Pemkab Harus Tentukan Target Pembangunan Pendidikan

Pemkab Harus Tentukan Target Pembangunan Pendidikan

Pemkab Harus Tentukan Target Pembangunan Pendidikan

Pemkab Harus Tentukan Target Pembangunan Pendidikan
Pemkab Harus Tentukan Target Pembangunan Pendidikan

Pemkab Bekasi harus memiliki target untuk menyelesaikan persoalan fasilitas dan infrastruktur pendidikan yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi selama tiga tahun kedepan. Demikian disampaikan Pengamat Pendidikan Bekasi, Tengku Imam Kobul Moh Yahya.

Hal itu menyusul adanya sebanyak 153 siswa SDN Jatimulya 09 yang belajar

di lantai lantaran sekolah tidak memiliki meja dan kursi hampir selama satu setengah tahun.

Dia menjelaskan, selama ini SD menyerahkan data resmi terkait dengan kondisi sekolah ke Dinas Pendidikan. Dari data tersebut, dapat dilihat jumlah murid, guru, jumlah ruang kelas yang mengalami rusak berat, rusak ringan, rusak sedang hingga rusak total.

Menurutnya, Pemkab Bekasi dapat menentukan target kerja dalam hal fasilitas dan infrastruktur pendidikan dengan mengacu pada data tersebut.

”Misalkan, tiga tahun yang akan datang kita bebas ruang kelas rusak. Bisa dilakukan seperti itu, jangan menyesuaikan, jadi nggak ada skala prioritas,” katanya kepada Radar Bekasi, Selasa (17/9) malam.

Imam menambahkan, Pemkab Bekasi juga perlu mengalokasikan dana abadi pendidikan d

i dalam APBD. Karena, menurut dia, kerap terjadi bencana seperti kekeringan dan banjir di Kabupaten Bekasi.

”Misalkan sekolah A tidak ada meubelair, itu seharusnya bisa pakai dana darurat, harus menyiapkan dana-dana seperti itu, dari anggaran pendidikan 20 persen itu, lima sampai tujuh persen itu harus menyiapkan itu,” tuturnya.

Kemudian, dia juga menyarankan agar Pemkab Bekasi melibatkan perusaahaan untuk menyelesaikan persoalaan fasilitas dan infratruktur pendidikan. Hal itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan Corporate Social Responsibility (CSR) dari ribuan perusahaan yang di wilayahnya.

Menurutnya, pembangunan sektor pendidikan perlu dilakukan dari berbagai lini.

”Walaupun semuanya berkualitas, kalau gedungnya nggak ada, ya percuma,” ujarnya.

”Harusnya dengan kondisi kaya-nya Kabupaten Bekasi, kita nggak lagi ngomongin sekolah rusak, udah ngomongin kemajuan, aneh menurut saya,” kata Imam.

Sebelumnya diberitakan, ratusan siswa SDN Jatimulya 09, di Kelurahan Jatimulya, belajar di lantai selama satu setengah tahun kebelakang. Hal itu disebabkan karena tiga dari delapan ruang kelas yang ada di sekolah tersebut tidak dilengkapi meja dan kursi.

 

Sumber :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/

Posted on: January 30, 2020, by :