran Penguasa
Ideologi tertutup berasal dari pemikiran kelompok atau kelas penguasa saat itu. Hanya kelompok atau kelas yang kuat yang memiliki hak untuk menentukan kebijakan agar menerapkan ideologi tertutup kepada rakyatnya. Masyarakat umum tidak diperkenankan menyumbangkan aspirasinya atau gagasannya untuk mengembangkan ideologi.
7. Memiliki Sistem yang Terpisah

Ideologi negara tertutup memiliki sistem pemerintahan tertutup. Masyarakat tidak diperbolehkan berpartisipasi dalam sistem pemerintahan atau mencari informasi mengenai pelaksanaan pemerintahan yang ada. Sekalipun bisa dilakukan, maka pemerintah akan memberikan kriteria khusus kepada orang-orang yang ingin mencari informasi dan berpartisipasi dalam pemerintahan. Akses sangat sulit didapat oleh orang awam jika tidak memiliki posisi atau dianggap penting oleh pemerintah.


Sumber: https://student.blog.dinus.ac.id/handay/seva-mobil-bekas/

Posted on: May 12, 2020, by :