Perdana di Dumai, 15 Peserta Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi K3 Migas BNSP

Perdana di Dumai, 15 Peserta Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi K3 Migas BNSP

Perdana di Dumai, 15 Peserta Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi K3 Migas BNSP

Perdana di Dumai, 15 Peserta Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi K3 Migas BNSP
Perdana di Dumai, 15 Peserta Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi K3 Migas BNSP

Sebanyak 15 peserta mengikuti pelatihan dan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja

(K3) Migas Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang diseleggarakan oleh Asosiasi Ahli K3 (A2K3) Komisariat Dumai bekerjasama dengan PJK3 PT. Adhikriya Kualita Utama (AKUALITA), Selasa (30/7/2019) bertempat di Hotel Superstar, Dumai.

Kegiatan yang mendatangkan istruktur / pemateri dari A2K3 Provinsi Riau yakni Muhammad Arif, akan berlangsung selama empat hari, dimulai hari ini dan berakhir pada Jum’at (2/8/2019).

“Total peserta yang mengikuti pelatihan dan sertifikasi K3 Migas sebanyak 15 orang

. Dengan rincian 13 peserta dari Dumai, satu peserta dari Kota Duri dan satu peserta lagi dari Kota Pekanbaru,” ungkap Joel Hendri selaku Ketua Panitia Pelaksana seraya menambahkan bawah Pelatihan dan Sertifikasi K3 Migas BNSP ini baru pertama kalinya diselenggarakan di Kota Dumai.

Joel berharap semua peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sebaik – baiknya agar seluruh bisa lulus dan mendapatkan sertifikat.

“Dihari terakhir nanti semua peserta akan dievaluasi dan assessment oleh team asesor dari Jakarta. Tentunya kita ingin semua peserta bisa lulus dan kompeten dibidang K3 Migas,” sebut Joel.

Kepada Disnakertrans Kota Dumai, Joel juga berharap agar Disnakertrans bisa memberikan informasi

kepada pihaknya apabila ada kebutuhan tenaga HSE untuk pekerjaan di lingkungan perusahaan yang ada di Kota Dumai.

Sementara, Ketua A2K3 Komisariat Dumai, Hamdan berpesan kepada seluruh peserta agar focus selama mengikuti pelatihan dan jika ada yang kurang paham, jangan malu bertanya, karena inilah kesempatan untuk menggali ilmu pengetahuan, khususnya dibidang Migas.

“Sangat disayangkan jika para peserta usai pelatihan hanya dapat sertifikat bukan ilmu. Maka dari itu, focuslah untuk mengikuti pelatihan ini. Kami (A2K3,red) juga akan berusaha memberikan informasi jika ada kebutuhan tenaga safety dengan membantu memberikan rekomendasi dan berharap juga didukung Disnakertrans untuk informasi tenaga kerja,” sebut Hamdan.

 

Baca Juga :

Posted on: October 9, 2019, by : 9faxj