Pengertian Likuiditas

Pengertian Likuiditas

Likuiditas merupakan suatu hal yang sangat penting bagi bank untuk dikelola dengan baik karena akan berdampak pada profitabilitas serta business sustainbility dan continuity. Hal ini jga tercermin dari peraturan bank indonesia yang menetapkan likuiditas sebagai salah satu dari delapan resiko yang harus dikelola oleh bank. Konsep likuiditas didalam dunia bisnis diartikan sebagai kemampuan menjual aset dalam waktu singkat degan kerugian yang paling minimal. Tetapi pengertian likuiditas dalam dunia perbankan lebih kompleks dibanding dengan dunia bisnis secarra umum. Dari sudut aktiva, likuiditas adalah kemampuan untuk mengubah seluruh aset menjadi bentuk tunai (cash), sedangkan dari sudut pasiva, likuiditas adalah kemampuan bank memenuhi kebutuhan dana melalui peningkatan fortofolio liabilitas.

Secara garis besar manajemen likuiditas terdiri dari dua bagian, yaitu:pertama, memperkirakan kebutuhan dana, yang berasal dari penghimpunan dana (deposit inflow) dan untuk menyalurkan dana (fund out flow) dan berbagai komitmen pembiayaan (finance cimmitment), bagian kedua dari manajemen likuiditas adalah bagaimana bank bisa memenuhi kebutuhan likuiditasnya. oleh karena itu, bank harus mampu mengidentifikasikan karakteristik setiap produk bank baik disisi aktiva maupun pasiva serta faktor-faktor yang mmpengaruhinya.

Kelebihan dan kekurangan likuiditas sama-sama memilki damak kepada bank. Jika bank terlalu konservatif mengelola likuiditas dalam pengertian terlalu besar memelihara likuiditas akan mengakibatkan profitabilitas bank menjadi rendah walaupun dari sisi liquidity shortage risk akan aman. Sebaliknya jika bank menganut pengelolaan likuiditas yang agresif maka cebderung akan dekat dengan liquidity shortage risk akan teteapi memiliki keseempatan untuk memperoleh profit yang tinggi. Shortage liquidity risk akan menyebabkan dampak serius terhadap business contuinity dan businnes sustainability.

Secara garis besar kondisi likuiditas bank dipengaruhi oleh faaktor eksternal dan internal. Faktor eksternal adalah uncontrollable factor sedangkan faktor internal pada umumnya adalah yang bisa dikendalikan oleh bank. Faktor eksternal antara lain kondisi ekonomi dan moneter, karakteristik deposan, kondisi pasar uang, peraturan, dan lain-lain. Sedangkan faktor internal sangat tergantung pada kemampuan manajemen mengatur setiap instrumen likuiditas bank. Contohnya adalah pemilihan strategi penerapan asset-liabilitas manajemen.

  1. Faktor-faktor yanag mempengaruhi likuiditas

Likuiditas merupakan hal yang penting dalam bisnis perbankan. Sebab, likuiditas berkaitan dengan masalah kepercayaan masyarakat. Bank adalah bisnis yang dilandasi pada kepercayaan. Baik-buruknya likuiditas bank dipengaruhi oleh banyak faktor. Namun faktor dominannya dapat dikelompokan menjadi faktor eksternal dan i

https://kaosfullprint.co.id/zombie-annihilator-apk/

Posted on: June 23, 2020, by :