PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN TERTENTU

PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN TERTENTU

PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN TERTENTU

Sesuai dengan pengertian tentang penghasilan yang luas, yang dianut oleh Undang-Undang Pajak Penghasilan Indonesia, penghasilan di bawah ini dapat dikenai pajak bersifat final:

PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN TERTENTU

  1. Penghasilan berupa bunga deposito dan tabungan lainnya, bunga obligasi dan surat utang negara, dan bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggota koperasi orang pribadi;
  2. Penghasilan berupa hadiah undian;
  3. Penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainnya, transaksi derivatif yang diperdagangkan di bursa, dan transaksi penjualan saham atau pengalihan penyertaan modal pada perusahaan pasangannya yang diterima oleh perusahaan modal ventura;
  4. Penghasilan dari transaksi pengalihan harta berupa tanah dan/ atau bangunan, usaha jasa konstruksi, usaha real estate, dan persewaan tanah dan bangunan; dan
  5. Penghasilan tertentu lainnya yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah.

Dengan mempertimbangkan kemudahan dalam pelaksanaan pengenaan serta agar tidak menambah beban administrasi baik bagi wajib pajak maupun Direktorat Jenderal Pajak, maka pengenaan pajak penghasilan dalam ketentuan ini dapat bersifat final.Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi atau badan dari transaksi penjualan saham di bursa efek dipungut pajak penghasilan yang bersifat final.Besarnya pajak penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah 0,1% dari jumlah bruto nilai transaski penjualan.”

TIDAK TERMASUK OBJEK PAJAK

Penghasilan-penghasilan tertentu yang diterima atau diperoleh wajib pajak tidak dikarenakan pajak penghasilan (yang tidak termasuk sebagai objek pajak) adalah :

  1. Bantuan sumbangan, termasuk zakat yang diterima oleh badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah dan para penerima zakat yang berhak;
  2. Harta hibahan yang diterima oleh keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat, dan oleh badan keagamaan atau badan pendidikan atau Menteri Keungan; sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan antara pihak-pihak yang bersangkutan;
  3. Warisan;

Yang dimaksud dengan warisan di sini adalah peninggalan harta dari keluarga yang sedarah satu garis lurus di atas ahli waris.

  1. Harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan sebagai pengganti saham atau sebagai pengganti penyerahan modal;
  2. Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh dalam bentuk natura (benefit in kind) dan atau kenikmatan dari wajib pajak atau pemerintah;
  3. Pembayaran dari perusahaan asuransi kepada orang pribadi sehubungan dengan asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi jiwa, asuransi dwiguna, dan asuransi bea siswa;

baca juga :

Posted on: April 13, 2020, by :