Pandangan Kognitif menurut Bruner

Pandangan Kognitif menurut Bruner

Salah satu teori perkembangan kognitif yang terkemuka adalah teori yang dikembangkan oleh Bruner (Driscoll, 2007: 227). Menurut Bruner dalam proses perkembangan kognitif, berlangsung sejalan dengan perkembangan anak.
Dalam masa ini terjadi beberapa transisi perkembangan kognitif. Perkembangan kognitif menurut Bruner adalah perkembangan kemampuan berpikir yang berlangsung secara setahap demi setahap (Bruner, 1973:234). Kemampuan berpikir tersebut memerlukan interaksi antara kemampuan yang ada di dalam diri manusia dengan lingkungan di sekitarnya dan berlangsung dalam waktu yang panjang. Hal ini disebabkan karena proses perkembanagan kemampuan berpikir atau proses perkembangan intelgensi berlangsung sejalan dengan proses belajar.
Dalam hal ini melalui proses belajar, anak secara perlahan dan terus-menerus mengorganisasi lingkungannya ke dalam berbagai unit yang bermakna, proses ini disebut Bruner sebagai proses konseptualisasi dan kategorisasi konsep yang tersusun dalam memori. Susunan konsep dan kategori tentang lingkungan tersebut di sebut shemata.
Menurut Bruner, konsep dan kategori konsep dibangun melalui berbagai pengalaman dan melalui prosedur yang disebutnya coding, yang menjelaskan hubungan antara konsep umum dengan konsep khusus. Kategorisasi konsep memberikan sedikitnya empat manfaat bagi manusia yaitu sebagai berikut :
1. Kategorisasi konsep meminimalisasi kompleksitas yang ada di dalam lingkingan.
2. Kategorisasi konsep mempermudah manusia untuk mengingat dan mengenali kembali objek serta peristiwa yang ada di dalam lingkungan.
3. Kategorisasi konsep menghindarkan pemborosan waktu dan sumber yang dibutuhkan dalam belajar karena dengan menyebutkan konsep yang telah ada di dalam schemata maka konsep tersebut tidak perlu ditampilakan lagi dalam bentuk kongkrit sehingga penggunaan media pembelajaran yang tidak perlu dapat dihindari.
4. Kategori konsep memberikan petunjuk terhadap alat atau perlengkapan yang dibutuhkan, seperti kalau akan menulis di papan tulis, maka yang diperlukan adalah spidol bukan obeng.

c. Pandangan Kognitif menurut Gestalt

Psikologi Gestalt memberikan sumbangan yang berarti dalam uasaha memahami bagaimana manusia membangun dan mengembangakan makna dari yang terkandung di dalam lingkungan di sekitarnnya. Wetheimer adalah penemu dan pendorong gerakan Gestalt di Jerman. Menurutnya manusia pada hakekatnya memahami objek dan peristiwa secara keseluruhan dengan pola yang terintegrasi tidak terpisah-pisah. Berdasarkan cara manusia memahami lingkungannya, maka ia akan mengkonstruk lingkungannya dalam pola yang mengandung makna. Oleh sebab itu Gestalt memandang bahwa keseluruhan lebih berarti dari pada bagian-bagian.
Menurut Gestalt manusia dalam memahami lingkungannya secara keseluruhan pada hakekatnya mencakup serangkaian aturan atau laws yaitu pragnaz, similarity, proximity, closure, dan continuation.

Posted on: June 28, 2020, by :