Kemensos dan Kapolri Tandatangani MoU Pengamanan Bansos

Kemensos dan Kapolri Tandatangani MoU Pengamanan Bansos

Kemensos dan Kapolri Tandatangani MoU Pengamanan Bansos

Kemensos dan Kapolri Tandatangani MoU Pengamanan Bansos
Kemensos dan Kapolri Tandatangani MoU Pengamanan Bansos

Menteri Sosial Agus Gumiwang dan Kapolri Jendral Tito Karnavian

menandatangani MoU atau Nota Kesepahaman tentang bantuan pengamanan dan penegakan hukum pada pelaksanaan penyaluran bantuan sosial. Acara tersebut disaksikan melalui video conference oleh Kapolda Jabar dan Gubenur Jabar di Mapolda Jabar Jalan Sukarno Hatta Bandung, Jumat (11/1).

Dalam sambutannya Mensos Agus Gumiwang mengatakan MoU sangat penting mengingat ada dana triliunan rupiah yang akan disalurkan melalui bantuan sosial atau bansos kepada masyarakat miskin diseluruh Indonesia.

“Agar memenuhi syarat 6T maka kami bekerjasama dengan Polri. Yang dimaksud 6T adalah Tepat sasaran, jumlah,kualitas, waktu, harga dan cara,” ujarnya.

Ia mengatakan tanggungjawab Kemensos tahun ini semakin besar

mengingat anggaran bansos yang akan disalurkan meningkat cukup tajam. Pada tahun 2018 dana bansos mencapai Rp 39,2 triliun lalu naik pada tahun ini menjadi Rp54,3 triliun. Kanaikan mencapai 38,8 persen.

Sementara jumlah keluarga penerima manfaat tahun ini mencapai 10 juta keluarga, dan akan naik lagi pada tahun 2020 menjadi 15,6 juta orang. Mereka akan menerima bantuan dana PKH, menerima BPNT hingga program sosial lainnya seperti bantuan desa rawan bencana dan lainnya.

Ia mengatakan tata kelola pemerintahan akan sangat pengaruh terhadap pengentasan kemiskinan. Kemsos komitmen terus untuk membenahi dan memperbaiki penyelengaraan seluruh program berikut penyalurannya.

“Tentu agar optimal penyalurannya dan tepat sasaran kamu menggandeng Polri,” jelasnya.

Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian mengatakan MoU

ini memiliki posisi sangat penting agar program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan tepat sasaran dan tidak ada kebocoran.

“Yang lebih penting adalah publik paham, bahwa program ini dilakukan secara transparan,” ujarnya. Jo

 

Baca Juga :

 

 

 

Posted on: April 8, 2019, by : 9faxj