Mudahkan Peternak, Sediakan Kontak Ahli

Mudahkan Peternak, Sediakan Kontak Ahli

Mudahkan Peternak, Sediakan Kontak Ahli

Mudahkan Peternak, Sediakan Kontak Ahli
Mudahkan Peternak, Sediakan Kontak Ahli

Pemerintah terus berusaha mewujudkan swasembada nasional daging sapi.

Salah satu yang dilakukan pemerintah adalah dengan upaya khusus. Berupa sapi indukan wajib bunting (SIWAB).
Menurut Peneliti Peternakan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumsel drh Aulia Evi Susanti MSc. Masalah umum yang sering dijumpai adalah kesehatan sapi. Dan gangguan reproduksi ternak sapi. “Penyebabnya, karena rendahnya pengetahuan petani. Maupun petugas akan kesehatan ternak sapi,” katanya kepada Sumatera Ekspres, kemarin (11/2).

Padahal, sebut dia, pengenalan dan penanganan dini terhadap kesehatan. Dan penyakit sapi merupakan salah satu cara paling ampuh untuk menghindari kerugian atas kematian sapi. “Selama ini informasi mengenai kesehatan sapi hanya bersumber pada buku atau diktat. Yang sulit dipahami dan sulit diakses masyarakat,” tambahnya.

Karena itu, sebut drh Aulia, Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Veteriner

mengembangkan aplikasi berbasis Android. Yang diberi nama Teknologi Android Kesehatan Sapi (TAKESI). Aplikasi TAKESI ini untuk memudahkan masyarakat. Khususnya peternak sapi, penyuluh, maupun mahasiswa untuk mengakses informasi kesehatan ternak sapi. “Untuk menggunakannya cukup dengan cara mendowload aplikasi ini. Melalui google playstore secara gratis,” tandasnya.

Dikatakannya aplikasi TAKESI terdiri dari empat komponen utama. Pertama, berisi penyakit

dan gangguan reproduksi pada sapi indukan. Kedua, penyakit gangguan pada anak sapi. Ketiga, manajemen kesehatan sapi. Terakhir, kontak ahli pengguna untuk mencari informasi singkat mengenai pertanyaan. Dan permasalahan terkait kesehatan sapi yang dihadapi dengan memilih salah satu komponen diatas.

“Untuk masing-masing penyakit dan gejala reproduksi yang dicari. Informasi yang didapat adalah penjelasan singkat tentang penyakit atau gangguan reproduksi. Gejala klinis, cara penularan, pengobatan, dan pencegahannya,” urainya.

 

Baca Juga :

Posted on: December 9, 2019, by : 9faxj