SKTM Masih Berlaku di Kota Bogor

SKTM Masih Berlaku di Kota Bogor

SKTM Masih Berlaku di Kota Bogor

SKTM Masih Berlaku di Kota Bogor
SKTM Masih Berlaku di Kota Bogor

Persentase pengangguran lulusan SMA/SMK meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran SMA pada 2018 sebesar 74 persen dan SMK 33 persen.

Berkaca pada data tersebut, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Kementerian/Lembaga (K/L) sigap merespons. Menurutnya, peningkatan persentase pengangguran lulusan SMK dan SMA harus disikapi serius melalui sejumlah cara. Pertama, mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengevaluasi sistem pendidikan. Misalnya, dengan memperbanyak sekolah kejuruan.

”Diharapkan para lulusan siap bekerja dan mengembangkan pendidikan vokasi

berorientasi industri yang berbasis pada potensi lokal,” kata Ketua DPR Kedua, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) diminta agar meningkatkan sarana dan prasarana Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh provinsi di Indonesia. Fasilitas tersebut juga harus dibuka bagi masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan. ”Dengan demikian, akan membuka peluang usaha yang sesuai keahlian masing-masing,” katanya.

Ketiga, Bamsoet mengimbau Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) agar merespons peningkatan pengangguran SMA dan SMK. Lembaga yang saat ini dipimpin oleh Imam Nahrawi itu membuat programprogram pelatihan kerja yang bisa meningkatkan kemampuan remaja di Indonesia.

”Kemenpora diminta melakukan sosialisasi terkait pentingnya kompetensi diri ke sekolah-sekolah

agar generasi muda di Indonesia memiliki tingkat intelegensi tinggi dan kemampuan yang tidak mudah tergantikan oleh teknologi,” ujarnya.

Berikutnya, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) diimbau memotivasi penganggur muda supaya menjadi wirausahawan agar mereka tidak bergantung terhadap lowongan yang disediakan oleh pemerintah atau swasta.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/SM2DBGP

Posted on: October 27, 2019, by : 9faxj