Siklus Biogeokimia dalam Ekosistem

 Siklus Biogeokimia dalam Ekosistem

 Siklus Biogeokimia dalam Ekosistem

 Siklus Biogeokimia dalam Ekosistem

Siklus biogeokimia adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik.Siklus unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi juga melibatkan reaksi reaksi kimia dalam lingkungan abiotik.

Macam-macam siklus biogeokimia, seperti siklus karbon, siklus oksigen, siklus nitrogen, siklus air, siklus fosfor, dan siklus sulfur.

  1.  Siklus Karbon dan Oksigen

Gambar 2.6.Siklus Karbon dan Oksigen.

Karbon dan oksigen merupakan unsur penyusun senyawa organik. Sumber karbon di alam berupa CO2 yang terdapat di udara atau terlarut di dalam air serta terdapat pada kerak bumi sebagai batu bara, batu kapur, dan gas alam.

CO2 masuk dalam sistem kehidupan pertama kali secara difusi melalui stomata daun ke jaringan palisade daun. Di jaringan ini CO2 dipergunakan untuk fotosintesis. Hasil fotosintesis berupa bahan organik yang mengandung CO2 dan akan mengalir ke dalam ekosistem bersamaan dengan aliran energi. Fotosintesis juga menghasilkan hasil samping berupa oksigen, Oksigen selanjutnya akan dipergunakan pada saat respirasi.Pada proses respirasi, karbohidrat akan diubah kembali menjadi energi, CO2 dan H2O. Jalur siklus CO2 dan O2 yang panjang terjadi pada organisme mati akan diuraikan oleh pengurai (bakteri pembusuk dan jamur saprofit).

  1.  Siklus Nitrogen

Organisme memerlukan nitrogen untuk pembentukan protein dan molekul-molekul organik esensial.Nitrogen (N2) di udara sekitar 79%, Organisme tidak dapat menggunakan secara langsung dalam bentuk N2.Tumbuhan menggunakan nitrogen dalam bentuk ion nitrat (NO3) atau ion ammonium (NH4+). Nitrogen di udara dengan bantuan halilintar dapat difiksasi oleh bakteri dan alga biru sehingga akan berikatan dengan oksigen dan uap air di udara. Bakteri yang mampu memfiksasi nitrogen ada yang hidup bebas dalam tanah, yaitu Azotobacter chroococcum, Clostridium pasteurianum, Rhodospirillium rubrum, dan Rhizobium leguminosorum (bakteri pemfiksasi nitrogen pada kacang).Peristiwa perubahan nitrogen yang difiksasi menjadi NH3 (ammonia) disebut amonifikasi.

Setelah terjadi fiksasi dan amonifikasi, proses berikutnya adalah nitritasi, yaitu perubahan (oksidasi) ammonia menjadi nitrit (NO2-) dengan bantuan bakteri Nitrosomonas sp dan Nitrosococcus sp. Dalam bentuk senyawa nitrit (NO2-) belum mampu diserap oleh akar tanaman.

Gambar 2.7. Siklus Nitrogen.

Kemudian nitrit diubah (dioksidasi) menjadi nitrat dalam peristiwa nitratasi oleh bakteri Nitrobacter sp dan Bactoderma sp. Nitrat (NO3-) yang terbentuk kemudian dimanfaatkan oleh tumbuhan dengan penyerapan melalui akar.Rangkaian peristiwa nitritasi dan nitrasi sering disebut nitrifikasi.Peristiwa pemecahan nitrat menjadi gas nitrogen yang dilepaskan ke udara disebut denitrifiksasi.Selain denitrifikasi, deamonifikasi terjadi ketika organisme yang telah mati diuraikan oleh dekomposer sehingga terbentuk ammonia.

  1.  Siklus Air

Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti. Air mengalami siklus melalui atmosfer, lautan, daratan, dan organisme. Air dapat mengalami evaporasi, transpirasi, dan respirasi menjadi awan dan melalui kondensasi akan turun menjadi hujan. Air hujan meresap dalam tanah, masuk ke sungai, dan kembali ke laut. Air dalam tanah, sungai/danau dimanfaatkan oleh organisme dan akan dikeluarkan lagi ke lingkungan melalui berbagai proses penguapan, transpirasi, dan respirasi.

bacsa juga :

Posted on: June 22, 2020, by :