Macam-Macam BendaTemuan

Macam-Macam BendaTemuan

Terdapat macam-macam benda yang dapat ditemukan oleh manusia, macam-macam benda temuan itu adalah sebagai berikut:[14]

  1. Benda-benda tahan lama, yaitu benda-benda yang dapat disimpan dalam waktu yang lama  seperti emas, perak, dan jenis barang berharga dan kekayaan lainnya. Barang semacam ini wajib diumumkan dengan menerangkan enam macam perkara, wadah, tutup, tali pengaman, jenis barang, jumlah dan berat barang, serta dia harus menaruhnya di tempat penyimpanan yang layak. Sewaktu memberitahukannya nanti hendaklah sebagian dari sifat-sifat itu diterangkan dan jangan semuanya agar tidak tidak terambil orang-orang yang tidak berhak.

Sabda Nabi Muhammad SAW :

عن زَيدِبن خَالدٍ أَنَّ النبيّ  صلى الله عله  عليه  وسلم سُئل عن لُقَطَة  الذَّهب أوالورق فَقَال  اعرف عفاصهاَ وَوِكَاءَهَا  ثُمَ  عَرِّفْهَا سَنَةً فَإِنْ جَاءَ صَاحِبُهَا فَاَدّهَاإِلَيهِ والا فَشَاءْنُكَ بهَا

“ Dari Zaid bin Khalid, sesungghnya Nabi SAW, ditanya tentang barang temuan berupa emas atau perak. Beliau menjawab : hendaklah engkau ketahui tempat ikatnya, kemudian hendaklah engkau beritahukan selama  satu tahun. Jika pemiliknya datang, hendaklah engkau berikan kepadanya, jika ia tidak datang setelah satu tahun, maka terserah kepadamu.” (HR. Bukhari Muslim)

  1. Benda-benda yang tidak bertahan lama dan tidak dapat diawetkan, seperti makanan sejenis kurma basah yang tidak dapat dikeringkan, sayuran, berbagai jenis makanan siap saji,buah-buahan dan sebagainya. Penemu diperkenenkan memilih antara mempergunakan barang itu, asal dia sanggup menggantinya apabila bertemu dengan yang punya barang ; atau ia jual , uangnya hendaklah di simpan agar kelak dapat diberikan kepada pemiliknya bila bertemu.
  1. Benda-benda yang tidak tahan lama, kecuali melalui proses penanganan tertentu. Seperti susu apabila dibuat keju. Yang mengambil hendaklah memperhatikan yang lebih berfaedah bagi pemiliknya ( dijual ataukah dibuat keju )
  1. Benda-benda yang memerlukan perbelanjaan, seperti binatang ternak. Luqathah jenis ini terdiri dari dua macam :

1)      binatang yang kuat ; berarti dapat menjaga dirinya sendiri terhadap binatang yang buas, misalnya unta, kerbau, atau kuda. Binatang seperti lebih baik dibiarkan saja. Dan jangan diambil. Sabda Rasulullah SAW.

Dari Zaid bin Khalid, “ Seseorang telah bertanya kepada Rasulullah Saw tentang keadaan unta yang tersesat. Rasulullah Saw menjawab, “ Biarkan sajalah, tak usah engkau pedulikan.” ( Riwayat Bukhari dan Muslim )

2)      Binatang yang lemah, tidak kuat menjaga dirinya terhadap bahaya binatang yang buas. Bintang seperti ini hendaklah diambil. Sesudah diambil diharuskan melakukan salah satu dari tiga cara : Pertama disembelih, lalu dimakan, dengan syarat sanggup membayar harganya apabila bertemu dengan pemiliknya”. Kedua Dijual dan uangnya disimpan agar dapat diberikannya kepada pemiliknya . Ketiga Dipelihara dan diberi makan dengan maksud menolong semata – mata.

 

Sumber :

https://finbarroreilly.com/

Posted on: July 10, 2020, by :