Pemerintah Janji Mutu dan Kualitas Jadi Prioritas Utama

Pemerintah Janji Mutu dan Kualitas Jadi Prioritas Utama

Pemerintah Janji Mutu dan Kualitas Jadi Prioritas Utama

Pemerintah Janji Mutu dan Kualitas Jadi Prioritas Utama
Pemerintah Janji Mutu dan Kualitas Jadi Prioritas Utama

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) pada awal Oktober 2019

akan mengeluarkan peraturan tentang penerapan pendidikan jarak jauh (PJJ). Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan regulasi itu memungkinkan perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) menjalankan pendidikan jarak jauh. Meski melaksanakan pendidikan jarak jauh, perguruan tinggi harus tetap mengutamakan kualitas dan mutu pendidikan, meliputi sistem, proses pembelajaran, dosen, serta infrastruktur teknologi informasi yang diperlukan.

“Kemristekdikti telah mendorong PTN dan PTS untuk melaksanakan pendidikan jarak jauh yang bermutu, di samping menyelenggarakan perkuliahan face to face,” kata Nasir melalui teleconference pada pembukaan Diskusi Ilmiah Pekan Olahraga dan Seni (Disporseni) di kampus Universitas Terbuka (UT) di Tangerang Selatan, Banten, Rabu (26/9).

Dalam menjaga mutu, paradigma perguruan tinggi harus diselaraskan dengan era industri 4.0,

yakni reorientasi kurikulum yang disesuaikan kebutuhan dunia kerja. Perguruan tinggi harus mengajarkan mahasiswa tentang hal baru, meliputi data, teknologi, dan kehidupan sosial.

Mantan rektor Univeritas Diponeogoro (Undip) ini menambahkan kurikulum harus didesain fokus pada digital telent karena untuk menghadapi revolusi industri 4.0, lulusan pendidikan tidak cukup hanya berbekal pengetahuan dan gelar, tetapi juga keterampilan. Untuk itu, ia meminta perguruan tinggi segera menyiapkan desain kurikulum dengan konsep matang jika melaksanakan pendidikan jarak jauh. Pasalnya, kurikulum pendidikan Indonesia tidak sesuai dengan kebutuhan dunia kerja di era digital.

Lebih jauh dikatakan, pengembangan pendidikan jarak jauh merupakan salah satu strategi

meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi Indonesia yang saat ini baru mencapai 31,5 persen. APK pendidikan tinggi Indonesia lebih rendah dibanding sejumlah negara di Asia, seperti Malaysia (37,2 persen), Thailand (51,2 persen), Singapura (82,7 persen), dan Korea Selatan (98,4 persen).

Oleh karena itu, UT sebagai perguruan tinggi yang telah 34 tahun menerapkan pendidikan jarak jauh akan menjadi bagian penting dari Indonesia cyber university. Bahkan, Kemristekdikti menjadikan UT sebagai pelopor, sehingga diharapkan dapat membantu perguruan tinggi lain menjalankan pendidikan jarak jauh.

“Peran UT ke depan akan sangat penting karena bisa menjadi leader. UT juga saya minta untuk membimbing perguruan tinggi lain yang menerapkan pendidikan jarak jauh,” katanya.

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/

Posted on: August 19, 2019, by : 9faxj