Panen tanaman JAHE

Panen tanaman JAHE

Panen tanaman JAHEPanen tanaman JAHE

Ciri dan Umur Panen

Pemanenan dilakukan tergantung dari penggunaan jahe itu sendiri. Bila kebutuhan untuk bumbu penyedap masakan, maka tanaman jahe sudah bisa ditanam pada umur kurang lebih 4 bulan dengan cara mematahkan sebagian rimpang dan sisanya dibiarkan sampai tua.

Apabila jahe untuk dipasarkan maka jahe dipanen setelah cukup tua. Umur tanaman jahe yang sudah bisa dipanen antara 10-12 bulan, dengan ciri-ciri warna daun berubah dari hijau menjadi kuning dan batang semua mengering. Misal tanaman jahe gajah akan mengering pada umur 8 bulan dan akan berlangsung selama 15 hari atau lebih.

3.6.2. Cara Panen
Cara panen yang baik, tanah dibongkar dengan hati-hati menggunakan alat garpu atau cangkul, diusahakan jangan sampai rimpang jahe terluka. Selanjutnya tanah dan kotoran lainnya yang menempel pada rimpang dibersihkan dan bila perlu dicuci. Sesudah itu jahe dijemur di atas papan atau daun pisang kira-kira selama 1 minggu. Tempat penyimpanan harus terbuka, tidak lembab dan penumpukannya jangan terlalu tinggi melainkan agak disebar.

3.6.3. Prakiraan Produksi
Produksi rimpang segar untuk klon jahe gajah berkisar antara 15-25 ton/hektar, sedangkan untuk klon jahe emprit atau jahe sunti berkisar antara 10-15 ton/hektar.

3.7. Pascapanen
3.7.1. Penyortiran dan Penggolongan
Rimpang kemudian dipilih (sortasi) berdasarkan ukuran panjang, lebar, besar dan kecil untuk memisahkan bahan yang berkualitas rendah (rusak) dengan yang baik (seragam). Sortasi pada kunyit dilakukan melalui dua tahap, yaitu sortasi basah dan kering. Sortasi basah dilakukan pada bahan segar untuk memisahkan bahan-bahan dari kotoran berupa tanah, sisa tanaman, dan gulma yang dimungkinkan mencemari bahan hasil panen. Sortasi kering dilakukan pada bahan yang telah mengalami pengeringan guna memisahkan bahan-bahan dari benda-benda asing, seperti kerikil, tanah dan kotoran-kotoran lain. Setelah bersih, rimpang dikumpulkan dalam wadah berupa karung untuk memudahkan pengangkutan dan mempertahankan kebersihan rimpang hasil panen selama pengangkutan.

3.7.2. Penyimpanan
Rimpang disimpan dalam gudang yang memiliki ventilasi baik dan lancar, tidak bocor, terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan, memiliki penerangan yang cukup, serta bersih dan terbebas dari hama gudang. Untuk mencegah timbul hama gudang seperti rayap, dilakukan dengan mengoleskan oli bekas pada lantai gudang. Setelah oli itu kering baru dipasang bantalan dari kayu, untuk meletakkan jahe yang telah dimasukkan dalam karung. Upaya yang dilakukan untuk menghindari serangan hama/cendawan yaitu dengan melakukan penyemprotan insektisida/fumigasi sebelum gudang digunakan.

3.7.3. Pengemasan
Rimpang selanjutnya dikemas dalam karung/plastik atau bahan yang kedap udara.

 

RECENT POSTS

Posted on: July 25, 2020, by :